Limapuluh Kota, Sinyalnews.com,- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan pelatihan pengembangan desain tenun kelompok tenun sutra mangunai. Acara pembukaan pelatihan berlangsung pada hari Rabu (24/5/2023) bertempat di Nagari Ampalu Kec Lareh Sago Halaban kab 50 Kota dan dibuka langsung oleh Kadisperindag Sumbar Nofrial.
Dalam sambutannya, Nofrial mengatakan, di Nagari Ampalu sendiri saat ini terdapat 300 orang pengrajin, dan selama ini produknya dikenal sebagai songket Halaban. “Pelatihan ini ditujukan untuk membuat diferensiasi desain yang sesuai dengan permintaan pasar, sehingga dimasa mendatang bisa dikenal dengan branding sendiri yang berbeda dengan desain songket dari daerah lain” ujar Nofrial yang didampingi Kabid Industri Non Agro, Mawahendra.

Selanjutnya Nofrial berharap kiranya pengrajin mampu menceritakan arti desain tersebut, bahan dan materialnya, proses dan lama perbuatannya (story telling), sehingga bisa menarik minat lebih banyak pembeli yang lebih menghargai produk kerajinan tangan (hand-made) untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sentra tenun songket tersebut.
“Produk industri kreatif seperti ini biasanya banyak menarik perhatian wisatawan, karena keunikan dan kerumitan desain sehingga bisa mengapresiasinya dengan harga yang lebih menguntungkan masyarakat” ucapnya.
Pelatihan pengembangan desain tenun ini diikuti olah 25 orang pengrajin di Nagari Ampalu Halaban Kab. Limapuluh Kota. Pelatihan diadakan selama 5 hari dari tanggal 23-27 Mei 2023. Kegiatan ini didukung oleh dana pokir Hj Aida, anggota DPRD Prov. Sumatera Barat.
(Marlim)














