Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 12 December 2023 - 08:37 WIB

Korban Erupsi Gunung Marapi Akan Dapat Santunan Asuransi

Padang, Sinyalnews.com,- Leo Krisnopati, keluarga korban erupsi Gunung Marapi mempertanyakan tanggung jawab BKSDA Sumbar atas banyaknya korban saat erupsi Gunung Marapi. Menurut Leo, BKSDA Sumbar harus bertanggung jawab atas tewasnya para pendaki tersebut

“Keponakan saya dua orang yang menjadi korban, atas nama Nurva Afitri (meninggal dunia) dan Widya Azhamul Fadhilah Zain, sekarang masih dirawat di RSUD Padang Panjang” ucap Leo.

Menurut Leo, Jatuhnya 23 korban jiwa akibat erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat yang disebut terjadi “tiba-tiba” pada Minggu (03/12) membuktikan bahwa prosedur dan rambu-rambu keselamatan “telah diabaikan”.

“Setahu saya, Gunung Marapi telah berstatus Waspada atau level II sejak 2011. Bahkan Aktivitas erupsi Gunung Marapi sempat meningkat pada 7 Januari 2023, sehingga pihak berwenang menutup sementara jalur pendakian.
Akan tetapi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat membuka kembali jalur pendakian ke Marapi pada 24 Juli 2023 – meski gunung dengan ketinggian 2.885 meter ini masih berstatus Waspada. Ada apa ini” ujar Ketua Bamus Nagari Gadur Kec Enam Lingkung Kab Padang Pariaman ini setengah bertanya.

Baca Juga :  Silaturahmi Bareng Masyarakat di Papua Barat, Kapolri: TNI-Polri Solid dan Siap Kawal Program Pemerintah

Lagian kata Leo, seharusnya para korban ini mendapat santunan asuransi, sebab mereka membayar untuk dapat masuk ke kawasan puncak Merapi tersebut. “Keponakan saya berangkat 5 orang dalam satu rombongan. Mereka bayar Rp 15rb perorang untuk dapat masuk ke kawasan Gunung Marapi tersebut” kata Leo.

Terpisah, PLH BKSDA Sumatera Barat, Dian Indriati, mengatakan pihaknya memberikan izin pendakian Gunung Marapi karena adanya kesepakatan dengan semua pihak terkait, termasuk pemda.

Sejak izin pendakian dikeluarkan pada Juli 2023, tidak tercatat aktivitas signifikan pada Gunung Marapi.

Baca Juga :  Peresmian Sumur Bor Manunggal Air Di Desa Sidorejo

Bahkan, pada 3 Desember 2023, sejumlah pendaki yang selamat menyatakan “tidak ada tanda-tanda erupsi”.

Catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa tidak ada gempa vulkanik atau erupsi di Marapi selama dua pekan sebelum kejadian.

Disinggung tentang asuransi buat korban, Dian mengatakan, korban erupsi Gunung Marapi akan mendapatkan santunan asuransi.

“Benar, semua korban erupsi Gunung Marapi Agam akan menerima santunan dari Asuransi” ucap Dian melalui sambungan telpon, Senin (11/12/2023). Meski sebenarnya dalam salah satu klausulnya mengatakan tidak ada santunan apabila terjadi bencana, akan tetapi kata Dian pihaknya akan mengusahakan Asuransi tersebut.

“Kami dari BKSDA juga akan memberikan santunan, ditambah lagi dari Kementrian Kehutanan” ungkapnya.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Polsek Koto Tangah Laksanakan Giat Jumat Bersih dan Jumat Curhat

BERITA

Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Bundo Kanduang

BERITA

Lurah Gunung Pangilun Hadiri Didikan Subuh Gabungan se Kelurahan Gunung Pangilun

BERITA

Wamenkes RI: Eliminasi TB 2030 Tak Bisa Dicapai Pemerintah Sendiri, Harus Kolaborasi Lintas Sektor

BERITA

Mubaligh RRI Padang, Dosen UPN Bukittinggi

BERITA

Camat Padang Utara Apresasi PKK Kecamatan Yang Gelar Bakti Sosial dan Bazar Murah

BADAN NEGARA

Polda Sumbar Ungkap 34 Kasus Narkotika dalam Sepekan, Sita 22 Kg Ganja dan 177,33 Gram Sabu

BERITA

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri Di Dapur Rumahnya Di Seberang Palinggam Padang Selatan Kota Padang