Di Usia ke-28 PAN, Anak Yatim Mengingatkan Arti Politik yang Mengabdi
Padang.Sinyalnews.com—Di antara rangkaian perayaan ulang tahun partai yang biasanya dipenuhi pidato dan panggung politik, ada sebuah suasana yang jauh lebih sederhana. Anak-anak yatim piatu duduk menyimak tausiyah, sebelum satu per satu menerima bingkisan.
Momen itu berlangsung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Minggu (23/8/2026). Di tempat itu, perayaan usia partai tidak hanya dirayakan dengan seremonial, tetapi diterjemahkan melalui perjumpaan dengan mereka yang membutuhkan perhatian.
Wakil Ketua II DPW PAN Sumatera Barat, Mardiansyah, S.Kom, turut menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu. Ia menyapa dan menyerahkan bantuan secara langsung, dalam suasana yang berlangsung sederhana dan hangat.
Bagi Mardiansyah, berbagi dengan anak yatim bukan sekadar bagian dari rangkaian acara ulang tahun. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa politik pada akhirnya harus kembali kepada manusia—kepada kebutuhan, harapan, dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua DPW PAN Sumatera Barat Indra Dt Rajo Lelo. Kehadiran pimpinan partai tersebut sekaligus menandai peringatan HUT ke-28 PAN di Sumatera Barat yang membawa semangat Gerak Cepat, Bantu Rakyat.
Usia 28 tahun bagi sebuah partai politik tentu bukan perjalanan yang pendek. Ada pergantian zaman, perubahan politik, serta dinamika masyarakat yang terus bergerak. Namun, di tengah perjalanan tersebut, ukuran pengabdian tidak selalu harus dicari dari panggung besar.
Kadang ia hadir dalam bentuk yang sederhana: sebungkus bingkisan yang berpindah tangan, senyum seorang anak, dan perhatian yang diberikan tanpa banyak kata.
Di situlah perayaan ulang tahun PAN menemukan maknanya.
Sebab bagi anak-anak yang menerima bingkisan, mungkin yang mereka rasakan bukan tentang 28 tahun perjalanan sebuah partai. Mereka hanya tahu ada orang-orang yang datang, menyapa, dan berbagi.
Dan justru dari ruang sederhana itulah politik menemukan ukuran kemanusiaannya.
PAN genap 28 tahun. Tetapi pekerjaan untuk menjaga kepercayaan rakyat tentu tidak pernah selesai. Sebab politik yang benar-benar mengabdi bukan hanya tentang bagaimana memenangkan suara, melainkan bagaimana kehadirannya tetap terasa ketika rakyat membutuhkan.(Paulhendri)














