Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 31 August 2026 - 23:36 WIB

Ketika Suami Merias Istri dan Tangis Menjadi Bagian dari Perayaan Kemerdekaan

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Kuas bedak dan lipstik tampak berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Sejumlah pria yang sehari-hari bergelut dengan pekerjaan dan urusan pemerintahan, kali ini mendapat tugas yang tak biasa: merias wajah istri mereka sendiri.

Ada yang tampak yakin. Ada pula yang berhati-hati menentukan sapuan kuas dan warna lipstik. Tawa beberapa kali pecah ketika hasil riasan mulai terlihat.

Pemandangan itu menjadi salah satu warna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Padang Panjang, Senin (31/8/2026).

Pada hari yang sama, di dua lokasi berbeda, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang menggelar sejumlah perlombaan. Mulai dari Solo Song dan merias wajah, hingga fashion show berbahan barang bekas, seni peran, drama, dan lomba menangis.

Rangkaian kegiatan tersebut dibuka Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri.

Di lingkungan DWP, perwakilan organisasi perangkat daerah bergantian tampil dalam lomba Solo Song. Panggung menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal sekaligus keberanian tampil di hadapan penonton.

DWP Dinas Perhubungan meraih juara I dalam perlombaan tersebut.

Suasana berbeda hadir dalam lomba merias wajah. Kali ini, para suami mengambil peran di depan meja rias.

Baca Juga :  Laksma TNI (Purn) Hargianto. SE.MM.M.Si (Han) Siap Wakafkan Diri Untuk Masyarakat Sumbar

Para kepala perangkat daerah dan perwakilan OPD mendapat tantangan untuk merias wajah istri masing-masing. Peralatan kosmetik yang mungkin tidak akrab dengan keseharian mereka menjadi bagian dari perlombaan.

Ketelitian dan kreativitas diuji. Namun, keseruan justru muncul dari prosesnya.
DWP Dinas Sosial PPKBPPPA meraih juara I dalam lomba merias wajah.

Sementara itu, di lokasi berbeda, kader PKK dari berbagai kelurahan menghadirkan bentuk perayaan yang tak kalah menarik.

Dalam fashion show berbahan barang bekas, benda-benda yang tak lagi digunakan diolah menjadi busana untuk ditampilkan di atas panggung. Peserta memadukan kreativitas dalam memilih bahan dengan keberanian saat membawakan hasil karya.

Perlombaan itu memperlihatkan bahwa bahan sederhana dapat memperoleh bentuk baru ketika diolah dengan imajinasi.

Kemeriahan berlanjut melalui lomba seni peran dan drama. Namun, satu perlombaan lain menjadi perhatian karena keunikannya: lomba menangis.

Di tengah suasana yang dipenuhi tawa, peserta justru ditantang menampilkan ekspresi kesedihan. Tangis menjadi bagian dari kemampuan menghayati peran dan mengekspresikan emosi.

Berbagai perlombaan tersebut diikuti dengan antusias. Bukan semata untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi anggota DWP, kader PKK, dan keluarga besar Pemerintah Kota Padang Panjang.

Baca Juga :  Kisruh di BKIM Memasuki Babak Baru RWP Somasi Yesi Yusdeni Melalui Jasa Pengacara

Maria Feronika Hendri mengatakan, kebersamaan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Yang paling penting bukan hanya menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menikmati kebersamaan, saling mendukung dan terus menjaga kekompakan,” ujarnya.

Di tengah rutinitas masing-masing, perlombaan memberi ruang bagi para peserta untuk tampil dalam suasana yang berbeda. Ada yang bernyanyi, ada yang mencoba keterampilan baru, ada pula yang mengolah barang bekas menjadi busana.

Di dua lokasi berbeda, kegiatan itu bertemu dalam satu semangat yang sama: merayakan kemerdekaan melalui kreativitas dan kebersamaan.

Suami yang biasanya tidak berada di depan meja rias, hari itu mencoba merias istrinya.

Barang-barang yang tak lagi digunakan berubah menjadi busana.

Sementara tangis, yang lazimnya hadir dalam suasana haru, menjadi bagian dari sebuah perlombaan.

Perayaan kemerdekaan di Padang Panjang hari itu pun menemukan caranya sendiri untuk menjadi meriah.

Tidak hanya melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui keberanian untuk tampil, kreativitas untuk mencipta, dan kebersamaan untuk saling menguatkan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

PJ WALIKOTA PADANG BUKA RAKER IKASMANLI PADANG

BERITA

Di Tengah Jeritan Tagihan Air, DPRD Padang Panjang Minta Kenaikan Tarif PDAM Ditunda

BERITA

Silaturahim Ketua Umum PTMSI Sumbar ke PTM Parewa Indarung

ARTIKEL

Gandeng Batik Salingka Nagari, SLBN 1 Kubung Gelar Pelatihan Membatik

BERITA

Babinsa Sertu Tofik Hadiri Kelas Ibu Dan Balita Didesa Karangjati

ARTIKEL

Disperindag Sumbar Canangkan ASN BerAKHLAK

ARTIKEL

Jelang Ramadhan 1444 H, Warga RT 01/RW 02 Lubuk Lintah Gelar Balanjuang Basamo

ARTIKEL

Upaya Optimalkan Transisi PAUD-SD, Dindik Fasilitasi Konseling Orang Tua ABK