PadangPanjang.Sinyalnews.com-Suatu masa, di terminal yang hiruk pikuk oleh suara klakson dan langkah para perantau, seorang pemuda muda berdiri menyaksikan lalu-lalang kehidupan. Di tempat itulah ia belajar satu hal: hidup rakyat kecil tidak pernah benar-benar mudah.
Pemuda itu adalah Mahdelmi, S.Sos Dt. Maninjun. Terminal bukan hanya tempat persinggahan baginya. Di sana ia melihat wajah-wajah lelah para pencari nafkah, pedagang kecil yang menunggu pembeli, dan para perantau yang membawa harapan pulang ke kampung. Dari denyut kehidupan itulah ia belajar memahami arti perjuangan.
25 tahun berlalu.
Langkahnya kemudian membawanya pulang ke kampung halaman. Di Nagari Koto Laweh, Kabupaten Tanah Datar, masyarakat memperdayainya, menjadi Wali Nagari. Jabatan itu bukan sekadar posisi administratif. Bagi Mahdelmi, nagari adalah tempat belajar memimpin,mendengar keluhan warga, menimbang kepentingan bersama, dan mencari jalan keluar dari persoalan masyarakat.
Dari nagari, jalannya berbelok ke politik yang lebih luas. Mahdelmi kemudian dipercaya menjadi anggota legislatif selama empat periode, dua periode di Kabupaten Tanah Datar, dan dua periode di Kota Padang Panjang. Dan kini jalan ke 3 prode yang ditempuhnya sampai 2029, Perjalanan yang panjang, bahkan bagi ukuran seorang politisi daerah.
Namun di balik angka empat periode itu, ada satu hal yang selalu melekat pada dirinya.
Ia dikenal sebagai sosok yang getol memperjuangkan nasib masyarakat Badarai,mereka yang hidup dari kerja keras sehari-hari,pedagang kecil, buruh, dan warga yang sering kali berada di pinggiran perhatian kebijakan.
Di ruang-ruang sidang dewan, suaranya lantang ,kerap membawa persoalan mereka.
Seorang politikus lokal di Padang Panjang bahkan menggambarkan sosoknya dengan kalimat yang sederhana namun dalam:
“Mahdelmi itu politisi yang lahir dari bawah. Ia tahu betul bagaimana hidup masyarakat kecil. Empat periode ia duduk di kursi dewan, dan sepanjang itu pula ia tak pernah berhenti membawa suara orang-orang Badarai,” ujarnya.
Kini perjalanan itu memasuki babak baru. Mahdelmi kembali dipercaya untuk kedua kalinya memimpin DPD Partai Golkar Kota Padang Panjang. Surat keputusan kepemimpinan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, Helmi Moesim, didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar, Andi Mastian, di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat.
Di sampingnya berdiri jajaran pengurus daerah, Sekretaris DPD Golkar Padang Panjang Noviendy, SE, dan Bendahara Nenni, ST. Bagi Mahdelmi Dt. Maninjun, pohon beringin bukan sekadar lambang partai. Ia adalah simbol tempat berteduh,tempat rakyat kecil berharap ada yang berdiri membela mereka.
Dan dari perjalanan panjang yang dimulai dari terminal itu, Mahdelmi membuktikan satu hal sederhana., politik bisa tumbuh dari bawah,
dari mereka yang tak pernah lupa kepada siapa suara harus dibela.(paulhendri)













