Home / ARTIKEL / PENDIDIKAN / POJOK GURU / SINYAL HIKMAH

Wednesday, 22 July 2026 - 18:33 WIB

Rubrik Cahaya Ilmu: Pilar Membangun Masyarakat dalam Islam

Oleh: Darman Shiddiq
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan petunjuk kepada manusia melalui Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran Islam hingga akhir zaman.

Membangun masyarakat yang maju, damai, dan sejahtera merupakan cita-cita setiap bangsa. Namun, Islam mengajarkan bahwa kemajuan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kekuatan ekonomi, atau kemajuan teknologi, tetapi juga dari kokohnya keimanan, kuatnya persaudaraan, tingginya akhlak, serta kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Islam telah memberikan pedoman yang jelas tentang pilar-pilar yang harus dibangun agar terwujud masyarakat yang diridhai Allah SWT.

Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Peradaban

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۖ فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At-Taubah: 18)

Ayat ini menjelaskan bahwa masjid merupakan pusat pembinaan umat. Memakmurkan masjid tidak hanya dengan membangun bangunannya, tetapi juga dengan menghidupkan salat berjamaah, majelis ilmu, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, dakwah, dan musyawarah umat. Dari masjid yang hidup akan lahir masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sami’na wa Atha’na: Mendengar dan Taat
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami taat.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. An-Nur: 51)

Ayat ini mengajarkan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah memiliki sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat). Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan yang penuh keberkahan, keadilan, dan ketenteraman.

Baca Juga :  Ja'far, S. Hi, Ketum Petanque Padang di Lantik Jadi Anggota DPRD Kota Padang kedua kalinya

Ukhuwah Islamiyah sebagai Perekat Persatuan

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kaum mukminin adalah bersaudara. Persaudaraan dalam Islam bukan sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan iman yang mengharuskan setiap Muslim saling membantu, saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga persatuan, dan mendamaikan perselisihan yang terjadi di tengah masyarakat.

Pilar-Pilar Membangun Masyarakat dalam Islam
Berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, terdapat beberapa pilar penting dalam membangun masyarakat Islam.

Pertama, memperkuat akidah dan ketakwaan. Keimanan yang kokoh akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan hidup.

Kedua, memakmurkan masjid. Masjid harus menjadi pusat ibadah, pendidikan, dakwah, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ketiga, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup akan memperoleh keberkahan dan petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Keempat, menuntut ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Ilmu pengetahuan akan melahirkan masyarakat yang cerdas, produktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kelima, membangun akhlak mulia. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan saling menghormati merupakan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Baca Juga :  Pra TMMD, Dropping Material Terus Dilakukan Demi Percepatan Pembangunan

Keenam, menegakkan keadilan. Islam memerintahkan agar keadilan ditegakkan kepada siapa pun tanpa membedakan status sosial, suku, maupun kedudukan.

Ketujuh, mempererat ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan yang kuat akan menghindarkan umat dari perpecahan dan memperkokoh persatuan.

Kedelapan, membiasakan musyawarah. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah agar menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bersama.

Kesembilan, meningkatkan kepedulian sosial. Melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, Islam mengajarkan agar yang kuat membantu yang lemah sehingga tercipta keadilan dan kesejahteraan sosial.

Penutup
Masyarakat Islam yang ideal adalah masyarakat yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, memakmurkan masjid, mencintai ilmu, menjunjung tinggi akhlak mulia, menegakkan keadilan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, membiasakan musyawarah, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sejumlah ulama)

Hadis ini mengajarkan bahwa kemuliaan seorang Muslim tidak hanya diukur dari ibadah pribadinya, tetapi juga dari manfaat yang ia berikan kepada orang lain. Masyarakat yang dibangun di atas nilai keimanan, ilmu, persaudaraan, dan kepedulian akan menjadi masyarakat yang kokoh, harmonis, serta diridhai Allah SWT.

Marilah kita menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, membiasakan sikap sami’nā wa aṭa’nā terhadap setiap perintah Allah dan Rasul-Nya, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta berlomba-lomba menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan agama.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memakmurkan masjid, menjaga persaudaraan, menebarkan ilmu dan kebaikan, serta berperan aktif dalam membangun masyarakat yang penuh keberkahan, sehingga terwujud cita-cita Islam menuju baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr.

Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Wallāhu a’lam bish-shawāb.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Diduga Ugal-ugalan, 3 Remaja Meninggal Dunia di TKP

ARTIKEL

Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Apel Penutupan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2025

ARTIKEL

Wujudkan TNI AU Ampuh, Kasau Berikan Pengarahan Kepada  Prajurit TNI AU Wilayah Makassar

ARTIKEL

Peringatan Hari Otda ke-29, Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Pemerataan Pembangunan

ARTIKEL

Dua Pekan Menjelang Kuliah Umum, Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Kunjungi Wakikota Padang Panjang

ARTIKEL

MARKET DAYS P5 ALA OSIS SMKN 2 MANDAU

ARTIKEL

Meriahkan HUT ke-109 Adabiah Gelar Berbagai Kegiatan

BERITA

Pastikan Stok Hewan Qurban Terpenuhi