Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR / UMKM

Tuesday, 2 June 2026 - 23:13 WIB

Dari Dapur Data hingga Panggung Kreativitas: Ketika Perempuan Menjaga Kota dan Anak Muda Menyalakan Masa Depan

PadangPanjangSinyalnews.com— Selasa pagi itu, dua ruang berbeda di Kota Padang Panjang dipenuhi energi yang sama: semangat membangun masa depan dari akar rumput.

Di Aula Kecamatan Padang Panjang Timur, puluhan perempuan duduk berhadapan dengan lembar-lembar data keluarga. Mereka bukan pejabat, bukan pula pengusaha besar. Namun dari tangan mereka, wajah sebuah kota sering kali pertama kali terbaca.

Di saat yang hampir bersamaan, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, para pelaku ekonomi kreatif berkumpul membawa mimpi-mimpi yang lahir dari kamera, dapur, panggung seni, kain batik, hingga layar perfilman. Mereka datang dengan gagasan, berharap kreativitas bisa menjelma menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dua pertemuan itu tampak berbeda. Namun sesungguhnya sedang mengerjakan pekerjaan yang sama,menjaga masa depan Padang Panjang.

“Perempuan-Perempuan yang Mengetuk Pintu Rumah Warga”

Bagi sebagian orang, Dasawisma mungkin hanya terdengar sebagai kelompok kecil di lingkungan RT. Namun di lapangan, mereka adalah mata dan telinga pertama yang melihat denyut kehidupan masyarakat.

Mereka mengetahui ketika ada anak yang putus sekolah.
Mereka mendengar ketika ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Mereka mencatat ketika seorang ibu hamil membutuhkan perhatian atau ketika lansia mulai hidup dalam kesendirian.

Karena itulah, pelatihan Kader Dasawisma Kelurahan Koto Panjang yang digelar di Aula Kecamatan Padang Panjang Timur, Selasa (2/6/2026), bukan sekadar kegiatan administrasi. Ia adalah upaya memperkuat barisan perempuan yang bekerja dalam senyap untuk memastikan tidak ada keluarga yang terlewat dari perhatian.

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, menyebut Dasawisma sebagai ujung tombak yang menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan keluarga.

“Data yang baik bukan sekadar angka. Di balik setiap data ada kehidupan yang harus diperhatikan dan dibantu,” ungkapnya di hadapan para kader.

Baca Juga :  Forum Siti Manggopoh Gelar Acara Bertajuk "Perempuan Jadi Korban Kekerasan Mitos atau Fakta"

Maria menegaskan, penguatan tata kelola organisasi, administrasi, dan pendataan keluarga menjadi fondasi penting agar setiap program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebab sering kali persoalan besar sebuah daerah bermula dari masalah-masalah kecil yang terjadi di dalam rumah.

Di sinilah kader Dasawisma hadir.
Mereka menjadi jembatan antara kebijakan dan kenyataan.
Antara program dan kebutuhan.
Antara pemerintah dan masyarakat.

Sekretaris TP-PKK Kota, Aisyah, mengingatkan bahwa kader Dasawisma bukan hanya pencatat data, tetapi juga penggerak perubahan sosial yang paling dekat dengan warga.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali kemampuan pendataan keluarga, pengelolaan administrasi, penyusunan laporan hingga strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, para perempuan itu membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari ruang rapat besar. Kadang ia dimulai dari ketukan pintu rumah warga dan secarik catatan sederhana tentang kondisi sebuah keluarga.

“Ketika Budaya Menjadi Mesin Ekonomi”

Sementara itu, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, semangat yang sama hadir dalam wajah yang berbeda.
Puluhan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor berkumpul dalam Sarasehan dan Temu Ramah Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Padang Panjang.

Ada pegiat kuliner yang membawa cita rasa kampung halaman.
Ada fotografer yang mengabadikan cerita dalam bingkai.

Ada perajin batik, seniman pertunjukan, musisi, hingga sineas muda yang percaya bahwa kreativitas bukan hanya soal karya, tetapi juga jalan menuju kesejahteraan.

Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, mereka sadar satu hal: Padang Panjang tidak bisa bersaing dengan meniru daerah lain.

Kota ini harus tampil dengan identitasnya sendiri.
Dan identitas itu bernama budaya.
Dalam paparannya, Ny. Maria Feronika Hendri yang juga Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat mengajak para pelaku ekonomi kreatif menjadikan budaya dan kearifan lokal Minangkabau sebagai sumber inspirasi utama dalam menciptakan produk.

Baca Juga :  Kondisi Mabuk Segerombolan Anak Muda Diamankan Tim Patroli dan Tim UKL Polresta Cilacap

Menurutnya, teknologi digital memang penting. Inovasi juga menjadi keharusan. Namun kekuatan terbesar justru terletak pada karakter budaya yang tidak dimiliki daerah lain.

“Di tengah pasar yang semakin terbuka, yang dicari orang bukan hanya produk. Mereka mencari cerita, identitas, dan keunikan,” katanya.

Pesan itu terasa relevan.
Sebab di era ketika segala sesuatu dapat diproduksi secara massal, karya yang memiliki jiwa dan akar budaya justru menjadi semakin bernilai.

Kepala Dinas Porapar, Busmar Chandra, menyebut ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagi Padang Panjang, ekonomi kreatif bukan sekadar urusan bisnis.
Ia adalah cara mempertahankan budaya agar tetap hidup.

Menjaga Hari Ini, Menyalakan Hari Esok
Pada akhirnya, pelatihan Dasawisma dan sarasehan ekonomi kreatif itu berbicara tentang satu hal yang sama, masa depan.

Di satu ruangan, perempuan-perempuan Dasawisma menjaga fondasi keluarga agar tetap kuat.
Di ruangan lain, para pelaku kreatif membangun harapan agar ekonomi daerah terus tumbuh.

Yang satu merawat akar.
Yang satu menumbuhkan cabang.
Keduanya sama penting.

Sebab sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi atau angka pertumbuhan ekonomi. Kota dibangun oleh keluarga yang kuat, masyarakat yang peduli, dan generasi kreatif yang berani bermimpi.

Dan Selasa itu, di Padang Panjang, masa depan sedang dirawat dengan cara yang paling sederhana sekaligus paling bermakna: melalui pengabdian, kolaborasi, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

IRWAN ZULDANI APRESIASI KEGIATAN BUNKASAI (FESTIVAL BUDAYA JEPANG) KE-19 TAHUN 2025 SUMATERA BARAT -RIAU di SMK PP SUMBAR

ARTIKEL

Kababinkum TNI Dorong Reformasi Birokrasi, Pastikan Tata Kelola Bersih & Efektif

BERITA

Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Siswa Taman Kanak-Kanak Sembari Ajak Bermain  

BERITA

Amsakar Achmad Ngopi Bareng Bersama Masyarakat Batu Aji

ARTIKEL

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi Polresta Cilacap Siap dan Jamin Pengamanan Mudik Dan Lebaran Tahun 2023 

BERITA

Ketua PP Sumbar Verry Mulyadi : PPDB Online Semrawut, Dinas Pendidikan Sumbar Harus Cari Solusi Kongkrit

ARTIKEL

UIN IMAM BONJOL PADANG PANEN GURU BESAR

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Acara Penyerahan SPT Tahunan Tahun 2023 di Istana Negara