Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 8 September 2026 - 15:47 WIB

Ketika Alumni Tak Bisa Pulang, Pesannya Tetap Sampai di Milad ke-48 MTsN Padang Panjang

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Senin (7/9/2026) pagi, halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Padang Panjang dipenuhi wajah-wajah yang datang untuk merayakan sebuah perjalanan panjang.

Empat puluh delapan tahun bukan waktu yang singkat. Di madrasah ini, ribuan anak pernah belajar membaca dunia, mengenal ilmu pengetahuan, menempa disiplin, sekaligus belajar tentang adab dan akhlak.

Sebagian dari mereka kemudian pergi membawa cita-cita. Sebagian kembali sebagai orang tua, guru, tokoh masyarakat, atau alumni yang ingin menyapa kembali tempat mereka pernah tumbuh.

Pada Milad ke-48 kali ini, salah seorang alumni yang dinanti sebenarnya telah dijadwalkan untuk pulang.
Namanya Dery Sulaiman.

Pendakwah yang pernah menimba ilmu di MTsN Padang Panjang itu sedianya mengisi tausiah dalam rangkaian Milad. Kepulangannya bukan sekadar agenda seremonial. Ada ikatan emosional antara seorang alumni dan madrasah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Namun, manusia boleh menyusun rencana.
Keputusan akhirnya tetap berada di tangan Allah SWT.

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumatera mengganggu penerbangan untuk berbagai tujuan, termasuk penerbangan menuju Padang. Kondisi tersebut membuat Dery Sulaiman tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman almamaternya.

Panitia pun bergerak cepat. Ustaz Ristawardi didatangkan untuk menggantikan Dery mengisi tausiah.
Kendati sosok alumni yang ditunggu tidak hadir secara langsung, pesannya tetap sampai.

Dery menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga besar MTsN Padang Panjang. Ia juga menitipkan dukungan dan doa bagi madrasah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu.

“Kita boleh berencana, tetapi keputusan Allah tetap yang berlaku. Allah kuasa, makhluk tak kuasa,” pesan Dery.

Kalimat sederhana itu justru menjadi salah satu warna paling kuat dalam Milad ke-48 MTsN Padang Panjang.

Sebab, kepulangan seorang alumni ternyata tidak selalu harus diukur dari hadir atau tidaknya seseorang secara fisik. Ada doa, perhatian, kenangan dan pesan yang tetap dapat menyeberangi jarak.

Dery pun mengingatkan para siswa agar bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan belajar di madrasah. Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk mengejar nilai dan prestasi, tetapi menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang berakhlak dan memberi manfaat bagi kehidupan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 07/Maos Laksanakan Pengamanan Pawai Karnaval Grebeg Suro

Pesan itu kemudian dilanjutkan Ustaz Ristawardi di hadapan keluarga besar MTsN Padang Panjang.

Dalam tausiah penggantinya, Ristawardi mengajak para siswa menjadikan pendidikan sebagai jalan memperbaiki diri. Menurutnya, kecerdasan tanpa adab belum cukup untuk membentuk manusia yang utuh.

Ilmu, kata dia, harus berjalan bersama akhlak.
Prestasi boleh dikejar setinggi mungkin, tetapi keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak penghargaan yang berhasil diraih. Lebih penting dari itu adalah bagaimana ilmu tersebut membentuk karakter dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Pesan tersebut seolah menemukan tempatnya sendiri dalam perjalanan MTsN Padang Panjang.
Kini, madrasah itu telah berkembang dan menaungi sekitar 1.000 peserta didik. Angka tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat sekaligus tanggung jawab yang harus dijawab oleh seluruh keluarga besar madrasah.

Kepala MTsN Padang Panjang, Firmawati Anwar, menyebut jumlah peserta didik yang mencapai sekitar 1.000 orang menjadi motivasi bagi pihak madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

Di tengah tantangan pendidikan yang terus berubah, tugas madrasah tidak semakin ringan. Generasi yang dihadapi hari ini tumbuh dalam dunia yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik. Karakter, akhlak, daya juang dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang harus ditanamkan sejak dini.

