Home / BADAN NEGARA / BERITA / BUDAYA / BUMN / DAERAH / KEMENTERIAN / MAKANAN / NASIONAL / PERISTIWA

Wednesday, 19 July 2023 - 06:26 WIB

Dalam Eksepsinya, PH Terdakwa Sebut Perkara Ini di Paksakan

PADANG.SINYALNEWS.com,- Penasihat Hukum (PH) terdakwa Budiman (58) yang diduga melakukan pemalsuan terhadap surat-surat kendaraan, mengajukan nota keberatan surat dakwaan penuntut umum (eksepsi).

Menurut PH terdakwa yaitu Asnil Abdillah SH, Starjaya,SH, Ruby Zairul Hermando SH, dan Nasrul, SH, dalam eksepsi setebal 12 halaman dikatakan, surat dakwaan dalam perkara ini harus dibatalkan dan tidak dapat diterima. Selain itu, surat dakwaan penuntut umum tidak jelas dan tidak lengkap sebagaimana terdapat pada pasal 143 (2) huruf b KUHAP.

“Penuntut umum tidak cermat dalam menguraikan peristiwa hukum dalam surat dakwaan, karena pengembalian BPKP tersebut tidak menimbulkan kerugian pada PT.Andalas Bara Sejahtera (ABS). Sebaliknya justru membebaskan BPKB tersebut sebagai jaminan hutang ABS,” katanya, saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Kelas IA Padang,Selasa (18/7).

Dikatakannya, perkara yang didakwakan kepada terdakwa sekarang ini sangat mengada-ada dan sangat dipaksakan.

Baca Juga :  SLBN 1 Sungai Pagu Gelar Kegiatan Berbasis Kearifan Lokal Budaya dengan Tema "Manjalang Mintuo"

“Karena sesungguhnya tidak ada perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa, terkait dengan pengembalian BPKP mobil,”sebutnya.

PH terdakwa Budiman menuturkan, bahwa kerugian yang dialami PT.ABS sebesar Rp130.000.000, sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan penuntut umum adalah sangat prematur dan mengada-ada.

“Karena ternyata di dalam surat dakwaan tidak ada laporan tahunan PT.ABS sebagaimana dimaksud pasal 66 (2) huruf a undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas,”tandasnya.

PH terdakwa juga menyebutkan, perkara yang didakwakan adalah masalah perdata.

“Mengabulkan eksepsi PH terdakwa, menyatakan dakwaan penuntut umum batal demi hukum atau dakwaan penuntut umum register perkara: No.REG.PDM-466/Eku.2/Pdg/06/2023/ tanggal 27 Juli 2023 tidak dapat diterima,”

“Melepaskan terdakwa dari tahanan, memulihkan hak dalam kemampuan kedudukannya serta harkat martabat dan menghukum negara membayar biaya yang ditimbulkan dalam perkara,”sambungnya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 641/Bru Laksanakan Yankes Keliling Bagi Warga Distrik Bolakme, Papua

Menanggapi eksepsi PH terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat Dewi cs, akan menanggapi secara tertulis.

Sebelum sidang ditutup, terdakwa Budiman kembali mengajukan permohonan penangguhan penahanan, dengan alasan kesehatan dan tengah mengambil program studi S3.

Namun majelis hakim meminta terdakwa untuk, melengkapi administrasinya. Sidang yang diketuai oleh Eka Prasetya Budi Dharma, menunda sidang pekan depan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) provinsi Sumbar, terdakwa melakukan pemalsuan surat surat kendaraan yang mengakibatkan PT. Andalas Bara Sejahtera (ABS) mengalami kerugian sebesar Rp130.000.000.

“Perbuatan terdakwa sebagai mana diatur dalam pasal 263 ayat 1 KUHP, subsider 263 ayat 2 KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi saat membacakan dakwaannya kemaren.

Share :

Baca Juga

BERITA

Ramadhan Berbagi, Koramil 02/Timika Bagikan Takjil Pada Yayasan Yatim Piatu Baitulrosul

ARTIKEL

Kegaduhan Tengah Malam di Cilacap Selatan Disertai Tembakan Benda Mirip Pistol, Dua Pemuda Ditangkap

BERITA

Buka Seminar Perhorti, Gubernur Mahyeldi Pastikan Riset dan Inovasi Hortikultura Penting demi Kesejahteraan Petani Sumbar

ARTIKEL

Jadikan ASN Sebagai Panggilan Jiwa, Bekerja Untuk Ibadah

ARTIKEL

Irjen TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Irben Itjen TNI

BERITA

Sabuk Hitam Judo Bagi Kapolri, Hadiah Lain Kala Hari Bhayangkara Ke-77

BERITA

Dalam Rangka Stabisasi Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2023, TPID Pasaman Barat Tinjau Sejumlah Pasar

BERITA

Rektor UNP Berduka. Ibunda Tercinta Berpulang ke Rahmatullah