Home / BERITA / HUKUM

Friday, 13 January 2023 - 20:13 WIB

Kejati Sumbar Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Rusun Sijunjung

Padang, Sinyalnews.com,- Tiga dari lima tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pekerjaan pembangunan rumah susun ASN dan pekerja Kabupaten Sijunjung akhirnya ditahan, Jumat (13/1).

 

Ketiga tersangka tersebut berinisial inisial AR, EE dan TR sebelum dibawa menggunakan mobil tahanan ke Rumah Tahanan (rutan) Anak Air Kota Padang, dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik dan tim kesehatan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar).

 

“Tiga dari lima tersangka yang ditetapkan atas kasus ini mulai dilakukan penahanan Jumat ini hingga 20 hari ke depan,”kata Asisten Intelejen Kejati Sumbar, Mustaqpirin.

 

Dikatakannya, kasus ini merupakan hasil penyelidikan Kejati Sumbar, dan dari hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP adalah sebesar Rp.1,3 miliar.

 

Ia juga memaparkan, kasus ini bermula dengan adanya kegiatan pada tahun 2018 pada Balai SNVT Sumbar, yakni penyediaan perumahan dengan nilai HPS sebesar Rp.13,1 miliar, yang sumber dananya berasal dari dana APBN murni tahun anggaran 2018.

Baca Juga :  Babinsa Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Balai Kampung Mwuare

 

Kemudian, perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran atas lelang tersebut ada empat perusahaan, yaitu PT. Bone, PT. Hagitasinar Lestari Megah, PT. Debitlindo Jaya dan PT.Putra Nangroe Aceh.

 

“Berdasarkan pengumuman, yang melaksanakan kegiatan  adalah PT. Hagitasinar Lestari Megah,” katanya.

 

Adapun dugaan tipikor pada pekerjaan pembangunan rumah susun ini, kata Mustaqpirin, melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 Jo Pasal 3 (1) UU No.31 tahun 1999 Jo UU no.20 tahun 2001.

 

“Untuk dua tersangka lain akan segera kita kirimkan surat panggilan. Keduanya beralasan masih berada di luar kota,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sebuah Minibus Masuk Got di Depan Mie Aceh By Pass Air Pacah

 

Sementara itu, Kasi Dik Kejati Sumbar, Sumriadi mengatakan, tim penyidik telah menetapkan lima orang tersangka karena telah terdapat dua alat bukti yang sah.

 

“Penetapan tersangka ini dilakukan pada 11 November 2022 lalu,” katanya.

 

Dia menyebutkan, adapun tersangka dengan inisial AR selaku PPK, kemudian EE selaku Kuasa Direktur PT. Hagita Lestari, dan TR sebagai pelaksana lapangan PT. Hagita Lestari.

 

“Tersangka lain, yaitu JHP sebagai pelaksana lapangan PT. Hagita dan AL selaku manajemen konstruksi dalam proyek tersebut,” ulasnya.

 

Dari pantau media para tampak tiba di Kejati Sumbar sekitar pukul 09.00 wi, usai diperiksa kesehatan dan administrasi para tersangka yang didampingi kuasa hukumnya keluar dari kantor Kejati dan menaiki mobil tahanan dengan pengawalan polisi senjata api.

Share :

Baca Juga

BERITA

Bakamla RI Bersama Malaysia Persiapkan Operasi di Selat Malaka

BERITA

Macet di Simpang Kantor DPRD Prov Sumbar, Tak Satupun Petugas Lantas Yang Atur Lalulintas

ARTIKEL

Pakai Baju Beskap, Kapolres Hadiri Apel Hari Jadi ke 401 Kabupaten Pekalongan Tahun 2023

BERITA

Pemprov Sumbar Terima Penghargaan sebagai Daerah Ramah Layanan Investasi Tahun 2023 dari Wapres RI

BERITA

Kapolsek Cilacap Selatan Tinjau Banjir Di Wilayahnya, Cek Dapur Umum dan Pos Kesehatan

BERITA

Wakil Bupati Solok Sambut Kedatangan Tim Ekspedisi Padang-Solok via Kuranji

ARTIKEL

Ibu Raksa Tri Anggana Tantri Dan Wanita TNI Gelar Bhakti Sosial Di Panti Jompo

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Audiensi GM PT. Garuda Indonesia Wilayah Makassar