Home / BERITA / DAERAH / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / OLAH RAGA / SUMBAR

Monday, 30 June 2025 - 00:17 WIB

Ironi CFD di Tengah Seruan Efisiensi

oppo_2048

oppo_2048

Padang Panjang.Sinyalnews.com 

Setiap Minggu pagi, kawasan perempatan Pasar Padang Panjang disulap menjadi arena Car Free Day (CFD). Jalan-jalan utama ditutup sejak subuh hingga pukul 10.00 WIB. Bagi sebagian orang, CFD adalah ruang sehat dan hiburan akhir pekan. Tapi bagi pedagang dan pembeli pasar, ini menjadi penghalang utama kegiatan ekonomi.

Bagi pedagang, Minggu pagi adalah waktu emas. Tapi kini, potensi itu lenyap akibat penutupan akses. “Kalau jalan ditutup dari jam enam sampai jam sepuluh, siapa yang bisa belanja? Pembeli banyak yang batal datang karena susah masuk. Padahal hari Minggu biasanya paling ramai,” keluh H.Balok  seorang pedagang buah tepat di simpang 4 itu

Hal senada disampaikan oleh Edi  pedagang lainnya. “Kami ini hidup dari pembeli yang datang pagi-pagi. Sekarang CFD bikin pasar kayak mati suri tiap Minggu. Kami bukan anti CFD, tapi tolonglah, jangan di sini.” akses pendatang mau dari luar ,dan warga jadi terhalang 

Baca Juga :  29 April 2023 DPD Satupena Sumbar Gelar Orasi Budaya dan Berikan Penghargaan, Pemerintah Daerah Harus Beri Perhatian Kepada Para Penulis

Lebih ironis lagi, CFD bukan kegiatan tanpa biaya. Ada biaya untuk petugas keamanan, instruktur senam, alat-alat, listrik, hingga pengeras suara. Padahal, saat ini pemerintah pusat melalui himbauan Presiden RI tengah mendorong seluruh daerah untuk menerapkan efisiensi anggaran.

“Katanya daerah harus hemat anggaran, tapi CFD ini kan malah pakai banyak biaya. Kami heran, katanya efisiensi, tapi pasar jadi korban,” tambah Edi.

Lagian, Kita kota serambi mekah, kok dipamerkan seorang wanita dengan pakaian ketat sebagai instruktur senam di atas pentas jingkrak jingkrak dan dibawahnya ada bapak bapak, malu pak sama kota kita dengan julukan serambi mekahnya

Pertanyaan pun mengemuka: apakah tidak ada lokasi lain di Padang Panjang yang bisa dijadikan arena CFD? Mengapa harus di jantung aktivitas ekonomi rakyat? Toh Lapangan Khatib Sulaiman alias bancah Laweh luas ujarnya kesal

Baca Juga :  Gubernur Resmikan Penggunaan Gedung Baru MUI Sumbar

H Balok Pedagang buah dan teman teman nya yang harus tutup sampai pukul 10:00 WIB  pada Media ini mengatakan ,Solusi realistis, Pindahkan CFD ke Lapangan Bancah Laweh atau di Jalan Sudirman Depan Secata ,tak perlu tiap minggu Gelar CFD secara dua minggu sekali atau tematik. Dengan melibatkan komunitas, sponsor, dan CSR untuk bantu pembiayaan.

Pemerintah tentu punya niat baik. Tapi niat baik tanpa kepekaan sosial bisa menjadi kebijakan yang merugikan. Kegiatan olahraga dan ruang publik memang penting, tapi jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan urat nadi ekonomi masyarakat kecil. Ini

CFD yang sehat dan bermanfaat tetap bisa dilakukan , asal ditempatkan dengan bijak, tanpa mematikan penghidupan orang lain(000l

Share :

Baca Juga

BERITA

Sekda Sumbar Minta Kabupaten Kota Genjot Kepesertaan JKN

BERITA

MTsN 1 Padang Raih Tri Sukses Lomba MGMP IPS MTs Kota Padang

ARTIKEL

Kakan Kemenag Kota Padang, Apresiasi Muscab VIII DPC FKDT Kota Padang, Berikut Penjelasan

ARTIKEL

Pemprov dan Polda Sumbar Gandeng Investor Tanam Jagung 1.000 Hektare Lahan

BERITA

Aspers Kaskoopsud I Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95

ARTIKEL

Panglima TNI Tanamkan Nilai Kepemimpinan dan Nasionalisme kepada Siswa SMA Taruna Nusantara

ARTIKEL

Letjen TNI Novi Helmy Prasetya Kembali Berdinas di TNI Usai Selesaikan Penugasan di BUMN

BADAN NEGARA

Ja’far serahkan Bantuan Pokir tahun anggaran 2023 MTI Baiturahman, Komplek Bumi Minang III Sungai Sapih