Home / BADAN NEGARA / HUKUM / NASIONAL / PERISTIWA

Monday, 29 July 2024 - 20:32 WIB

Operasi Patuh Singgalang 2024 Berakhir, Ini Keterangan Ditlantas Polda Sumbar

PADANG| SINYALNEWS.COM ,- Operasi Patuh Singgalang 2024 yang dimulai sejak tanggal 15 Juli 2024 di Polda Sumbar dan jajaran telah berakhir pada tanggal 28 Juli 2024.

Polda Sumbar melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) memberikan keterangan resmi terkait hasil Operasi Patuh Singgalang 2024 tersebut.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan, S.Ik melalui Kabag Bin Ops Ditlantas AKBP Agung Pranajaya, S.Ik mengatakan, dalam Operasi Patuh tahun ini terjadi peningkatan dalam penindakan berupa Tilang terhadap pelanggaran lalu lintas.

“Selama Ops Patuh Singgalang 2024, penindakan menggunakan Etle statistik naik 52%, Etle mobile naik 33%. Untuk Tilang manual dan teguran pada tahun ini persentasenya turun,” katanya, Senin (29/7) saat dikonfirmasi di Ditlantas Polda Sumbar.

Dirinya bermaksudkan, untuk tilang Etle statistik pada tahun 2024 sebanyak 833 tilang dan pada tahun 2023 sebanyak 398 tilang. Kemudian untuk Etle mobile naik 33% dengan rincian pada tahun 2024 sebanyak 908 tilang dan pada tahun 2023 sebanyak 606 tilang.

Baca Juga :  Kejar Skor PPH, Dinperpa Ajak Masyarakat Kreasikan Umbi-Umbian

Sementara sebut AKBP Agung Pranajaya, untuk tilang manual mengalami penurunan 154%, dengan rincian tahun 2024 sebanyak 2.518 tilang dimana pada tahun 2023 sebanyak 6.398 tilang. Begitu pula dengan pemberian Teguran dimana pada tahun 2024 dikeluarkan sebanyak 9.012 teguran dan tahun 2023 sebanyak 11.354 teguran.

Terkait kasus kecelakaan lalu lintas (laka juga), dirinya menyampaikan bahwa terjadi penurunan angka di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kasus laka juga selama Ops Patuh 2024, kejadian mengalami penurunan 2%. Dimana pada tahun 2024 terdapat 89 kejadian dan pada tahun 2023 terdapat 91 kejadian. Untuk korban jiwa meninggal dunia akibat laka tersebut turun 11% yakni pada tahun 2024 terdapat 9 kejadian dan tahun Tahun 2023 ada 10 kejadian,” ujarnya.

Lanjut AKBP Agung Pranajaya, usia pelaku pelanggaran didominasi oleh usia remaja dari 16 hingga 30 tahun dengan total sebanyak 2.497 pelanggaran.

Baca Juga :  Yuk Semarakkan Kompetisi Walikota Cup Tingkat Pelajar Kota Pekalongan 2023

“Jumlah kendaraan yang diamankan sebanyak 785 kendaraan. Kendaraan yang terlibat pelanggaran yakni sepeda motor 3.278 unit, mobil penumpang 659 unit, Bus 22 unit dan mobil barang 289 unit,” ujarnya.

Walaupun Operasi Patuh telah selesai dilaksanakan, namun tetap akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada masyarakat dalam rangka menjaga kamseltibcarlantas.

“Adapun upaya yang telah kami lakukan adalah dengan melakukan kegiatan preemtif yaitu pendidikan kepada masyarakat baik melalui media cetak, media elektronik, media sosial (FB, Twitter, IG dan Web) serta melakukan pemasangan berupa spanduk, leaflet, stiker dan juga melalui bilboard,” katanya.

Lanjut AKBP Agung, memikirkan juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan disekolah-sekolah guna memberikan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini.

“Sehingga diharapkan mampu mengurangi angka dan fatalitas dari kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Gubernur Mahyeldi Tekankan Pentingnya Transformasi Yankes Saat Buka Kongres Nasional PPHI, PGI, dan PEGI

BERITA

Wujud Kepedulian Satgas Yonif 122/TS Dengan Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Menuju Gereja GKI Eden Kampung Suskun Papua

BERITA

Cuaca Ekstrim, Kodim 0703 Cilacap Gelar Apel Siaga Bencana Alam

ARTIKEL

MTsN 6 Model Padang Kunjungan Kompetitif ke MTsN Model 1 Banda Aceh

BERITA

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

BERITA

Ketika Pos Rakyat Padam, Pos Istri Pejabat Menyala Terang”

ARTIKEL

Cawako Bukittinggi Nofil Anoverta :Nomor Urut 2 Angka Keberuntungan Sesuai Harapan

BERITA

Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Gerakkan Warga Bersihkan Lingkungan