Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SEPAK BOLA / SUMBAR / UMKM

Friday, 10 July 2026 - 02:12 WIB

Dari Stand di Makassar, Harapan Itu Dijual: Ketika Tangan-Tangan Ibu PKK Membuka Jalan bagi UMKM Padang Panjang

MAKASSAR.Sinyalnews.com— Di tengah hiruk-pikuk Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Kamis (9/7/2026), beberapa perempuan tampak berhenti di sebuah stand bernuansa Minangkabau. Mereka menyentuh lembut kain-kain yang dipajang, memperhatikan motif mukena dan pakaian, lalu saling bertukar pandang sebelum akhirnya memutuskan membeli.

Pemandangan sederhana itu terjadi di Stand Dekranasda Kota Padang Panjang.
Namun sesungguhnya, yang sedang berlangsung bukan sekadar transaksi jual beli.

Di balik setiap lembar batik, mukena, keripik, hingga bumbu rendang yang terjual, tersimpan harapan para pelaku UMKM rumahan dari Kota Padang Panjang agar karya mereka mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sejak hari pertama Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Nasional dibuka, stand Kota Padang Panjang nyaris tak pernah sepi.

Pengunjung datang silih berganti. Sebagian penasaran dengan produk khas yang dipajang, sebagian lagi langsung memborong berbagai produk unggulan.

Ketua Dekranasda Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap produk-produk UMKM daerah yang dibawanya.

“Alhamdulillah, baru dibuka saja stand langsung dipadati pengunjung. Mereka tidak hanya membeli makanan, tetapi juga mukena dan pakaian yang kami tampilkan,” ujarnya, didampingi Kadis Sosial PPKBP3A Winarno, Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Rahmi, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dessy Arianti, Sekretaris PKK Aisyah, serta jajaran lainnya.

Berbagai produk unggulan yang dibawa antara lain Bumbu Rendang Wan Alan, Krang Keju Mahya, Cookies Ratu, Keripik Talas Dessy, Serundeng Kentang Suci, Keripik Pisang UP2K Koto Panjang, Batik Rang Minang, Batik Canting Buana, Batik Azazi, Khalifa, Minang Kayo hingga produk figura.

Di tengah ramainya pengunjung, seorang perantau Minang yang telah lama menetap di Makassar, Ny. Yusnelli, (54) tampak beberapa kali mendatangi stand tersebut. Wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa bangga melihat berbagai produk khas Minangkabau dipamerkan.

Baca Juga :  Thawalib Gunung Padang Panjang Ikuti Diamers start up competition SMP/MTs se -Sumatera Barat Tahun 2024

“Sebagai urang awak yang merantau di Makassar, saya bangga sekali melihat stand Kota Padang Panjang begitu ramai dikunjungi. Produk-produknya bagus, berkualitas dan memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya.

Menurut Yusnelli, yang lebih membuatnya terkesan adalah kehadiran langsung Ketua Dekranasda Padang Panjang yang turun langsung mendampingi para pelaku UMKM binaannya.

“Jarang kita melihat seorang Ketua PKK sekaligus Ketua Dekranasda turun langsung berada di stand, menemani para pelaku UMKM binaannya. Ini menunjukkan perhatian dan kecintaan beliau terhadap masyarakatnya. Saya salut dan bangga,” katanya.

Ia menilai, keberhasilan sebuah daerah membangun UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesungguhan dalam membuka akses pasar.

“Saya melihat hasil kriya dan produk yang dibawa Padang Panjang sangat baik. Kalau pembinaannya terus dilakukan seperti ini, saya yakin produk-produk mereka akan semakin dikenal, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke mancanegara. Rasanya seperti melihat kampung halaman hadir di tanah rantau,” tuturnya dengan mata berbinar yang rindu akan kampung halaman

Pernyataan Yusnelli seolah menjadi penegas bahwa di balik ramainya stand tersebut, tersimpan kerja panjang dan kesabaran para pelaku UMKM yang selama ini berjuang dari rumah-rumah sederhana.

