Cilacap-SINYALNEWS – Babinsa Koramil 07 Maos dalam hal ini Serka Marhadi, Serka Tofik.N dan Serka Andika melaksanakan kegiatan pendampingan Ketahanan Pangan terhadap petani di wilayah Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Senin (9/6/25).
Banyak hal yang didapatkan saat pendampingan kepada petani salah satunya adalah bertambah ilmu pengetahuan tentang pertanian.
Seperti yang sudah lazim diterapkan oleh petani, bahwa metode pemupukan yang selama ini dilakukan petani adalah menggunakan pupuk anorganik seperti urea, SP 36, NPK atau sejenisnya yang mengandung bahan kimia.
Seorang petani yang juga mempromosikan produk pupuk organik, Sukarna (45) warga Desa Brani menjelaskan bahwa di tengah gencarnya produk pupuk kimia dirinya mengajak petani untuk peduli dengan menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
“Kami disini menawarkan kepada para petani untuk mulai beralih menggunakan pupuk organik jenis Darbion. Pupuk organik ini lebih aman dan tidak mencemari tanah dalam jangka panjang. Kita harus tahu pemakaian pupuk kimia secara berlebihan dapat mengurangi kesuburan tanah, meninggalkan residu kimia, dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah,” jelasnya.
Sementara itu, Babinsa Brani Serka Marhadi memberikan tanggapan yang positif atas upaya petani menggunakan pupuk organik. Menurutnya para petani bisa memanfaatkan produk organik untuk menjaga kualitas lahan pertanian mereka agar tetap subur dan aman secara berkelanjutan.
“Kami dapat ilmu baru tentang pupuk organik ini, tidak dipungkiri petani saat ini masih menggunakan pupuk kimia, namun upaya penggunaan pupuk organik juga baik selama masih bisa menjadi alternatif untuk menyuburkan tanah. Diharapkan ini dapat meningkatkan kualitas tanaman padi, dan hasil panen bisa meningkat,” ujarnya.














