Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Saturday, 25 April 2026 - 20:51 WIB

Nama Diseret, Reputasi Diguncang: Owner Cinta Shoes Seret Akun Facebook ke Polisi

Padang Panjang .Sinyalnews.com-Serangan dari media sosial berujung meja hukum. Elva Renita, owner Cinta Shoes, melaporkan akun Facebook bernama Holland Setiawan ke Polres Padangpanjang atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

Laporan itu resmi masuk pada 23 April 2026 dengan nomor STTLP/65/IV/2026/SPKT. Kuasa hukum Elva dari LBH Justiciabelen menyebut, perkara bermula dari unggahan di grup Facebook Salingka Tanahdatar yang menuding pihak pelapor menuduh istri terlapor sebagai pencuri.

“Postingan itu viral,ratusan komentar, ratusan reaksi. Dampaknya nyata: reputasi klien kami digerus, kepercayaan pelanggan runtuh,” tegas kuasa hukum Jontra Manvi Bakhra dalam konferensi pers, Sabtu (25/4).

Elva membantah tudingan tersebut. Ia mengungkap, kasus yang menyeret nama Iva Putri Pratama, kini istri Holland, sudah selesai secara damai sejak 2024 di Polsek Lima Kaum. Saat itu, Iva masih berstatus karyawan dan mengakui kesalahan setelah terekam CCTV mengambil uang toko. Kesepakatan pengembalian kerugian senilai Rp40 juta pun diteken.

Baca Juga :  Binrohtal Polres Kebumen Pendekatan Agama Dalam Bertugas

“Masalah itu sudah selesai. Tapi sekarang diangkat kembali dengan narasi yang memutarbalikkan fakta,” kata Elva.

Api konflik justru membesar setelah unggahan tersebut menyebar luas. Elva mengaku bukan hanya usaha yang terdampak, tetapi juga tekanan psikologis keluarga akibat komentar liar warganet.

Tak berhenti di sana, keluarga pelapor juga mengklaim adanya rangkaian intimidasi, termasuk dugaan kekerasan yang kini dilaporkan ke Polres Tanahdatar.

Ketua LBH Justiciabelen, Leon Simon, memastikan pihaknya akan mengawal dua laporan sekaligus: dugaan pelanggaran UU ITE di Padangpanjang dan kasus kekerasan di Tanahdatar.

Baca Juga :  Harapan wabub risnawanto agar mahasiswa KKN PPM tuah sakato yang akan mengapdi di kabupaten pasaman barat itu fokus

“Ini bukan sekadar soal nama baik. Ini soal keadilan yang harus ditegakkan. Kami melihat ada kejanggalan dan akan kami dorong hingga tuntas,” ujar Leon.

Ketua PWI setempat turut menyoroti maraknya sengketa akibat unggahan di ruang digital. Ia mengingatkan, media sosial bukan ruang tanpa batas hukum.

“UU ITE itu jelas ,setiap orang bertanggung jawab atas apa yang dipublikasikan. Jangan jadikan media sosial sebagai tempat menghakimi tanpa fakta. Ini berbahaya, bisa merusak reputasi orang dan berujung pidana,” tegasnya.

Kasus ini kini memasuki tahap penyelidikan. Polisi diuji: mampu atau tidak menertibkan liar-liarnya ruang digital yang kian kerap jadi arena penghakiman tanpa fakta.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Anggaran Naik Menjadi 1,4 T . Kapolda Minta Kasatker Susun Rencana Anggaran Dengan Baik

BERITA

Kilas Balik Masa Kecil Fauzi Bahar, Jualan Sayur hingga Menyewakan Buku

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Laksanakan Patroli di Wilayah Binaannya

BERITA

BERITA

Sinergi Pasar Murah “Kerjasama Pelaksanaan Pasar Murah Antara Bank Indonesia dan Disperindag Sumbar”  

BADAN NEGARA

KAPOLSEK LUBUK DALAM MELAKSANAKAN COOLING SYSTEM KE PONDOK PESANTREN KANDANGAN AN- NADYAH KAMPUNG RAWANG KAO MENJELANG PILKADA SERENTAK 2024

ARTIKEL

Ukir Sejarah Tingkat Nasional, Siswa SMA 3 Padang Raih Medali Emas pada O2SN di Jakarta

BERITA

Kedatangan Fajar Riza Ulhaq RI ke Sumbar Membawa Kabar Gembira Untuk Para Guru