Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 10 June 2026 - 23:29 WIB

EMPAT BULAN DALAM BAYANG BAYANG TRAUMA

Kalau Tidak Mau Lagi di SMAN 2, Pilihlah Sekolah Mana yang Kamu Mau. Biar Saya yang Bantu”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Empat bulan lebih sudah berlalu sejak 9 Februari 2026. Namun bagi Raka, waktu seolah berhenti pada hari itu.

Hari ketika seorang pelajar yang seharusnya sibuk mengejar pelajaran dan cita-cita, justru harus berhadapan dengan rasa takut yang tak kunjung pergi. Bangku sekolah yang dulu menjadi tempat menimba ilmu berubah menjadi ruang yang menghadirkan kecemasan. Sejak peristiwa dugaan penganiayaan dan perundungan yang dialaminya, Raka tak lagi berani kembali ke sekolah.

Empat bulan.
Empat bulan kehilangan pelajaran.
Empat bulan kehilangan teman.
Empat bulan kehilangan semangat yang seharusnya tumbuh di usia remaja.

Kasus itu kini telah bergulir ke ranah hukum melalui pendampingan LBH Justicia Belen yang dipimpin Lensimonchelis bersama advokat Yuni Sandra SH, MH dan Yola SH. Jontra SH. Dan Saras SH kepala kantor yang slalu setia mempersiapkan kebutuhan dokumen Namun di tengah perjalanan mencari keadilan itu, sebuah pintu terbuka bagi Raka.

Pintu Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang.
Hendri Arnis meminta agar korban dibawa langsung menemuinya.
Ia tidak ingin hanya membaca laporan.

Ia tidak ingin hanya menerima informasi dari orang lain.dan hanya membaca berita di media
Ia ingin mendengar langsung dari anak yang mengalami semuanya.ia adalah tunas harapan bangsa

Di ruang pertemuan rumah dinas itu hadir Hendri Arnis . Wakil Wali Kota, Allex Saputra Kapolres Padang Panjang, Sekretaris Daerah, para ninik mamak, sejumlah pimpinan OPD, keluarga korban, dan tim kuasa hukum.

Di tengah ruangan itu berdiri Raka.
Di sampingnya, sang ibu yang selama empat bulan terakhir menjadi saksi bagaimana anaknya berjuang melawan ketakutan setiap hari.

Satu per satu pertanyaan diajukan.
Satu per satu jawaban disampaikan.
Raka menceritakan kronologi yang dialaminya.

Baca Juga :  Seleksi Taruna Era Digital : Aspers Panglima TNI Pastikan Transparansi Melalui Metode CAT

Suasana ruangan perlahan berubah hening.
Tak ada yang menyela.
Tak ada yang memotong.
Semua mendengarkan.
Namun ada satu momen yang membuat suasana semakin berat.
Ketika hasil pemeriksaan medis dan foto rontgen korban diperlihatkan.

Wali Kota Hendri Arnis memperhatikannya dengan seksama.
Tatapannya berubah.
Wajahnya yang semula tegas tampak menyimpan keprihatinan yang dalam.

Saat itulah, bukan hanya seorang kepala daerah yang berbicara.
Yang muncul adalah seorang ayah yang sedang melihat penderitaan seorang anak.

Pintu hatinya tersentuh.
Dengan suara yang pelan namun tegas, Hendri Arnis memandang Raka yang duduk di samping ibunya.

“Kamu jangan pikirkan lagi soal biaya pengobatan. Mulai hari ini, pengobatanmu saya bantu sampai kamu benar-benar sembuh,” katanya.

Ruangan mendadak sunyi.
Kalimat itu sederhana.
Tetapi bagi seorang anak yang selama berbulan-bulan berjuang menghadapi trauma, kalimat itu terasa seperti pelukan yang selama ini ia tunggu.

Tak berhenti di situ.
Hendri lalu menatap Raka lebih dalam.
Dengan nada penuh harap, ia meminta remaja itu untuk perlahan menghapus rasa takut yang selama ini mengurungnya.

“Lupakan rasa takut itu, Nak. Jangan biarkan trauma mengambil masa depanmu. Kembalilah belajar. Tatap lagi cita-citamu.”

