MANAJEMEN QALBHU SINYALNNEWS. COM – Apakah kita beriman atau tidak, apakah kita melaksanakan shalat atau tidak, sudah haji atau belum, puasa Senin Kamis atau tidak, tahajud/dhuha dan ngaji rutin atau tidak, dan sebagainya yang berhubungan dengan ibadah pribadi kita dengan Allah SWT, itu semua TIDAK DIPERLUKAN oleh teman, tetangga dan bahkan keluarga terdekat kita sekali pun
It has nothing to do with them
Apa yang mereka butuhkan dari kita adalah SIKAP, PRILAKU dan TINDAKAN kita yang mencerminkan buah dari iman kita. Jadi rasanya kita tidak perlu menunjukkan kepada siapa pun seberapa saleh kita pada Allah SWT
Jika bisa, rahasiakan hubungan istimewa Anda denganNya karena kadang atau bahkan seringkali terbersit keinginan kita untuk me-nunjuk²kan kesalehan kita padahal itu sama sekali tidak dibutuhkan oleh orang lain dan justru akan menggugurkan kedekatan kita pada Allah SWT. Gak penting² amat.
Sebaliknya, kita justru harus menunjukkan sikap, prilaku dan tindakan kita yang Islami dan berlandaskan akhlaqul karimah pada orang² di sekitar kita. Itu yang mereka butuhkan dari kita. Anak, keluarga, teman, tetangga, dan siapa saja yang kita temui perlu mendapatkan manisnya BUAH IMAN kita.
Iman itu seharusnya sesuatu yang Anda yakini, sampaikan dan lakukan. Jadi jika Anda selalu berbuat baik pada orang lain, tidak peduli beragama apa pun Anda atau bahkan tidak beragama sekali pun, maka itu berarti Anda mengimani perbuatan baik bagi orabg lain
Sebaliknya, jika Anda selalu melontarkan kebencian pada orang² tertentu, maka sebenarnya itulah yang Anda imani. Anda percaya bahwa, itulah yag baik menurut Anda. Seperti kata Gus Dur, “Jika engkau berbuat baik maka org tdk akan bertanya apa agamamu”
Seperti sabda Nabi,
“Se-baik² manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lain)”.
Sebaliknya Islam sangat mencela seseorang yang berbuat keburukan terhadap orang lain. Rasulullah bersabda,
“Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang dihindari oleh manusia, karena takut kejelekannya”.
(HR Muslim)
Dalam hadits tersebut Nabi SAW mengkategorikan orang yang dihindari org lain, karena kekejiannya sebagai manusia yang paling buruk. Artinya, orang yang tidak peduli terhadap orang lain, bersikap negatif dan berperangai buruk terhadap orang lain merupakan manusia terburuk di muka bumi, meski pun ia adalah ahli ibadah
Jadi simpan saja agama dan kesalehanmu untk dirimu sendiri, tapi bagikanlah buah dan keindahan dari keimananmu pada semua orang di sekitarmu.
(Tb Mhd Arief Hendrawan)















