Megamendung,Sinyalnews.com-Hujan yang tak kunjung reda beberapa hari terakhir membawa duka mendalam bagi Tanah Datar. Longsor, banjir bandang, dan akses yang terputus membuat ribuan warga terisolasi. Namun di tengah kecemasan dan gelombang keresahan itu, ada satu hal yang tak pernah pudar, kehadiran Bupati Eka Putra di sisi masyarakatnya.
Sejak hari pertama bencana, Eka Putra nyaris tak beristirahat. Setiap laporan masuk langsung ditindaklanjuti. Ia turun langsung ke tempat paling terdampak,bahkan ketika jalur darat terputus dan satu-satunya cara untuk mencapai warga yang terjebak adalah menghadapi derasnya arus Danau Singkarak dengan perahu kecil.
Tak peduli angin malam yang menusuk dan risiko gelombang yang tinggi, ia tetap bergerak. “Selama masih ada warga di sana, saya akan datang,” begitu kalimat yang ia sering ulangi kepada tim di lapangan. Dan ia benar-benar melakukannya.
Ketulusan itulah yang menular. Hari ini, Tanah Datar kedatangan sosok penting dari pusat: Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menyusuri lokasi-lokasi terdampak bersama Bupati Eka Putra.
Di bawah langit yang muram dan jalur Silaiang yang retak, Menko AHY memastikan pemerintah pusat hadir seutuhnya untuk Tanah Datar. Ia berjanji percepatan perbaikan akan dilakukan, baik penanganan darurat maupun perbaikan permanen jangka panjang.
“Pemerintah pusat berkomitmen jalur vital Silaiang ini segera pulih. Akses Padang–Pekanbaru harus kembali normal,” tegas Menko dalam pertemuan di lokasi.
Bagi masyarakat Tanah Datar, kedatangan ini bukan sekadar kunjungan kerja. Ini adalah isyarat bahwa jerih payah Bupati Eka Putra tidak sia-sia. Perjuangannya menembus gelap, air, dan lumpur untuk memastikan warganya tidak sendirian kini terjawab oleh hadirnya pemerintah pusat yang datang langsung mengantar bantuan hingga ke titik terparah bencana.
Di tengah derita yang masih terasa, hari ini muncul secercah harapan. Ada pemerintah pusat yang mempercepat pemulihan. Ada Bupati yang tak pernah meninggalkan warga. Ada Tanah Datar yang tetap teguh.
Karena di balik setiap bencana, selalu ada sosok yang memilih untuk tetap berada di depan, bukan menjauh ,dan hari ini, Tanah Datar merasakannya.bekerja dengan hati bukan sesuka hati (paulhendri)














