PADANG |SINYALNEWS.COM – Kepedulian masyarakat untuk memeriksakan mata masih kurang. Salah satunya karena kecemasan terhadap proses pengobatan, apalagi bila harus dioperasi. Padahal, dengan teknologi saat ini proses operasi seperti katarak sudah sangat mudah, bahkan prosesnya bisa selesai dalam 30 menit.
Hal ini diungkapkan Ns, Beniara, S.Kep, M.Kes disela-sela pemeriksaan mata gratis para pelajar SDN 21 Parak Kopi, kec Padang Utara, kota Padang, Jumat (2/8/2024). 
“Kebiasaan buruk anak-anak menggunakan telepon seluler terlalu lama juga berpotensi meningkatkan tekanan bola mata, sehingga bisa terkena penyakit glukoma. Karena itu anak-anak seharusnya juga harus rutin memeriksa kesehatan mata” ucap Beniara.
Atas dasar itu kata Beniara, lahirlah ide untuk menciptakan inovasi yang diberi nama inovasi “Amal Jariah
Ayo Mari Lakukan Penjaringan Penyakit Mata Anak di Sekolah. Tujuannya untuk Mendeteksi Dini Penyakit Mata Anak.
Pemeriksaan mata gratis pelajar SD 21 Parak Kopi ini terselenggara atas kerjasama antara Balai Kesehatan Indera Masyarakat, Puskesmas Alai serta Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unand Padang.
Sementara Kepala Puskesmas Alai Drg, Yenni, jumlah siswa SD 21 yang diperiksa kesehatan matanya berjumlah 128 orang. “Dari jumlah tersebut, 40 orang kita rujuk ke BKIM Sumbar” ujar Drg, Yenni.
Menurut Yenni, apa yang digagas oleh ibu Beniara dan tim melalui inovasi “Amal Jariah” benar-benar sangat membantu masyarakat yang ekonominya lemah. “Saya yakin inovasi Amal Jariah akan menjadi inovasi unggulan dan mampu meraih penghargaan pada IGA Award seperti Inovasi “Masuk Surga” yang sudah meraih penghargaan sebelumnya” tuturnya.
(Marlim)














