PADANG, SINYALNEWS.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., MA, memberikan pembekalan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan kepada 26 calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar, Mesir, Tahun Ajaran 2026–2027.
Kegiatan yang dirangkai dengan pelepasan calon mahasiswa tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Kampus Ar-Risalah, Koto Tangah, Kota Padang. Yasril didampingi Kepala Seksi Pendidikan Pondok dan Pesantren, Aris Junaidi, S.Ag.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Islam yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam arahannya, Yasril menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Perbedaan pemahaman, pandangan, maupun praktik keagamaan, menurutnya, harus disikapi secara bijaksana dan tidak dijadikan alasan untuk mempertajam perselisihan.
Ia mengingatkan bahwa kedalaman ilmu agama harus berjalan seiring dengan kematangan sikap dan keluhuran akhlak. Para mahasiswa diharapkan mampu berdialog secara santun, menghargai perbedaan, serta mengedepankan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mahasiswa harus memiliki pemahaman agama yang kuat, sikap toleran, dan kemampuan menyikapi perbedaan secara bijaksana. Jangan sampai perbedaan justru menjadi sumber perpecahan,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembekalan tersebut.
Selain moderasi beragama, Yasril juga mengingatkan para calon mahasiswa agar senantiasa menjaga identitas dan jati diri bangsa selama menempuh pendidikan di Mesir.
Menurutnya, 26 calon mahasiswa tersebut tidak hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga merepresentasikan Indonesia di lingkungan internasional. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tetap menjadi pegangan.
Wawasan kebangsaan tersebut penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan karakter sebagai Muslim Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan, perdamaian, dan penghormatan terhadap sesama.
Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Perdamaian
Lebih lanjut, Yasril mendorong para calon mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Universitas Al-Azhar dengan sebaik-baiknya. Mereka diharapkan memperdalam ilmu agama, memperluas cakrawala berpikir, serta meningkatkan kapasitas intelektual dan kualitas kepribadian.
Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh paham ekstrem maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Dengan bekal ilmu dan moderasi beragama, para mahasiswa diharapkan kelak menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan pemahaman Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Ar-Risalah, H. Aslam Hadi, Lc., M.Pd., serta para guru MAS Ar-Risalah. Pembekalan dan pelepasan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kesiapan para calon mahasiswa sebelum memulai perjalanan akademik di luar negeri.
Sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, keluhuran akhlak, dan tanggung jawab kebangsaan.
Penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan tersebut juga sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan serta peningkatan kualitas kehidupan beragama.
Melalui pembekalan ini, Yasril berharap seluruh calon mahasiswa Al-Azhar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, menjaga nama baik Indonesia, serta kembali membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi kemajuan umat.
Pendidikan di luar negeri, dengan demikian, bukan sekadar jalan meraih cita-cita pribadi, melainkan juga kesempatan untuk mempersiapkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, toleran, cinta tanah air, dan mampu memperkuat persatuan bangsa.
HarisTJ














