PadangPanjang.Sinyalnews.com- Pagi itu, Lapangan Bancalaweh tidak sekadar menjadi tempat apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Padang Panjang. Di bawah langit awal tahun 2026, lapangan tersebut menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru pemerintahan. Untuk pertama kalinya, pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dilaksanakan di ruang terbuka, dirangkai langsung dalam apel perdana ASN, Senin (5/1/2026).
Tidak ada dinding yang membatasi, tidak pula tirai kekuasaan yang menutup pandangan. Pelantikan 10 pejabat eselon II itu berlangsung terbuka, disaksikan ribuan ASN yang berdiri tegap di lapangan. Sebuah pilihan simbolik yang sarat makna, seakan menegaskan falsafah Minangkabau: basuluah jo matohari, bagalangang jo mato urang banyak, bahwa setiap amanah harus diterangi cahaya kebenaran dan dijalankan di hadapan banyak mata, agar tetap lurus dan bertanggung jawab.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut. Langkah ini menjadi penanda awal komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong kinerja birokrasi yang lebih terbuka, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Adapun 10 pejabat eselon II yang dilantik masing-masing adalah I Putu Venda sebagai Asisten Pemerintahan Setdako, Ferino Romiko sebagai Inspektur Daerah, Zetrial sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Zia Ul Fikri sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).
Selanjutnya Delfianto sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), Busmar Chandra sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), drh. Varia Warvis sebagai Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispantan), Januardi sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Harry Rizka Perdana sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta dr. Sonya sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).
Di hadapan barisan ASN dan di bawah langit terbuka, sumpah jabatan diucapkan. Kata demi kata mengalir tegas, menggema di Lapangan Bancalaweh, seakan mengikat bukan hanya para pejabat yang dilantik, tetapi juga harapan masyarakat Padang Panjang yang menunggu pelayanan publik yang lebih cepat, lebih bersih, dan lebih manusiawi.
Dalam amanatnya, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bagian dari penyegaran organisasi dan upaya memastikan roda pemerintahan berjalan optimal, efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pelantikan ini adalah amanah dan tanggung jawab besar. Saya berharap para pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, menunjukkan kinerja nyata, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan bukan kehormatan pribadi, melainkan ladang pengabdian yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Apel perdana ASN yang dirangkai dengan pelantikan ini pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan awal tahun. Ia menjelma sebagai pesan moral: bahwa pemerintahan di Padang Panjang hendak dijalankan dengan keterbukaan, kejujuran, dan keberanian. Sebab amanah yang disuluhi matahari dan digalanggangkan di hadapan banyak mata, akan selalu dituntut untuk tetap lurus,demi kepentingan masyarakat dan masa depan kota.(paulhendri)














