Arus lalu lintas makin semrawut, Simpang SMPN 1 jadi titik rawan kecelakaan,warga tuntut evaluasi kebijakan Pemko
Padang Panjang,Sinyalnews.com- Sudah beberapa bulan kebijakan one way diberlakukan di sejumlah ruas jalan utama Kota Padang Panjang. Namun hingga kini, arah jalur baru itu masih bertolak belakang dengan posisi dan fungsi lampu lalu lintas (traffic light) yang sudah ada.
Hasilnya? Kebingungan pengendara, kecelakaan lalu lintas meningkat, dan omset pedagang merosot tajam.
Di Simpang Empat lampu merah SMPN 1 Padang Panjang, situasi makin kacau. “Dari arah barat jalan dibuat satu arah. Tapi pas di perempatan, belok kanan boleh, belok kiri pun boleh juga. Lampu merah ada tapi tidak berfungsi. Akibatnya sering terjadi laka lantas, apalagi pagi hari waktu antar anak sekolah. Macetnya parah,” kata Rudi (43), warga setempa

Pedagang Jalan Sudirman dan kawasan kuliner malam juga ikut terdampak. “Biasanya orang berhenti karena lampu merah, sekalian belanja. Sekarang mobil langsung jalan terus, nggak ada yang singgah. Omset kami jatuh separuh lebih,” ujar Leni (41), pedagang kaki lima.
Sementara itu, DPRD Padang Panjang dinilai tutup mata.“Harusnya wakil rakyat bersuara. Masa ada keganjilan di depan mata, DPRD seakan diam saja. Kalau begini, siapa yang membela kepentingan masyarakat?” tegas Rahmat (52), tokoh warga.
Pengamat transportasi Ir. M. Fadli, MT, menilai kebijakan ini cacat koordinasi.
“Rekayasa lalu lintas tidak bisa parsial. Kalau jalur dibuat one way, otomatis traffic light harus disesuaikan. Kalau tidak, lampu hanya jadi hiasan, bahkan bisa memicu kecelakaan,” ujarnya. Ini
Sudah beberapa bulan diberlakukan jalan satu arah di sejumlah ruas jalan Padang Panjang. Sudahkah kebijakan ini dievaluasi? Apa hasilnya?
Pertanyaan itu kini menggema di tengah masyarakat , tapi sampai hari ini, tak satu pun jawaban tegas terdengar dari Pemko maupun DPRD.(Paulhendri)














