Padang, SINYALNEWS.COM,- — Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiuun. Mandeh Minang Mancanegara (Tigo-M), berduka yg dalam atas korban musibah besar yg melanda Sumatera Barat, akibat banjir lahar dingin itu.
Telah qodrat Allah SWT kiranya, para korban musibah ini juga meliputi sanak saudara dari anggota Tigo-M sendiri; baik korban nyawa yang lebih dari 5 orang, begitupun korban mental berupa trauma, yg juga meliputi anak2 sekolah serta korban harta, rumah2 masyarakat yg hancur, hanyut dibawa banjir lahar dingin tersebut.
Begitu tutur mandeh Dr. Rina Marnita, AS. MA pada Pemimpin SinyalNews.com.
Mandeh Rina Marnita adalah salah seorang anggota di bidang Sosial Tigo-M, disamping tugas utama beliau sebagai Dosen Universitas Andalas, Padang yang menjabat sebagai Kepala Kantor Layanan International; posisi yg releavan dengan tugas beliau di Tigo-M.
Seperti biasanya mandeh2 Tigo-M di bidang Sosial selalu cepat dan siaga menjalankan “katidiang donasi”. Bantuan langsung diselenggarakan kelapangan oleh anggota2 Tigo-M sendiri yang mana beliau2 ini adalah famili2 korban. Antara lain yaitu mandeh Rina Marnita dan mandeh Dessy Yarniza. Bantuan2 tersebut adalah berupa uang dan buku2 serta peragat sekolah anak2 untuk korban di Bukik Batabuah, Agam dan Limo Kaum, Tanah Datar. Alhamdulillah.
Alhamdulillah Mandeh Minang Mancanegara (Tigo-M) juga turut memberikan bantuan dana Musibah di Sumatera Barat yang sambung menyambung itu. Bantuan pada korban longsor di Kabupaten Pesisir Selatan yang terjadi pada tanggal 7 Maret 2024 yang lalu dan kepada korban banjir lahar dingin di Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kapupaten Agam, yang terjadi pada 5 tanggal April 2024 yang lalu. Korban2 mana juga meliputi keluarga Besar Mandeh2 Tigo-M.
Tigo-M, yang sebelumnya bernama BKM (Bundo Kanduang Mancanegara) adalah Perhimpunan Mandeh2 Minang dibelahan- belahan dunia (Mancanegara). Anggota2 Tigo-M mencakup, mandeh2 Minang di Ranah Minang (Indonesia) sebagai anggota2 istimewanya yang berperan besar dalam merealisasikan visi misi /program-program Tigo-M di Ranah Minang.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dr Ermon Revlin, banjir lahar dingin di dua kabupaten tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas yang tinggi di sekitar puncak gunung Merapi sehingga lahar2 yang menumpuk di puncak dan sekitarnya menciptakan aliran besar ke sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut.
Sebanyak lima nagari itu, yakni Nagari Aia Angek, Kecamatan X Koto, Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, dan Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab.
Hal ini sejalan dengan program pemaparan/Pembelajaran Program Tigo-M secara virtual untuk masyarakat dan para mandeh2 Tigo-M pada tgl 2 Juni 2024. Program mana membahas:
“Masalah Musibah Besar di Sumbar yg Ditinjau dari Prospek Geologi (oleh Ir. Damai Putra, Geologi Bandung); dari Prospek Lingkungan Hidup dan dari Prospek Islam (oleh Dr. Ardinis Arbain”.
Berbicara ttg dana, dana bantuan Rantau dan Ranah tersebut adalah pelambang KEPEDULIAN Masyarakat Minangkabau dimanapun berada. Rasa kepedulian yg tak dapat menggantikan materi apapun. Semoga Ranah Minang selalu dalam lindungan Allah SWT, dari segi apapun, aamiin.
Jabat Erat Rantau dan Ranah.
(Marlim)














