Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / EKONOMI / HUKUM / SUMBAR

Friday, 16 May 2025 - 09:01 WIB

Sekretaris Satupena Sumbar Armaidi Tanjung Sebut Banyak Konten Kearifan Lokal di Kota Pariaman Patut Ditulis

Pariaman, Sinyalnews.com,-
Walikota Pariaman diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pariaman Muhammad Syukri SE., M.Si. menyampaikan besarnya antusias peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal tahun 2025. Ini menandakan tingginya semangat literasi masyarakat mulai terbangun.
Muhammad Syukri menyampaikan hal itu pada pembukaan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal tahun 2025, Kamis (15/5/2025) di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pariaman, jalan By Pass.

Menurut Syukri, dari Bimtek kepenulisan ini menghasilkan peserta yang mampu menciptakan hasil karya yang istimewa, dapat membuat suatu tulisan yang berisi pengetahuan, pengalaman, pesan dan informasi positif, dapat dibaca dan membawa para pemustaka pada wajah sejarah penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat khususnya di Kota Pariaman.
Ketua Pelaksana Leni Rahman S.STP, M.Si melaporkan, bimtek bertemakan, menumbuhkan budaya menulis dan literasi kearifan lokal Kota Pariaman guna mewujudkan manusia yang beradab, diikuti 50 orang peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, pengelola TBM, pustakawan/pengelola perpustakaan dan masyarakat umum.

Baca Juga :  Direktur Eksekutif LI : Pascasarjana 100% Memilih AMIR Untuk Pilwako Batam 2024

Tujuan dan hasil yang diharapkan dari bimtek ini antara lain meningkatkan kompetensi dan kapasitas menulis terutama bagi penulis pemula, meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan kearifan lokal, mengembangkan konten literasi atau koleksi berbasis kearifan lokal dan menciptakan ekosistem kepenulisan di daerah,” kata Leni Rahman.
Tampil sebagai pembicara Sekretaris Satupena Sumatera Barat Armaidi Tanjung dengan moderator Zasnur Rahim, M.Cio.

Armaidi Tanjung mengatakan, banyak konten kearifan lokal di Kota Pariaman yang pantas dan patut ditulis. Selama ini, kearifan lokal Pariaman masih sangat terbatas ditulis. Baik yang terkait dengan budaya, adat istiadat, sistem sosial, berbagai ragam makanan khas Pariaman, asal usul penamaan nama desa, maupun tradisi yang ada di Kota Pariaman.
“Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal sangat tepat untuk menulis dan mendokumentasi berbagai kekhasan Kota Pariaman. Seperti kesenian, permainan anak nagari sipak rago, cabur, layang-layang, tradisi malam bainai, tamat kaji, urang tuo, kapalo mudo, maantakan tando, turun mandi, maanta-an bulan ka bulan dan lain sebagainya. Semuanya patut ditulis sebagai kekayaan kearifan lokal Kota Pariaman,” kata Armaidi, kelahiran Kota Pariaman yang juga penulis lebih dari 50 judul buku ini.

Baca Juga :  Danramil 13 Kodim 0713 Brebes Lewat Babinsa Sertu Sumiyanto Lakukan Pengawasan di lapangan dalam Program PTSL di Desa Binaannya

Sesuai dengan juknis Bimtek, nantinya masing-masing peserta menulis konten kearifan lokal. Selama dua minggu ke depan, diberi waktu untuk menulis konten kearifan di lingkungan masing-masing. Berikutnya dikumpulkan lagi untuk dikoreksi sehingga tulisannya layak dipublis, dan diterbitkan menjadi buku. “Secara teknis disampaikan bagaimana menghasilkan tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan isinya. Karena itu, harus diperhatikan sumber wawancara di lapangan, yang memiliki kapasitas dan kompetensi dari tema yang ditulis,” kata Armaidi, wartawan utama ini. (Mhd Arief Hendrawan)

 

Share :

Baca Juga

BERITA

ETLE Drone Dilakukan Uji Coba di Tugu Lawet Kebumen, Pelanggaran Kasat Mata Bisa Tercapture Melalui Udara

ARTIKEL

Penurunan Bintungan,Kembali Makan Korban .Truk Fuso Muatan Alat Berat Hantam Dua Rumah ,Dua Mobil dan Satu Motor

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Melaksanakan Kegiatan Komsos Dengan Warga

BERITA

Sambut Ramadhan dan Peringati Isra Mi’raj, IKWI Sumbar Hadirkan Ustad

BUDAYA

Menhan Prabowo Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2023 di Monumen Pancasila Sakti

BERITA

Kota Padang Masuk Nominasi 6 Besar Ajang Penilaian PPD tingkat Sumbar

ARTIKEL

Dosen Bejat, Ancam Mahasiswi Tidak Lulus Mata Kuliahnya Kalau Tidak Mau…

ARTIKEL

Agenda Sidang Kasus Tanah Jatikarya Mabes TNI Hadirkan Sembilan Saksi, Hanya Satu Saksi yang Hadir