Teks foto :
1. Caleg DPRD Tanah Datar, Yanti Elvita, SE peduli masa depan ana-anak.
Padang, Sinyalnews.com – Belakangan ini, orangtua sangat khawatir dengan perkembangan anak-anaknya. Para belia ini seakan tak mau lepas dari benda pintar yang lazin disebut handphone. Benda itu tak bisa jauh darinya. Bahkan, saat bangun tidur yang langsung dipegang anak-anak ini adalah handphone. Kalau sudah asik bermain gadget atau gawai, maka orangtua memanggil pun tak dihiraukan.
Hal itu teramat sering didengar Yanti Elfita, SE, caleg Partai Golkar untuk DPRD Tanah Datar. Setiap ibu-ibu yang ditemuinya di lapangan saat bersosialisasi selalu mengeluh, tak tahu apa yang harus dilakukannya. Karena telah berulang kali mengingatkan anak-anaknya untuk mengurangi bermain gawai, tetapi tidak ada perubahan.

2. Caleg DPRD Tanah Datar, Yanti Elvita perjuangkan silat jadi ekskul di sekolah.
“Para orangtua itu benar-benar hilang akal dengan ulah anak-anaknya. Kalau handphone nya diambil, tidak bisa pula karena informasi belajar dan bahan pelajaran mereka ada di grup whatsapp,” ujar caleg nomor urut 8, Dapil 1 meliputi Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Gantiang dan Tanjuang Ameh ini.
Karena itu, lanjut wanita pengusaha ini, jika dia diamanahkan menjadi wakil rakyat nanti maka Yanti akan mengaktifkan olahraga bela diri silat atau dalam bahasa Minang disebut silek sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di sekolah baik tingkat SD maupun SMP. Anak-anak diharapkan dapat menghabiskan waktunya di luar sekolah dengan kegiatan positif, seperti ikut bela diri silat ini.
“Silat ini adalah salah satu seni bela diri tradisional khas Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Kini, kita akan giatkan lagi bela diri silat ini untuk anak-anak kita seingga mereka memiliki kegiatan positif dan bermanfaat,” kata Yanti yang juga pengurus Pelestari Olah Raga Tradisional (Potina) Sumbar ini.
Dijelaskan Yanti, setiap nagari di Ranah Minang ini memiliki tempat belajar silat atau dinamakan juga sasaran silek yang dipimpin seorang guru, namanya Tuo Silek. Namun seiring perkembangan zaman, tak banyak sasaran silek yang benar-benar aktif karena anak-anak milenial ini sepertinya kurang tertarik menekuni olahraga bela diri silat. Selain itu, sarana pendukung untuk olahraga ini, seperti seragam, matras dan lainnya juga sudah tak lengkap.
“Ke depan, jika silat dijadikan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah maka kami siap untuk melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan. Dan kami juga berharap dukungan dari para Tuo Silek di daerah ini serta segenap pihak terkait lainnya,” ujar Yanti yang juga pengurus Dekopinwil Sumbar ini.
Ditambahkan Pembina ULD Tanah Datar ini, mengaktifkan bela diri silat sudah diterapkan oleh Partai Golkar di Padang dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam melestarikan seni tradisi terutama silat. Dengan dukungan penuh pengurus partai berlambang pohon beringin, hasilnya dapat dilihat saat ini, anak-anak aktif berlatih silat.
“Dengan adanya hal ini, kita berharap kegundahan para orangtua melihat anak-anaknya candu main handphone dapat berkurang, karena sang anak sudah memiliki kegiatan prositif. Bahkan jika dilakukan dengan serius bisa saja mengukir prestasi gemilang,” ujar Wakil Ketua Alhidayah Padang ini.
Rekannya sesama caleg Partai Golkar dari Dapil Kota Padang untuk DPRD Sumbar, Devi Diany, SH, MH memberikan dukungan kepada Yanti untuk semangatnya karyakan diri untuk nagari. Tak banyak caleg perempuan yang berjuang dan berupaya maksimal untuk lolos ke parlemen. Sebab tak dipungkiri sebagian hanya untuk memenuhi kuota keterwakilan perempuan.
“Perjuangan Yanti sungguh luar biasa. Dia kader andalan Partai Golkar dan berpengalaman sebagai politisi. Juga bukan pertama baginya maju sebagai caleg. Semoga Pileg 2024, Yanti lolos dan menjadi wakil rakyat,” katanya. (unni)














