Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / EKONOMI / HUKUM / KOTA PADANG / NASIONAL / SUMBAR

Wednesday, 7 May 2025 - 11:22 WIB

Dari FGD Forkopimda Sumbar, Penyalahgunaan Narkotika Meningkat, Hingga April 2025 Tercatat 388 Kasus

Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Barat

Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Barat

Padang-SINYALNEWS — Peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) sudah sangat membahayakan karena menyasar semua kalangan. Tidak hanya kalangan remaja dan orang tua, tetapi juga anak-anak. Kondisi ini membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya bersifat represif, namun juga preventif dan berbasis sosial budaya.
Untuk itu, Pemprov Sumbar mengajak seluruh pihak untuk mengoptimalkan potensi kearifan lokal dalam menekan laju peredaran narkoba di Sumbar. Salah satu program yang tengah dikembangkan Pemprov Sumbar dan diharapkan dapat meminimalisir peredaran narkoba ini adalah program Nagari Hub.
“Melalui program Nagari Hub, kita lakukan pendekatan yang lebih menyentuh akar sosial masyarakat. Salah satunya adalah dengan menghidupkan kembali peran nagari sebagai benteng pertahanan sosial. Nagari Hub akan mengintegrasikan pencegahan narkoba dengan potensi lokal,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Barat, yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (6/5/2025).
FGD tersebut mengusung tema “Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba di Wilayah Sumatera Barat” itu, dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, instansi vertikal wilayah Sumbar, Kepa BNNP Sumbar, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, bupati/walikota se Sumbar, Kapolresta Padang, Kapolresta Bukittinggi, Kapolres Pasaman, Kapolres Lima Puluh Kota, Kapolres Dharmasraya.
Selain itu juga hadir para Kepala OPD terkait di lingkup pemprov dan kabupaten/kota se Sumbar, ketua lembaga keagamaan dan adat yang turut memberikan masukan strategis terkait penguatan sinergi dalam pemberantasan narkoba di wilayah Sumbar.
Ditambahkan Mahyeldi nagari sebagai pemerintahan terdepan di Sumbar memiliki kekuatan budaya dan sosial yang bisa dimaksimalkan untuk membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba.
Sementara Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta M.Si., CSFA mengatakan, jumlah kasus penyalahgunaan narkotika di Sumbar hingga kondisi April 2025 ini tercatat 388 kasus, dengan terduga pelaku sebanyak 499 orang (479 laki-laki dan 20 orang perempuan). Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Kapolda menegaskan dalam pemberantasan narkoba pihaknya tanpa kompromi. Menurutnya itu penting, karena peredaran narkoba telah kian masif, khususnya di daerah perbatasan.
“Kami tidak main-main dalam pemberantasan peredaran narkoba ini. Bahkan kita sudah petakan, ada 523 titik yang kita nilai sebagai daerah rawan dan terus kita pantau,” tegasnya. (adpsb/devi)

Baca Juga :  Oknum Polisi Berlaku Kasar Terhadap Wartawan Saat Meliput Razia Kendaraan

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Itra Susanto (Ketua KANINDO) Silaturahmi dengan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat.

BERITA

Pastikan Tepat Sasaran, Babinsa Karangjati Blusukan Lokasi Usulan Pembangunan

BERITA

Pengamanan Humanis Personel Polres Pekalongan Kawal Aksi Massa PSP SPN PT. Pismatex di DPRD

ARTIKEL

Kadis Pendidikan Sumbar Buka Sosialisasi internal Sertifikasi Kompetensi Keahlian Perhotelan dan Tata Boga

BADAN NEGARA

Sambut Tuanku Raja Besar Negeri Sembilan, Gubernur Mahyeldi Yakin Hubungan Sumbar-Malaysia akan Semakin Kokoh

BADAN NEGARA

Peresmian Penggunaan Air Bersih Program TNI AD Manunggal Air

ARTIKEL

BBTC Balai Baru Kuranji Sambut Ketum KONI Kota Padang dan Ketum Pengkot PSTI Kota Padang

BERITA

Sumbar Terima 21 Sertifikat Warisan Budaya tak Benda dan 2 Sertifikat Cagar Budaya Nasional 2023 dari Kemendibudristek RI