PadangPanjang.Sinyalnews.com-Suasana malam di lapangan DBOX Mini Soccer terasa berbeda. Lampu-lampu stadion kecil itu memantul di rumput sintetis, sementara sorak penonton yang memadati sisi lapangan menambah panasnya partai final Turnamen Mini Soccer Ramadan Series 1 yang digelar oleh Nagura.
Dua tim terbaik akhirnya bertemu di laga puncak: Manyala melawan Dillaraf. Pertandingan yang dimainkan dengan durasi 20 menit per babak itu berlangsung keras sejak menit pertama. Kedua tim tampil agresif, saling menyerang dengan ritme cepat, seakan tak ingin kehilangan momentum di laga penentu.
Babak pertama berjalan ketat. Serangan demi serangan bergantian dilancarkan, namun pertahanan kedua tim masih mampu menahan gempuran. Hingga akhirnya pada menit ke-17, drama terjadi. Salah satu pemain Dillaraf melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, wasit Riki menunjuk titik putih.
Ibnu Mareza yang dipercaya sebagai eksekutor tampil tenang. Dengan satu sepakan terukur, ia berhasil mengecoh penjaga gawang Dillaraf. Bola bersarang di jala gawang, dan skor berubah menjadi 1–0 untuk Manyala hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan justru semakin meningkat. Dillaraf yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangan. Namun kokohnya lini pertahanan Manyala yang dikomandoi Ibnu Mareza membuat setiap upaya serangan kerap kandas sebelum berbuah peluang berbahaya.
Pada menit ke-11 babak kedua, Manyala kembali mengguncang. Serangan yang dibangun dari lini tengah oleh Ibnu Mareza menghasilkan peluang emas. Tendangan keras dari gelandang Manyala sempat ditepis kiper Dillaraf, namun bola muntah langsung disambar Reva yang berdiri bebas di sisi kanan gawang. Gol pun tercipta. Skor berubah 2–0 untuk Manyala.
Keunggulan dua gol membuat Manyala semakin percaya diri. Aroma juara mulai terasa di lapangan kecil itu, seakan obor kemenangan sudah di depan mata di penghujung Ramadan.
Namun Dillaraf belum menyerah. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-18, serangan yang dibangun Tomi Rifka memaksa pemain Manyala melakukan pelanggaran di luar kotak penalti. Kesempatan emas itu dimanfaatkan dengan baik oleh Yerlan Satria.
Dengan tendangan bebas keras dan terarah, Yerlan berhasil merobek gawang Manyala yang dijaga Yogi. Bola meluncur deras melewati pagar hidup, memperkecil ketertinggalan menjadi 2–1.
Gol tersebut membuat tempo pertandingan semakin cepat. Kedua tim bermain lebih hati-hati namun tetap agresif mencari peluang. Hingga akhirnya wasit Riki meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Skor 2–1 bertahan untuk kemenangan Manyala. Tim Manyala pun resmi keluar sebagai Juara Turnamen Mini Soccer Ramadan Series 1.Manager Manyala Arie Item (Fikri Ikhsan) mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang tampil penuh semangat hingga menit akhir.
“Pertandingan final ini sangat berat. Dillaraf tim yang kuat dan disiplin. Tapi anak-anak Manyala bermain dengan hati dan kerja sama yang luar biasa. Alhamdulillah kami bisa menutup Ramadan ini dengan kemenangan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Dillaraf Feri Mer tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang telah berjuang hingga akhir. “Kami akui Manyala bermain sangat efektif. Walaupun kalah, saya bangga dengan perjuangan pemain. Ini jadi pelajaran untuk kami agar bisa tampil lebih baik di turnamen berikutnya,” katanya.
Ketua panitia turnamen Hariadi menyampaikan bahwa Ramadan Series ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar komunitas olahraga.
“Turnamen ini kami buat untuk menghidupkan semangat olahraga di bulan Ramadan sekaligus mempererat persaudaraan. Alhamdulillah antusiasme tim dan penonton sangat tinggi. InsyaAllah ke depan Ramadan Series akan terus kami lanjutkan,” ujar Hariadi.
Di penghujung malam yang penuh sorak dan tepuk tangan itu, Manyala akhirnya mengangkat trofi juara. Sebuah kemenangan yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.(Paulhendri)














