PADANG SINYALNEWS.COM — Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Musdafirman Dt. Rajo Diguci, menggelar pertemuan khusus dengan Hendri Hazid Dt. Rajo Diguci untuk membahas berbagai langkah dan upaya dalam mendorong kemajuan KAN Pauh IX ke depan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan silaturahmi. Sejumlah hal strategis terkait kepengurusan, pengelolaan organisasi adat, serta upaya memperkuat peran KAN Pauh IX dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau turut menjadi pembahasan.
Hendri Hazid Dt. Rajo Diguci menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terpilihnya Penghulu Musdafirman Dt. Rajo Diguci sebagai Ketua KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji.
Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh, Hendri Hazid mengatakan akan tetap berupaya menempatkan diri untuk memberikan dukungan terhadap berbagai langkah yang dilakukan KAN Pauh IX di bawah kepemimpinan Musdafirman Dt. Rajo Diguci.
Menurutnya, KAN memiliki peran penting dalam menjaga tatanan adat, memperkuat silaturahmi antar-penghulu, serta menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Pegang Teguh Falsafah Adat
Dalam pertemuan tersebut, Musdafirman Dt. Rajo Diguci menjelaskan bahwa dirinya dalam menjalankan amanah sebagai Ketua KAN Pauh IX akan senantiasa berpegang pada falsafah:
“Mengurai Nan Kusuik, Maluruihan Nan Bengkok, Mangumpuan Nan Taserak.”
Falsafah tersebut diterbitkan saat pengangkatan Musdafirman sebagai Penghulu Dt. Rajo Diguci dan kini menjadi salah satu prinsip yang akan dijadikan ukuran dalam menghadapi serta menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam kepengurusan dan pengelolaan KAN Pauh IX.
“Falsafah ini akan selalu menjadi pegangan. Kita berupaya mengurai persoalan yang kusut, meluruskan yang bengkok, serta mengumpulkan kembali yang berserak. Semua itu tentu dilakukan dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan dan nilai-nilai adat,” ujar Musdafirman.
Apresiasi Hendri Hazid Maju Bacalon Ketua LKAAM Kota Padang
Dalam kesempatan tersebut, Musdafirman Dt. Rajo Diguci juga menyampaikan apresiasi atas langkah Hendri Hazid Dt. Rajo Diguci yang menyatakan diri maju sebagai Bakal Calon Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang.
Menurut Musdafirman, kehadiran tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya Minangkabau merupakan sebuah hal positif dalam upaya memperkuat kelembagaan adat di Kota Padang.
“Sebagai Penghulu, saya sangat mengapresiasi dan mendukung majunya Hendri Hazid Dt. Rajo Diguci sebagai Bacalon Ketua LKAAM Kota Padang. Mudah-mudahan niat baik ini menjadi bagian dari upaya memajukan adat dan budaya Minangkabau,” katanya.
Gelar Datuk Rajo Diguci, Kekhasan dalam Kaum Suku Guci
Pertemuan tersebut juga sempat membahas mengenai kesamaan gelar Datuk Rajo Diguci yang disandang kedua tokoh.
Musdafirman menegaskan, persamaan gelar tersebut tidak perlu menjadi perbedaan pandangan yang dipermasalahkan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan sebuah kekhasan yang baik dalam kaum Suku Guci.
“Gelar Datuk Rajo Diguci tidak ada perbedaan pandangan yang perlu dipermasalahkan. Itu adalah suatu kekhasan yang baik dalam kaum Suku Guci,” ujar Musdafirman.
Ia menambahkan, hubungan tersebut hendaknya di mulai dan terus dibina dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
“Tidak ada pasak yang kamangguyahan. Dibina dengan hati yang suci dan dengan niat yang tulus,” ulas Musdafirman.
Pertemuan Musdafirman Dt. Rajo Diguci dan Hendri Hazid Dt. Rajo Diguci diharapkan semakin memperkuat hubungan silaturahmi serta menjadi energi positif bagi kemajuan KAN Pauh IX dan kelembagaan adat di Kota Padang.
Keduanya sepakat bahwa kemajuan adat tidak hanya membutuhkan kepemimpinan, tetapi juga kebersamaan, komunikasi dan kesediaan untuk saling mendukung dalam menjaga marwah adat serta kearifan lokal Minangkabau.
Putra sgm*














