PadangPanjang.Sinyalnews.com-Langkah itu akhirnya resmi diambil.Hendri Arnis menunjuk Wita Desi Susanti sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, mengisi posisi yang ditinggalkan Sonny Budaya Putra . Yang juga wmantan plt Walikota PadangPanjang, kini mengemban amanah di Inspektorat Kota Padang.
Bagi banyak kalangan, ini bukan keputusan yang mengejutkan. Namun di balik penunjukan itu, terselip pesan kuat.birokrasi butuh tangan berpengalaman, bukan sekadar nama.
Wita bukan sosok baru dalam tubuh Pemerintah Kota Padang Panjang. Lahir 23 Desember 1974, ia tumbuh dari rahim pendidikan dan disiplin. Ia adalah putri Batius, guru dikenal, guru kawakan STM Padang Panjang yang menutup pengabdiannya jadi Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat. Dari rumah seorang pendidik itulah, Wita ditempa dalam nilai ketegasan, kerja keras, dan integritas.
Kariernya bukan karier instan. Ia pernah memimpin Dinas Perkim, dipercaya sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan), hingga menjabat Kepala Dinas PUPR. Jabatan demi jabatan ia lalui dengan satu karakter yang konsisten.bekerja senyap, tetapi terukur.
Di ruang birokrasi, Wita dikenal loyal pada pimpinan, memahami teknis pemerintahan, dan piawai menjaga komunikasi lintas sektor. Itulah sebabnya, ketika kursi Setdako kosong, namanya menjadi satu-satunya usulan.
Walikota Hendri Arnis tak menampik hal itu. Ia menyebut penunjukan Wita adalah langkah strategis untuk menjaga ritme pemerintahan tetap stabil.
“Saya butuh sosok yang tidak perlu lagi beradaptasi lama. Bu Wita paham karakter birokrasi dan denyut masyarakat Padang Panjang. Pengalamannya lengkap, loyalitasnya teruji. Ini soal menjaga pemerintahan tetap berjalan kuat dan terarah,” tegas Hendri.
Baginya, jabatan Plh Setdako bukan sekadar administratif.
“Setdako itu jantung birokrasi. Koordinasi lintas OPD harus solid. Saya percaya Bu Wita mampu memastikan mesin pemerintahan tetap disiplin dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Penunjukan ini juga menjadi simbol penting: bahwa perempuan dalam birokrasi bukan lagi sekadar pelengkap struktur, melainkan pengambil keputusan di pusat kendali.
Kini, di tengah tantangan tata kelola pemerintahan, isu pendidikan yang menjadi sorotan, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Wita memikul tanggung jawab besar. Namun bagi mereka yang mengenalnya, ia bukan tipe pejabat yang gentar oleh tekanan.
Ia dibesarkan oleh disiplin seorang guru.
Ia ditempa oleh pengalaman panjang birokrasi.
Dan kini, ia dipercaya menjaga jantung pemerintahan kota.
Perempuan itu bernama Wita Desi Susanti. Ia tidak datang membawa sensasi.Ia datang membawa rekam jejak.(paulhendri)














