Kejagung Tak Ajukan Banding Atas Vonis Terdakwa Richard Eliezer

Jakarta, Sinyalnews.com,– Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menerima putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terhadap terdakwa Richard Eliezer,

yang divonis satu tahun dan enam bulan.

“Terhadap putusan tersebut, kami tidak mengajukan upaya hukum banding dalam perkara ini,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Fadil Jumhana dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/2).

Ia menyebutkan, ada banyak pertimbangan dari pihak kejaksaan dalam memutuskan sikap tersebut, termasuk pemikiran yang mendalam dari para jaksa penuntut umum yang disampaikan kepada pimpinan Kejaksaan Agung RI.

Pasal 233, Pasal 234 Bab 17 KUHAP,
Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhak mengajukan upaya hukum, namun kejaksaan melihat putusan majelis hakim menjatuhkan pidana satu tahun enam bulan kepada Richard Eliezer juga sudah merupakan pertimbangan hukum yang kuat.

Baca Juga :  Di Balik Toga Uci, Ada Doa Guru Tua, Air Mata Orang Tua, dan Perjuangan Seorang Ibu Tiga Anak

Adapun beberapa pertimbangan Kejaksaan Agung memutuskan tidak banding,salah satunya adalah sikap memaafkan dan keikhlasan dari keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kepada Richard Eliezer.

“Dalam hukum manapun, baik hukum nasional maupun hukum agama, termasuk hukum adat, kata maaf itu adalah yang tertinggi dalam putusan hukum,” kata Fadil.

Menurut Fadil, jaksa sebagai representatif dari pada korban, melihat fakta di mana orang tua korban telah ikhlas, bahkan bersyukur dengan Richard Eliezer dijatuhi hukum ringan dari tuntutan jaksa.

“Karena bagi kami sudah terwujud keadilan substantif, keadilan yang dirasakan oleh korban maupun masyarakat, melalui berbagai pemberitaan yang kami terima dan kami respon,” imbuhnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Fadil, bahwa putusan majelis hakim sudah mengambil alih seluruh dakwaan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Ia menyatakan hakim yakin atas dakwaan dan tuntutan jaksa, sehingga kejaksaan pun menghormati putusan hakim tersebut telah mewujudkan keadilan substantif yang dapat diterima masyarakat.

Baca Juga :  Peringkat ke-2 Produksi Pertanian Nasional, Ridwal Kamil Diganjar Presiden Penghargaan Lencana Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden

Kemudian juga sikap Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam persidangan yang berterus terang, kooperatif sejak awal, menjadi contoh bagi para pelaku penegak hukum yang mau membongkar suatu peristiwa tindak pidana.

“Ini juga jadi bahan pertimbangan bagi Kejaksaan Agung untuk tidak menyatakan banding dalam perkara ini,” ujarnya.

Dituturkannya, putusan ini telah inkracht atau berkekuatan hukum tetap, karena dari pihak Richard Eliezer tidak menyatakan banding dan begitu pula dengan kejaksaan.

“Inkracht putusan ini, sehingga mempunyai keputusan tetap. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti yang saya sampaikan tadi bahwa korban ikhlas dan ini sudah diwujudkan dalam pernyataan-pernyataan orang tua korban Nofriansyah Yosua,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Ajak Hidup Sehat, Satgas Yonif 715/Motuliato Olahraga Bersama Dengan Masyarakat Puncak Jaya

ARTIKEL

PABASKO Kembali Bersatu, Silaturahmi Ninikmamak 24 Nagari yang Menggetarkan Ingatan Kolektif

BERITA

Forkopincam Sampang Adakan Sosialisasi Anti Bullying Perundungan Di SMK YPE Sampang

ARTIKEL

Bukti Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat

ARTIKEL

Makan Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan Wujud Kepedulian Satgas Yonif 715/Mtl

ARTIKEL

Ketua Umum Dharma Pertiwi Pimpin Sertijab Ketua Dharma Pertiwi Unsur PIA Ardhya Garini

BERITA

Cegah Stunting Babinsa Nusajati Dukung Pelatihan dan Penyuluhan Gizi 

ARTIKEL

DEBAT KUSIR VS DEBAT BERKUALITAS DI MEDIA SOSIAL Oleh Inoki Ulma Tiara