PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di tengah padatnya agenda persidangan dan tuntutan pekerjaan yang tak pernah berhenti, para hakim Pengadilan Negeri Padang Panjang membuktikan bahwa toga yang mereka kenakan bukan hanya simbol keadilan,tetapi juga simbol kemanusiaan. Kamis siang itu, langkah mereka terarah menuju Batu Taba, salah satu posko penanganan korban banjir bandang dan tanah longsor di Malalo, Tanah Datar.
Kedatangan rombongan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Cabang Pengadilan Negeri Padang Panjang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Padang Panjang, Petra Jeanny Siahaan, SH., MH bersama para hakim lainnya. Di tengah kesibukan persidangan yang padat, mereka meluangkan waktu untuk hadir membawa dukungan bagi warga yang tengah dirundung duka.
Sesampainya di posko bantuan Batu Taba, Ibu Petra menyerahkan secara langsung paket bantuan kepada Asisten I Pemkab Tanah Datar. Bantuan tersebut meliputi sembako,beras, minyak, mi instan, susu, gula,serta kebutuhan anak-anak, bayi, dan ibu, yang saat ini sangat dibutuhkan para pengungsi.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa empati. Semoga ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Petra Jeanny Siahaan dengan ketulusan yang terasa dalam suaranya.
Kehadiran IKAHI di tengah suasana penuh keprihatinan itu memberikan semangat baru bagi para petugas posko dan warga. Bahkan dari kalangan praktisi hukum, apresiasi besar turut mengalir.
Pemerhati politik sekaligus pengacara kota PadangPanjang Romi Martianus menilai langkah Pengadilan Negeri Padang Panjang sebagai contoh teladan bagi semua insan hukum.
“Apa yang dilakukan Pengadilan Negeri Padang Panjang hari ini adalah teladan. Mereka meninggalkan sejenak hiruk pikuk persidangan untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang terluka. Ini bukti bahwa hukum tak pernah kehilangan sisi kemanusiaannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, apresiasi juga datang dari tokoh nagari setempat. Wali Nagari Batu Taba, Destrianto, menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas kepedulian Ketua PN Padang Panjang.
“Kami sangat menghargai waktu berharga Ibu Ketua PN yang bersedia datang langsung ke posko kami. Kehadiran beliau bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kekuatan moral bagi masyarakat yang sedang terpuruk. Ini bantuan yang benar-benar kami butuhkan dan kami rasakan manfaatnya,” ungkap Destrianto.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para hakim memberi energi positif di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
“Masyarakat jadi merasa tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan mau turun langsung melihat kondisi kami,” sambungnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi panggilan moral bagi semua elemen. Hari itu, para hakim dari Padang Panjang telah membuktikan bahwa keadilan bukan hanya diucapkan dalam putusan,tetapi diwujudkan melalui langkah nyata saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.(paulhendri)














