Home / BADAN NEGARA / BERITA / DAERAH / EKONOMI / NASIONAL / PERISTIWA

Saturday, 10 June 2023 - 10:18 WIB

Indonesia Memasuki Musim Kemarau BMKG Himbau Masyarakat Hemat Penggunaan Air

Padang, Sinyalnews.com,- Berdasarkan analisis BMKG, sebesar 28 persen atau 194 zona musim wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau, termasuk DKI Jakarta.

Wilayah tersebut meliputi Aceh bagian timur, Sumatera Utara bagian timur, Riau bagian timur, Bengkulu bagian selatan, Lampung bagian selatan, Banten bagian utara, DKI Jakarta, Jawa Barat bagian utara.

Kemudian, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, NTB, dan NTT, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Kepulauan Maluku, serta sebagian Maluku Utara.

Untuk itu, BMKG mengimbau semua pihak untuk menghemat penggunaan air karena Indonesia masuk musim kemarau. “Pada semua pihak dimohon untuk melakukan penghematan penggunaan air, kalau masih ada hujan turun di beberapa wilayah mohon segera dipanen, beberapa kelompok di daerah yang sudah melakukan panen hujan mohon terus dilakukan,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers perkembangan El Nino yang diikuti secara daring di Jakarta, dilansir Sinyalnews.com Selasa (6/6/2023).

Baca Juga :  Kodim 1710/Mimika Gelar Sholat Idul Adha 1445 H

“Belum seluruhnya memasuki musim kemarau, namun segera nanti di bulan Juli, Agustus, September, itu akan semakin bertambah wilayahnya,” tuturnya.

Dwikorita kemudian menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi wilayah Indonesia mengalami kemarau yang akhirnya berdampak pada kekeringan, yakni adanya dua fenomena iklim yang terjadi secara bersamaan, yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

“Dampak dari kedua fenomena tersebut, makin berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, bahkan sebagian wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan akan lebih kering di bawah normalnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Anak Muda Profesional di Rantau Merawat Kesenian Tradisi Randai Minangkabau

Ia mengemukakan, El Nino dikontrol oleh suhu muka air laut di wilayah Samudra Pasifik, sedangkan IOD dikontrol oleh suhu muka air laut di wilayah Samudera Hindia.

“Dua fenomena itu pernah terjadi bersamaan pada tahun 2019. Keduanya pada saat ini mengarah pada kondisi yang mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi lebih kering, jadi keduanya saling menguatkan kondisi tersebut,” katanya.

Dwikorita memprediksi dampak yang sama seperti pada 2019, itu bakal terjadi mulai semester kedua 2023.

“Maka seluruh pihak mohon lebih gencar melakukan langkah antisipasi pada daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami kondisi kering atau curah hujan dengan kategori rendah yang dapat memicu kekeringan dan karhutla ataupun dampak lanjutnya,” kata Dwikorita.

(Marlim)

 

Share :

Baca Juga

BERITA

SesakNafas Saat Padamkan Kebakaran, Pak Cayo Dievakuasi Pak Bhabin  

BERITA

Panglima TNI Bagikan 300 Paket Sembako Untuk Pesantren dan Masyarakat

BADAN NEGARA

Guna Tingkatkan Hasil Panen, Babinsa Kodim Batang Bersihkan Gulma Dilahan Tanaman Cabai

BERITA

Jadi Syarat Penerbitan Visa, Jemaah Calhaj Wajib Rekam Biometrik  

BERITA

Jambret Handphone, Residivis Asal Pemalang Diciduk Polisi

BERITA

Kota Padang Panjang Bergetar oleh Luka Dunia Pendidikan

BERITA

Pemprov Sumbar Gelar Discover West Sumatera di Lobi Hotel Borobudur Jakarta 

BERITA

*Meriahkan HUT TNI Ke 78, Yonkav 5/DPC Gelar Donor Darah, Baksos Dan Pengobatan Gratis*