Padang Panjang,Sinyalnews.com,- Membaca merupakan kegiatan melihat tulisan bacaan dan proses memahami isi teks dengan bersuara ataupun dalam hati. Membaca adalah mengungkapkan suatu imajinasi terhadap suatu pembaca yang disukai khalayak ramai dan juga dimengerti oleh orang yang membaca tersebut.
Tetapi pada saat sekarang ini dapat kita lihat sendiri bahwa anak-anak di inodonesia pada umumnya , dan kota Padang Panjang khususnya ,minat bacanya untuk buku baik itu buku pelajaran ataupun buku motivasi masih sangat kurang,dan ini menjadi PR pemerintah daerah untuk dapat merangsang tumbuhnya minat baca di kalangan masyarakat .salah satu dengan pila mendirikan pojok pojok baca di tempat tempat strategis di kota Padang Panjang
Diera digitalisasi saat ini kecakapan literasi sangat diperlukan. Sejak anak usia dini anak mulai untuk dikenalkan dan dibiasakan untuk memiliki kecakapan literasi yang baik. Melalui kecakapan literasi, anak sejak kecil sudah mulai terbiasa membaca. Kebiasaan membaca ini membuat anak-anak senang untuk mencari informasi baru baik melalui buku maupun internet tutur Yan kas bari Kadis Perpustakaan Kota Padang Panjang.
Untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini Dinas Perpustakaan Kota Padang Panjang membuat pojok baca yang unik dan menarik bagi anak. Pojok Baca ditata lebih indah dan menarik untuk membuat anak merasa nyaman dan betah berada ditempat tersebut. Pojok baca ini juga bisa di jadikan sudut pengaman bagi anak ketika mereka sudah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam Pojok Baca ini juga , tidak hanya berisikan buku bergambar,buku cerita, namun ada juga Alat Permainan Edukatif.
Salah satu pojok baca yang kita buat adalah pojok baca di Lantai 3 Blok A Pasar Pusat Padang Panjang.
kata Yan Kas Bari , Sejak diluncurkan 2021 lalu, Pojok Baca Digital (Pocadi) yang berada di Lantai 3 Blok A Pasar Pusat Padang Panjang itu ,semakin hari semakin mendapat respon baik dari pelajar maupun masyarakat.
Tidak hanya menyediakan koleksi buku cetak, tetapi juga terdapat buku digital (e-Book). Itu salah satu yang menbuat masyarakat banyak kunjungi Pocadi ini.
Sementara itu ,Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Tuti Abdul Rajab, mengatakan, setiap hari Pocadi menerima 30 kunjungan. Jumlah tersebut biasanya meningkat pada hari Senin dan Jumat karena hari tersebut adalah hari pasar.
Di Pocadi tersedia beberapa buah PC dan satu televisi LED yang bisa digunakan pengunjung untuk membaca buku digital dan mengakses sumber informasi lewat internet dan film edukasi. Selain itu juga disediakan sejumlah buku cetak dengan berbagai judul dan isi yang menarik.
“Program ini diharapkan bisa meningkatkan literasi dan kualitas layanan publik bagi masyarakat, khususnya pelajar serta meningkatkan minat baca masyarakat,” tuturnya.
Terkait jam operasional, diungkapkan Tuti, Pocadi buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Ditempat terpisah Allex Saputra Tokoh masyarakat pemerhati pendidikan kota Padang Panjang terkait adanya pojok baca di lantai 3 pasar Padang Panjang itu sangat mengapresiasi hal itu.
Allex saputra lulusan pesantren canduang itu mengatakan , dengan membaca buku, kita dapat memperoleh wawasan dan berbagai pengetahuan baru. Meski demikian, tak sedikit yang justru masih merasa enggan untuk membaca buku.maka perlu startegi menarik cikal bakal tunas bangsa agar gemar membaca ,salah satu dengan keberadaan pojok baca di tempat umum ini tuturnya.
Allex mengatakan ,Buku merupakan jendela dunia. Kalimat tersebut rasanya cukup familiar di telinga sebagian besar orang. Namun, kalimat tersebut memang benar adanya. Dengan buku, bukan hanya memberikan ilmu baru bagi para pembacanya. Namun, buku juga dapat menurunkan stres, kecemasan, dan depresi hingga meningkatkan kepercayaan diri dari pembacanya sendiri.
Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi program Perpustakaan untuk memotivasi masyarakat untuk mulai membaca buku, Dan ini perlu senantiasa ditingkatkan. Salah satunya yakni dengan cara memperbanyak pojok baca di tempat umum dan dengan sarana prasarana yang membuat orang betah di dalamnya tutur Allex Saputra pada Media Ini. (Phi)













