Lubuk Lintah, Sinyalnews.Com,- Panghulu Suku Guci Pauh IX, Musdafirman Dt.Rajo Di Guci, S.Si resmikan Forum Diskusi Basurah Adat Surau Rawang( 05 Juli 2023), di Lubuk Lintah Pauh IX Kecamatan Kuranji. Ikut hadir Rang Basako Suku Guci, Masrul Rajo Bujang dan juga guru gadang Sasaran Silek Surau Rawang, Eriyadi Pandeka Sati.
Basurah Adat merupakan tradisi adat di Minangkabau. Namun saat ini terkendala proses regenerasi ahli. Hal ini juga dirasakan oleh para ninik mamak suku Guci Tapian Sungai Sapih Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji.
“Bukannya tidak berminat. Tetapi generasi muda seperti orang kehilangan suluh. Perbedaan pola fikir menyebabkan ada ruang kosong antara generasi tua dan muda. Untuk itu perlu reformasi sistim ajar. Pola pembelajaran basurah adat harusnya mengikuti perkembangan zaman”, jelas Musdaviardi Rajo Gandam, selaku ninik mamak.
Terbentuknya forum diskusi basurah adat Surau Rawang tersebut mendapatkan antusiasme rang sumando guci lubuk lintah.
“program ini sudah lama kami tunggu. Banyak yang belajar secara otodidak tetapi tidak punya kesempatan untuk praktek. Forum ini tentu bisa menyalurkan harapan itu.” ujar Hendro Malin Parmato salah seorang sumando dengan antusias.
Menurut Hendro, generasi seusianya sebenarnya punya kemauan untuk belajar, tetapi kesibukan kerja di kantor menghalangi. Mereka lebih suka mengakses pembelajaran melalui media internet.
“Apalagi kesannya belajar adat ini terlalu di sakralkan, jadi generasi milineal merasa terbebani jika harus begitu ” imbuh Eriyadi Pandeka Sati, guru gadang sasaran silek Surau Rawang.
Forum diskusi basurah adat Surau Rawang tersebut di mentori oleh Masrul Rajo Bujang.
“Forum diskusi ini merupakan terobosan yang menarik. Forum dapat memberikan ruang buat mereka yang belajar otodidak mempraktekkan pengetahuannya. Tugas mentor hanya mengarahkan jalan diskusi bukan mengajari.” ujar Rang Basako suku Guci nagari Pauh IX tersebut.
Dalam arahannya, Musdafirman Dt.Rajo Di Guci, S.Si selaku Panghulu suku Guci Kanagarian Pauh IX kecamatan Kuranji, menghimbau agar ninik mamak serta Rang Sumando perlu mensyiarkan kegiatan itu.
“Mari ajak semua kawan-kawan kita. Basurah Adat itu hakikatnya adalah tekhnik musyawarah ala Minangkabau. Semestinya ini pakaian sehari-hari saja. Jika di amati tidak sulit mempelajarinya. Hanya perlu mengkaji mana batang, cabang serta bungo pasambahan. Dan saya setuju jika kita tidak perlu membuat hal yang lunrah menjadi terlalu sakral. Jika bisa di permudah kenapa harus di persulit?” Jelas sekretaris KAN Pauh IX kecamatan Kuranji itu.
Forum diskusi yang terbuka untuk umum tersebut, direncanakan dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan suasana diskusi yang santai.














