Padang,SinyalNews.com- SMP 31 Padang provinsi Sumatera Barat angkat tema Sumbang Duo Baleh dan Kato Nan Ampek pada acara Minang Sehari, pada selasa 19 September 2023. Bertindak selaku narasumber , Musdafirman Dt.Rajo Di Guci, S.Si
Minang sehari merupakan program dari Pemko Padang, yang wajib diadakan setiap selasa pagi di sekolah sekolah tingkat SD dan SLTP di wilayah kota padang. Minang Sehari merupakan upaya pelestarian nilai-nilai adat Minangkabau melalui jalur pendidikan formal.

“Meskipun Sumbang Duo Baleh secara zahirnya ditujukan untuk kaum perempuan, namun sebenarnya itu juga sangat berkait dengan kaum lelaki. Karena kaum laki-laki juga harus menjaga jangan sampai tanpa sengaja membuat kaum wanita berbuat sumbang.” Ujar Panghulu suku guci tersebut.
Pada kesempatan itu narasumber juga membantu pengajaran dan praktek tatacara pasambahan makan bajamba pada siswa. Narasumber juga menjelaskan kekeliruan masyarakat mendefenisikan Kato Nan Ampek.
“Kato nan Ampek itu adalah partamo kato dahulu. Merupakan Kato Allah. Kaduo kato Kamudian maksudnya kato Rasulullah. Kemudian katigo kato pusakp yaitu kato alim ulama atau fatwa atau juga kato ninik mamak terdahulu datuk nan baduo ka ampek kato mufakait yaitu kato yang didapat dari hasil musyawarah.”
“Sedangkan soal kato mandata, kato mandako, kato manurun, kato malereng, itu di sebut dengan langgam kato. Cara berbicara dengan orang yang berbeda. Kayo mandata kata kepada sesama besar. Kato mandaki, kato kepada orang lebih tua. Kato manurun kato pada orang lebih kecil. Sedang kato malereang lebih banyak berisi kata kias, biasa dipakai untuk sumando pada ninik mamak.” imbuh sekretaris KAN Pauh IX kec.Kuranji tersebut.