Sebagian besar produk itu lahir dari tangan para ibu rumah tangga yang memulai usaha dari dapur kecil, ruang tamu, bahkan teras rumah mereka sendiri.

Mereka berjuang agar usaha kecil yang dirintis mampu membantu perekonomian keluarga.

Karena itu, keberadaan PKK dan Dekranasda sesungguhnya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar organisasi pendamping pemerintah.

Mereka seharusnya menjadi jembatan kesejahteraan.
Tidak cukup hanya melakukan pembinaan dan pelatihan, tetapi juga harus mampu membuka akses pemasaran yang lebih luas, mempertemukan produk-produk rumahan dengan pasar yang menjanjikan, sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat.

Baca Juga :  Eks OPM  Yeremias Foumair Berikrar Setia Kembali ke Pangkuan NKRI

Sebab kesejahteraan tidak lahir dari banyaknya kegiatan seremonial ataupun rapat-rapat yang digelar.

Kesejahteraan hadir ketika produk para ibu di kampung-kampung mulai dikenal, ketika penjualan meningkat, ketika pendapatan keluarga bertambah, dan ketika anak-anak mereka dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.

Keramaian yang terlihat di stand Padang Panjang di Makassar menjadi bukti bahwa produk-produk lokal memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Setiap pengunjung yang berhenti, setiap produk yang dibeli, menjadi penanda bahwa karya anak daerah sesungguhnya memiliki peluang besar untuk berkembang.

Pameran nasional ini pun menjadi momentum penting bagi Padang Panjang untuk memperkenalkan identitas daerah melalui produk-produk ekonomi kreatif yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Lebih dari itu, momentum ini mengirimkan pesan bahwa usaha kecil yang tumbuh dari rumah-rumah sederhana pun mampu berdiri sejajar dengan produk dari berbagai daerah di Indonesia.

Semangat Ny. Maria Feronika Hendri Arnis bersama jajaran PKK dan Dekranasda itu patut terus dijaga agar tetap menyala.

Karena ketika satu produk UMKM berhasil menembus pasar nasional, sesungguhnya satu keluarga sedang dibantu untuk bertahan.

Ketika satu usaha rumahan berkembang, maka roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.

Dan ketika tangan-tangan para ibu berhasil menghasilkan karya yang dikenal luas, sesungguhnya mereka sedang membangun masa depan daerahnya.

Di sebuah sudut pusat perbelanjaan modern di Makassar itu, mungkin yang terlihat hanyalah beberapa perempuan yang sedang memilih pakaian dan kerajinan.

Namun sesungguhnya, yang sedang terjadi adalah pertemuan antara harapan dan kesempatan.

Dari sebuah stand kecil milik Kota Padang Panjang, harapan itu sedang dipamerkan.

Dan dari tangan-tangan para ibu, kesejahteraan masyarakat perlahan sedang diperjuangkan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Bawa Narkotika Jenis Ganja, 2 Orang Pria Diamankan BNNP Sumbar, Satunya Anak Dibawah Umur

BERITA

Marak PETI Beroperasi Kembali di Duo Koto, Kepolisian & DLHK Diminta Segera Bertindak

BERITA

Fauzi Bahar : In Syaa Allah Saya Siap Berlaga di Pilgub Sumbar 2024

BERITA

KAI Daop 1 Jakarta sampaikan permohonan maaf beberapa KA jarak jauh alami kelambatan, ini penyebabnya

ARTIKEL

Rapala Bakamla RI Kumpulkan 6,8 Ton Sampah di Batam

ARTIKEL

Dandim Mimika Bersama Forkopimda Pantau Stabilisasi Harga Sembako

BADAN NEGARA

Usulan Tiga Nama Pj Walikota Dari DPRD Kota Sawahlunto Belum Final

BERITA

Pemko Padang Panjang Mantapkan Arah Pembangunan, Musrenbang Jadi Fondasi Kota Maju dan Sejahtera