Home / BERITA / DAERAH / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 7 October 2025 - 18:53 WIB

Setelah Agam, Padang Panjang Geger Dugaan Keracunan MBG: Tujuh Siswa Dilarikan ke RSUD, Warga Pertanyakan Kelayakan SPPG

PadangPanjang.Sinyalnews.com

Ruang IGD RSUD Padang Panjang, Selasa (7/10) siang, terasa lebih sesak dari biasanya. Di beberapa ranjang pasien, anak-anak berseragam putih biru terbaring lemah, sebagian masih terpasang selang oksigen. Para ibu dan guru duduk di sampingnya, wajah-wajah cemas tak bisa disembunyikan.

Mereka adalah siswa SDN 09 Padang Panjang Timur. Tujuh diantaranya harus dilarikan ke RSUD setelah mengalami muntah-muntah usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menambah semangat belajar mereka pagi itu.

“Ada tujuh orang yang sedang kami tangani. Kami belum bisa memastikan apakah memang keracunan MBG atau tidak, harus observasi dulu,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Padang Panjang, Marlina, saat dihubungi wartawan.

Nasi, Telur, dan Tempe Pagi Itu

Menurut Kepala SDN 09 PPT, Hj. Nurhayati, menu MBG pagi itu adalah nasi putih dengan lauk telur dadar dan tempe goreng. Makanan datang sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung dibagikan kepada siswa. Tak lama berselang, sejumlah anak mulai merasa mual, lalu muntah-muntah.

“Saya langsung hubungi kepala dinas. Tak lama, tim Dinas Kesehatan datang dan membawa anak-anak ke RSUD,” ungkapnya.

Oplus_0

Namun, Nurhayati mengaku gejala demam sudah muncul sejak Jumat (3/10) lalu. Saat itu, 51 siswa dan 5 guru mengalami demam usai menyantap MBG, meski belum sampai pada gejala muntah.

“Waktu itu saya pikir hanya demam biasa. Tapi karena hari ini sudah ada yang muntah, saya langsung lapor ke dinas,” ujarnya.

Respons Dinas: Tunggu Hasil Labor

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Nasrul, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan labor terhadap sampel makanan.

Baca Juga :  Kapolda Sumbar Pimpin Upacara Pelantikan Irwasda dan Sertijab 2 Kapolres di Jajaran Polda Sumbar

“Belum bisa dipastikan apakah faktor makanan atau sebab lain. Kita tunggu hasil labor dulu,” katanya.

Nasrul juga menyebut, pasca kasus serupa di Agam, pihaknya sudah mengingatkan penyedia MBG agar lebih berhati-hati dalam proses penyajian.

“Yang pasti, anak-anak yang sakit sudah ditangani. Kita menunggu hasil observasi RSUD dan hasil uji labor,” tambahnya.

Sementara kepala dinas kesehatan Padang Panjang saat dikonfirmasi dan dihubungi berkali kali melalui telepon seluler nya tak menjawab Warga Pertanyakan Kelayakan SPPG dan Pengawasan Antar Dinas

Peristiwa ini menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Program MBG yang semula disambut dengan antusias kini menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana sebenarnya pengawasan terhadap makanan yang masuk ke sekolah-sekolah?

Salah seorang orang tua murid, Rita (38), menyebut bahwa kasus ini harus menjadi evaluasi total.  Seperti kasus yang telah ada ,kasus seperti ini sering bersumber dari lemahnya pengawasan SPPG (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) terhadap produsen jajanan seperti MBG.

Bagaimana k kriteria dan standar kelayakan SPP-IRT / SPPG (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) yang harus dipenuhi oleh produsen seperti MBG agar dianggap layak beroperasi dan melayani masyarakat, terutama anak-anak ujar nya mempertanyakan 

“Kalau programnya bagus, kami dukung. Tapi yang kami tanya, apakah SPPG-nya memang sudah layak dan tersertifikasi? Jangan sampai bahan makanannya tidak segar atau cara masaknya asal-asalan,” tambahnya 

Tokoh masyarakat Padang Panjang Timur, Amril Datuak Basa, juga menyoroti lemahnya koordinasi antar instansi.

 “Dinas Kesehatan dan dinas pertanian seharusnya rutin memeriksa kandungan gizi dan kebersihan MBG itu, bukan setelah anak-anak sakit baru turun tangan. Dinas Pertanian pun harus memastikan bahan seperti telur, tempe, dan sayur tidak busuk atau kadaluwarsa. Dan Dinas Pendidikan harus jadi pengawas utama di sekolah. Jangan hanya memantau laporan di atas kertas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Barlius Lepas Imelda Fatmadewi, S.Hum Menuju Jepang

Menurut Amril, sistem cross check antar dinas perlu diperkuat agar tidak ada pihak saling lempar tanggung jawab ketika masalah muncul.

Kalau sudah bicara makanan anak-anak sekolah, ini bukan soal proyek lagi, tapi soal nyawa dan masa depan mereka,” katanya 

Kasus Meluas ke Sekolah Lain

Dari penelusuran media ini  ,  dugaan keracunan MBG tidak hanya menimpa siswa SDN 09 PPT. Beberapa siswa SMPN 3 Padang Panjang yang satu kompleks dengan SDN 09 juga mengalami gejala serupa.

Selain itu, siswa dari SDN 10, SDN 07, dan SDN 05 Padang Panjang Timur juga dilaporkan mengalami demam setelah menyantap MBG, meski tidak sampai muntah.

Menanti Jawaban dari Laboratorium

Hingga Selasa malam, ketujuh siswa SDN 09 PPT masih menjalani observasi di RSUD Padang Panjang. Masyarakat kini menanti hasil laboratorium yang diharapkan dapat menjawab: apakah benar MBG menjadi penyebab utama, atau ada faktor lain di luar dugaan.

Program yang digadang-gadang untuk memperkuat gizi dan semangat belajar anak-anak itu kini menghadapi ujian kepercayaan.Di tengah keresahan para orang tua, muncul satu pertanyaan yang menggantung, apakah makanan bergizi gratis itu benar-benar bergizi dan aman? ( Paulhendri )

 

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Pemprov Sumbar Raih Best Exhibitor pada Ajang ASN Cultural Fest 2023

BERITA

Disdukcapil Pasaman Barat Jemput Bola ke Jorong Brastagi Nagari Brastagi Ujung Gading, Program UPIAK OKE dan PAYI LIBURAN

ARTIKEL

Bakamla RI Perkuat Pembinaan Relawan Penjaga Laut Kota Batam di Bulan Ramadan

BADAN NEGARA

Jelang Putusan Mahkamah Konstitusi, Babinsa Pos Ramil Tingginambut Sosialisasikan Pesan Kedamaian

SEPAK BOLA

Mengatasi Masalah Sampah, Pemko Padang Panjang Luncurkan Program Gemilang Sehati

BERITA

Ditintelkam Polda Sumbar Serahkan Bantuan Sosial Untuk Panti Asuhan Budi Mulia  

BADAN NEGARA

Ahmat Ikron, Kepala Sekolah di Siak Hulu ini Wajib Bertanggung Jawab, Kasus Apa?

BERITA

Pendampingan Pemilihan Ketua LPMD periode 2023 sampai 2028 Desa Kalijaran