Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 15 March 2026 - 03:35 WIB

“Anak-Anak Itu Datang dengan Luka, Pulang dengan Pelukan.”

Screenshot

Screenshot

Padang Panjang.Sinyalnews.com-Sabtu siang (14/3/2026) di Aula Hotel Aulia, Kota Padang Panjang, suasana tiba-tiba berubah sunyi. Bukan karena acara berhenti, melainkan karena banyak mata mulai berkaca-kaca.

Seorang anak perempuan berjilbab putih memeluk erat sosok perempuan di hadapannya. Kepalanya disandarkan di bahu perempuan itu, seolah menemukan tempat pulang yang lama tak ia rasakan.

Perempuan itu adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri. Dalam kegiatan Yatim Fest bertajuk “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, ratusan anak yatim berkumpul. Mereka datang membawa cerita kehilangan, namun pulang dengan sesuatu yang lain: perhatian, pelukan, dan harapan.

Di tengah lantunan doa dan suara anak-anak yang saling bercerita, Ny. Maria Feronika berjalan dari satu anak ke anak lainnya. Ia menunduk, menggenggam tangan kecil mereka, sesekali memeluk dengan hangat. Tidak ada jarak antara pejabat dan anak-anak. Yang terlihat hanya seorang ibu yang sedang menenangkan hati-hati kecil yang pernah patah.

Baca Juga :  Viral Pria di Kedungwuni Nekat Bacok Warga yang Sedang Melintas di Jalan, Ini Penjelasan dari Polres Pekalongan

Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Imbral, bersama jajaran pemerintah kota, relawan dan masyarakat turut hadir menyaksikan momen yang membuat ruangan terasa lebih hangat dari biasanya.

Dalam sambutannya, Maria Feronika mengatakan, anak-anak yatim bukanlah anak-anak yang kehilangan masa depan.

“Di balik luka yang mereka rasakan, tersimpan kekuatan yang luar biasa. Dengan dukungan kita semua, anak-anak ini bisa tumbuh menjadi pribadi tangguh dan suatu hari menjadi pembawa cahaya bagi banyak orang,” ujarnya pelan, namun penuh keyakinan.

Bantuan bagi anak-anak yatim yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional Kota Padang Panjang juga diserahkan kepada panitia kegiatan. Namun, yang paling membekas bukanlah amplop bantuan itu. Yang paling diingat anak-anak adalah pelukan.

Baca Juga :  Tentra Israel Frustasi melawan Hamas, dan membombardir Rumah Sakit Palestina

Seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun, dengan suara lirih, berkata setelah menerima bantuan dan pelukan dari Maria Feronika.
“Senang sekali hari ini. Rasanya seperti dipeluk ibu sendiri. Kami merasa tidak sendirian lagi,” katanya sambil menunduk menahan haru.

Seorang anak perempuan lain yang masih menggenggam tangan temannya juga berbisik pelan,
“Terima kasih Ibunda Yatim… kami doakan Ibunda selalu sehat. Kami ingin jadi orang baik seperti yang Ibunda bilang.”

Di sudut aula, beberapa relawan terlihat menyeka air mata.
Barangkali benar: anak-anak itu datang dengan luka. Tapi sore itu, di aula kecil kota berhawa sejuk itu, luka-luka itu mulai dijahit perlahan,dengan sesuatu yang sederhana namun sangat berarti (Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Menag RI, Serahkan Piagam Penghargaan Kepada Wakil Walikota Padang

ARTIKEL

Ajak Hidup Sehat, Satgas Yonif 715/Motuliato Olahraga Bersama Dengan Masyarakat Puncak Jaya

BERITA

Kapolresta Cilacap Cek Rutan dan Layanan Publik Besukan Tahanan

BERITA

Tengsawer ’83 Berduka. Malaysianto Meninggal Dunia Dalam Usia 57 Tahun

ARTIKEL

KKN UIN WALISONGO POSKO-87 Tumbuhkan Keterampilan Lewat Pelatihan Design Di Era Serba Digital

ARTIKEL

Wapres Gibran Kunker ke Sumbar, Tinjau Aktivitas Belajar di Sekolah Rakyat

BERITA

Raih Harapan 1 Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional Pendidik MTsN 1 Kota Padang Harumkan Nama Madrasah

ARTIKEL

Kaskoopsud II Pimpin Upacara Pembukaan Pertandingan Olahraga Antar Satuan HUT Ke-79 TNI AU