Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 25 November 2025 - 07:18 WIB

4 SUNGAI MELUAP, 11 KECAMATAN DI PADANG PARIAMAN TERDAMPAK BANJIR, LONGSOR DAN ANGIN KENCANG

PADANG PARIAMAN,Sinyalnews.com, — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman sejak beberapa hari terakhir memicu rangkaian bencana alam yang terjadi hampir bersamaan. Mulai dari banjir yang merendam ratusan rumah, tanah longsor yang menutup akses jalan hingga putus total, sampai angin kencang yang merobohkan pepohonan dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, 11 kecamatan terdampak langsung dalam peristiwa cuaca ekstrem ini, menjadikannya sebagai salah satu kejadian bencana paling luas di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan empat sungai utama—Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan—meluap nyaris bersamaan. Perubahan debit air yang cepat memperburuk kondisi di daerah rendah yang selama ini memang menjadi wilayah rawan genangan.

Sedikitnya 438 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena air tidak kunjung surut hingga malam hari.

BPBD melaporkan bahwa, 1.824 warga atau 608 kepala keluarga terdampak langsung bencana ini. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah mengingat beberapa daerah masih sulit diakses akibat longsor dan pohon tumbang. Dalam beberapa video amatir yang beredar, terlihat warga berusaha menyelamatkan barang-barang seadanya sambil menembus arus air yang mengalir deras dari perbukitan.

Tidak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di sejumlah wilayah yang berada di jalur perbukitan. Setidaknya lima titik longsor tercatat, di antaranya di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang serta Korong Alahan Panjang Nagari Sikucua Barat.
Material longsor berupa tanah, batu, dan potongan kayu menutup badan jalan, sehingga arus kendaraan terputus total selama beberapa jam. Salah satu titik yang paling krusial adalah ruas jalan menuju RSUD Padang Pariaman, yang juga tertutup longsor sehingga menghambat mobilitas ambulans dan petugas kesehatan.

Baca Juga :  Adriyosa Adnan S,Ag, Caleg Partai Ummat Berjuang Untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Akibat terputusnya jalur vital tersebut, pemerintah daerah langsung melakukan pengalihan jalur darurat. Namun kondisi hujan yang terus turun membuat proses evakuasi longsor berlangsung lambat. Beberapa warga sempat panik ketika akses menuju fasilitas kesehatan tidak dapat dilalui, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan kronis.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri kemudian menurunkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor, meski terkendala cuaca buruk dan kondisi tanah yang masih labil.

Tidak hanya permukiman yang terdampak, fasilitas pendidikan pun tidak luput dari kerusakan. SDN 10 Batang Gasan dilaporkan mengalami kerusakan di bagian bangunan akibat terjangan material longsor. Atap beberapa ruang kelas tampak rusak dan dinding retak, membuat sekolah tersebut terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Para guru mengungkapkan kekhawatiran akan kondisi bangunan yang dinilai tidak lagi aman, terutama jika hujan deras kembali mengguyur.

Sementara itu, sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga Padang Pariaman turut menderita kerugian. Sedikitnya 93 hektare lahan pertanian terendam banjir. Lahan padi yang baru memasuki masa tanam berisiko gagal panen, sementara lahan sayur dan palawija rusak akibat tergenang selama lebih dari 24 jam. Para petani mengaku resah karena kerugian yang mereka alami dalam beberapa hari ini sama besarnya dengan pendapatan beberapa bulan ke depan. Kondisi ini memperpanjang daftar dampak ekonomi akibat cuaca ekstrem yang terus berulang di Sumatera Barat.

Di tengah situasi yang masih belum stabil, BPBD bersama relawan dan aparat keamanan terus melakukan evakuasi warga dari daerah yang ketinggian airnya masih berbahaya. Lansia, anak-anak, dan perempuan menjadi prioritas untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Posko sementara didirikan di beberapa titik, salah satunya di gedung serbaguna nagari dan musala setempat. Distribusi logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya mulai dilakukan meski beberapa daerah masih sulit dijangkau.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Pantai Sikabau Pasaman Barat Akhirnya ditemukan

Selain itu, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan di pos-pos pengungsian untuk mengantisipasi timbulnya penyakit pascabanjir seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan saluran pernapasan. Cuaca lembap dan ketersediaan air bersih yang terbatas menjadi perhatian utama tim medis. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kebersihan lingkungan demi mencegah potensi wabah.

Kepala BPBD Padang Pariaman menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta BNPB. Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu membuat potensi bencana susulan masih sangat mungkin terjadi. Warga diminta untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan tepi tebing yang rawan longsor. “Keselamatan adalah yang utama. Jika air mulai naik atau tanah terlihat retak, segera tinggalkan rumah dan cari tempat yang aman,” ujarnya.

Di beberapa kecamatan, warga bersama perangkat nagari turut melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan membantu mengevakuasi korban terdampak. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan yang menenangkan di tengah situasi sulit. Meski demikian, keterbatasan alat dan akses membuat warga berharap pemerintah lebih cepat mengirimkan bantuan tambahan, terutama alat berat dan perahu karet untuk evakuasi.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa titik banjir sudah mulai surut, namun masih banyak wilayah yang memerlukan perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan bahwa pemulihan infrastruktur serta penanganan warga terdampak akan menjadi prioritas dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, tim teknis di lapangan terus melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan serta langkah-langkah yang harus diambil dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Pantuan Jurnalis akan terus mengikuti dan memberitakan perkembangan terkini dari seluruh kawasan terdampak. Informasi terbaru mengenai kondisi banjir, longsor, serta penanganan bencana akan disampaikan secara berkala sebagai bentuk komitmen dalam menyampaikan berita faktual dan bermanfaat bagi masyarakat.(Tb Mhd Arief Hendrawan)

Share :

Baca Juga

BERITA

OKFERIADI RASYID : CALON BUPATI PESSEL 2024/2028

ARTIKEL

Satgas Yonzipur 5/ABW Hadiri Rapat Pembentukan Panitia Lomba HUT ke – 79 Kemerdekaan Republik Indonesia

BERITA

Bulan Ramadhan Tak Surutkan Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Membangun Sanitasi lingkungan   

ARTIKEL

Yakinkan Mudik Aman, TNI kerahkan 66.714 Personel Dan Alutsista TNI

BADAN NEGARA

Pansus 3 DPRD Lima Puluh Kota Datangi DPMPTSP Provinsi Sumbar

ARTIKEL

Waktu Terbaik Shalat Tahajud dan Keutamaannya, Berikut Penjelasan Buya Kamaruzzaman

BERITA

Deklarasi Damai Anti Tawuran dan Kekerasan Tokoh Agama, Pemuda dan Tokoh Masyarakat Lubuk Kilangan

BERITA

Banjir Melanda Perumahan Villa Bukit Gading Permai Sungai Sapih