Sesaat kemudian, ia menambahkan kalimat yang membuat banyak orang yang hadir menundukkan kepala.

“Kalau memang kamu tidak sanggup lagi kembali ke SMAN 2 karena masih trauma, pilih saja sekolah mana yang kamu mau. Biar saya yang bantu memasukkan kamu ke sana.”

Kalimat itu bukan sekadar janji.
Itu adalah upaya memastikan bahwa satu peristiwa tidak boleh merampas masa depan seorang anak.

Karena bagi Hendri, yang terpenting bukan nama sekolahnya.
Yang terpenting adalah Raka tetap belajar.
Tetap tumbuh.
Tetap memiliki harapan.

Dukungan juga datang dari Kapolres Padang Panjang.
Di hadapan Raka dan keluarganya, Kapolres memberikan jaminan rasa aman.
Ia meminta korban untuk tidak takut.
Negara, katanya, hadir untuk melindungi.

Baca Juga :  Sambut Hari Raya Natal 2024 Sekaligus Merayakan HUT Ke-28 Kodim, Dandim 1710/Mimika Berikan Bingkisan Kepada Masyarakat

Proses hukum akan berjalan sesuai aturan, dan korban tidak boleh merasa sendirian menghadapi persoalan tersebut.

Pesan itu penting.
Karena sering kali yang paling hilang dari korban perundungan bukan hanya rasa percaya diri.

Tetapi juga rasa aman.
Dan sore itu, rasa aman itu sedang diupayakan untuk dikembalikan.

Para ninik mamak yang hadir pun tak tinggal diam.
Mereka menyampaikan petuah, dukungan, dan semangat kepada Raka.

Dalam pandangan adat Minangkabau, seorang anak bukan hanya milik ayah dan ibunya.
Ia adalah milik kaum.
Milik nagari.
Milik masa depan bersama.

Karena itu, ketika seorang anak terluka, sesungguhnya yang terluka adalah seluruh masyarakat yang membesarkannya.

Para ninik mamak berharap Raka tidak menyerah.
Mereka ingin melihat anak itu kembali mengenakan seragam sekolah.

Kembali belajar.
Kembali tersenyum.
Kembali bermimpi.

Pertemuan sore itu mungkin belum mengakhiri seluruh persoalan.
Proses hukum masih berjalan.
Luka batin Raka mungkin juga belum sepenuhnya sembuh.

Namun setidaknya, setelah empat bulan menanggung beban dalam diam, Raka akhirnya menemukan banyak tangan yang bersedia merangkulnya.

Ada pemerintah yang mendengar.
Ada aparat yang memberi rasa aman.
Ada ninik mamak yang menguatkan.
Ada keluarga yang terus mendampingi.
Dan ada harapan yang perlahan kembali tumbuh yang dipayungi LBH Justiciabelen

Sebab pada akhirnya, ukuran sebuah kota bukan hanya seberapa megah bangunannya.
Tetapi seberapa besar keberpihakannya kepada anak-anak yang sedang terluka.

Dan sore itu, di Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, seorang anak yang hampir kehilangan semangat untuk kembali ke sekolah perlahan menemukan alasan untuk kembali bermimpi.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

2 HARI MELAKUKAN PENCARIAN, TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN PENCARI KELAPA YANG TENGGELAM DI SUNGAI KLAWING

BERITA

Sertu Tofik Laksanakan Pendampingan Bantuan Pangan di Aula Kantor Desa Sampang 

BADAN NEGARA

Aliansi Wartawan Bersatu Kecam Penangkapan Wartawan

BERITA

Dr. Alfroki Martha,M.Pd di Dapil 2 Kuranji DPRD Kota Padang dapat dukungan dari Senator H. Muslim M Yatim, Anggota DPD RI

BERITA

Forum Siti Manggopoh Mengutuk Keras Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan Nia di Pariaman

ARTIKEL

Ketua TP-PKK Pasbar: Pelatihan Kader Posyandu Kunci Peningkatan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

ARTIKEL

Gunung Kerinci Erupsi. Masyarakat di Minta Waspada

BERITA

Hebatnya Amalan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan Kepala Kantor