Pemerintah Kota Padang Panjang pun menegaskan dukungannya.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra yang hadir dalam peringatan Milad mengatakan, Pemko akan terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung berbagai program pendidikan di daerah.

“Mudah-mudahan MTsN Padang Panjang semakin maju dan jaya. Pemerintah Kota akan terus bersinergi dan mendukung program-program pendidikan bersama Kementerian Agama,” ujar Allex.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa berharap usia ke-48 menjadi momentum bagi MTsN Padang Panjang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir dari kerja satu pihak. Ada kepala madrasah, guru, peserta didik, orang tua, alumni dan berbagai unsur lainnya yang ikut menjaga perjalanan madrasah.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumah Kos di Karanganyar

Peringatan Milad pun berlangsung dalam suasana semarak. Selain rangkaian kegiatan di aula, keluarga besar MTsN Padang Panjang mengikuti jalan sehat yang dimulai dari Kampus I. Penampilan marching band turut menghidupkan suasana perayaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat Mustafa, Kepala Kantor Kemenag Padang Panjang Mukhlis M., Ketua Baznas Padang Panjang Novi Hendri, Ketua Komite MTsN M. Nur Idris, para alumni, instansi terkait serta sejumlah undangan lainnya.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada sebuah cerita kecil yang barangkali justru paling lama diingat.

Seorang alumni ingin pulang ke sekolah tempat ia pernah belajar. Pesawat membawanya menuju Sumatera, tetapi kabut asap membuat perjalanan itu tidak sampai ke Padang.

Ia tidak dapat hadir.
Tetapi salamnya sampai. Permintaan maafnya sampai. Pesannya sampai.

Dan mungkin, itulah salah satu makna paling dalam dari sebuah almamater.
Sekolah bukan sekadar tempat seseorang pernah duduk di bangku kelas. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup yang tetap tinggal, bahkan ketika seseorang telah pergi jauh.

Empat puluh delapan tahun telah membawa MTsN Padang Panjang melewati banyak generasi. Anak-anak yang dahulu datang dengan seragam sederhana telah tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang membawa nama madrasah ke berbagai penjuru.

Kini, giliran generasi berikutnya melanjutkan perjalanan itu.
Dari halaman madrasah tersebut, pesan yang terdengar sederhana kembali mengingatkan: manusia boleh merencanakan langkah, tetapi tidak semua rencana harus sampai seperti yang diinginkan.

“Allah kuasa, makhluk tak kuasa.”

Barangkali, Milad ke-48 MTsN Padang Panjang akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah madrasah.

Ia juga tentang bagaimana sebuah almamater terus menjaga jejak, menanamkan ilmu, merawat akhlak, dan melepas generasi demi generasi untuk menempuh jalan hidupnya masing-masing.

Dan ketika suatu hari mereka ingin kembali, meski tidak selalu bisa hadir secara langsung, ikatan itu tetap ada.

Sebab, tempat seseorang pernah belajar selalu memiliki cara sendiri untuk memanggilnya pulang.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Menghadiri Kegiatan Haul Akbar

BUDAYA

Bhabinkamtibnas giatkan tarling kamtibnas di Desa binaannya

BERITA

Abdul Aziz : Ketua BKMT Sumbar Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 78

BERITA

Ketum FOPI Padang, Ja’far S.Hi Launching dan serahkan SK sebanyak 6 KLUB FOPI Se-Kota Padang, dilanjutkan latihan bersama

ARTIKEL

Bakamla RI Perkuat Pembinaan Relawan Penjaga Laut Kota Batam di Bulan Ramadan

BERITA

Ketua DPRD Kota Padang Serahkan Bantuan Satu Lapangan Tenis Meja Untuk Pemuda Masjid Arraudhah

ARTIKEL

Pagi ini Gunung Merapi Erupsi Lagi Dentuman Keras Kagetkan Warga Sekitarnya

BERITA

TNI Akan Bangun 22 Kodam Baru