Bukittinggi, Sinyalnews.com — Lautan manusia memadati kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Minggu (21/6/2026). Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang ditutup dengan Festival Kuliner Tradisional Gratis. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga puluhan ribu porsi makanan yang disediakan ludes diserbu pengunjung.
Festival kuliner yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi bersama para donatur tersebut menjadi magnet utama dalam perayaan satu abad ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau itu. Menariknya, seluruh penyediaan makanan tidak menggunakan dana APBD, melainkan berasal dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perayaan bersejarah tersebut.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebut Festival Kuliner Tradisional Gratis menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat dalam merayakan perjalanan panjang Jam Gadang yang telah berdiri selama satu abad.

“Ini adalah kegiatan dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Yang dibutuhkan adalah solidaritas, kepedulian, semangat berbagi, serta kesabaran. Alhamdulillah, dari target awal 20 ribu porsi, jumlah yang tersedia bahkan mencapai 41.790 porsi. Terima kasih kepada seluruh donatur, pelaku usaha, dan perantau yang telah ikut berkontribusi sehingga masyarakat dapat menikmati kuliner tradisional secara gratis,” ujarnya.
Menurut Ramlan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dirasakan langsung masyarakat melalui budaya, kuliner, dan semangat gotong royong.
Festival tersebut juga memberi dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Dukungan para donatur disalurkan langsung kepada penyedia makanan dan pelaku usaha, sehingga roda ekonomi masyarakat ikut bergerak di tengah kemeriahan perayaan.
“Kami akan melakukan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan dapat dilaksanakan lebih baik lagi. Harapannya, momentum ini semakin memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota wisata, kota budaya, sekaligus rumah bagi tradisi dan kebersamaan masyarakat Minangkabau,” tambahnya.
Perayaan 100 Tahun Jam Gadang pun berakhir dengan kesan mendalam. Di bawah bayang-bayang menara jam legendaris yang telah menjadi saksi perjalanan sejarah Bukittinggi selama satu abad, ribuan warga menikmati kuliner tradisional dalam suasana penuh keakraban, menjadikan peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pesta rakyat yang menyatukan sejarah, budaya, dan kebanggaan masyarakat.(NR)













