Home / BERITA

Saturday, 1 April 2023 - 22:27 WIB

Verry Mulyadi, Perlu Pembatasan Untuk Produksi Klingker

Padang, Sinyalnews.com–Kondisi semen pabrik tertua di Indonesia bagaikan hidup segan mati tak mau itulah kondisi PT. Semen Padang sekarang. Betapa tidak, semua kebijakan diatur oleh holding. Mulai dari produksi hingga ke pemasaran.

Verry Mulyadi salah satu tokoh masyarakat Lubuk Kilangan yang aktif di berbagai organisasi, kepada media menyampaikan, saat ini Semen Padang memaksakan memproduksi klinker yang hanya menghidupkan satu Pabrik yakni Indarung V.

Ada ratusan ribu ton per bulan eksport klinker yang dilakukan. Menurut Verry mengirim klinker ke Perusahan Holding sangat tidak menguntungkan bagi Masyarakat karena tertutupnya kesempatan lapangan pekerjaan. Selain itu juga membuat menurun pendapatan bagi karyawan. Tentunya hal itu sangat berdampak terhadap perekonomian di Kota Padang bahkan Sumatera Barat.

“Saya tidak habis fikir apakah pemerintah kota dan provinsi tidak merasakan apa yang dirasakan masyarakat di tingkat bawah. Perekonomian sangat tidak karuan saat ini, terutama di sekitaran kawasan Indarung. Lihat warung-warung makan banyak yang tutup, pasar-pasar sepi pembeli. Cobalah turun kebawah para pejabat -pejabat itu, kasihan mereka sepi jual beli, pasar hingga jam 10 pagi tidak rame lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ucapan Terimakasih Satgas Yonif 122/TS Bersama Masyarakat, Pos Pitewi Laksanakan Perpisahan Serta Makan Bersama Jelang Berakhirnya Penugasan

Menurutnya, jika ini dibiarkan ini akan menjadi bola api bagi Perusahan Semen Indonesia. Karena sebagai Holding hanya mengeruk keuntungan dibawa ke Pusat tidak memperhatikan segala aspek akibat dari kebijakan sepihak dari mereka.

Katanya, sebanyak 30.000 ton/hari batu kapur dikeruk dari Bukit Karang Putih. Dulunya masyarakat menyerahkan tanah kaumnya untuk keberlangsungan PT Semen Padang. Imbasnya agar masyarakat bisa menikmati lapangangan pekerjaan. Namun kini kondisi yang terjadi, malah pengangguran yang  bertambah di Lubuk Kilangan, Kota Padang bahkan Sumatera Barat.

Baca Juga :  Dua Polwan Menjabat Kapolres di Polda Sumbar

“Jika sudah berurusan soal perut nanti masyarakat akan gerah dengan sendirinya. Saya berharap kepada pemerintah kota dan provinsi segera mengambil sikap untuk bisa menyelesaikan masalah ini jangan nanti masyarakat mengambil sikap sendiri,” tutur Verry Mulyadi.

Masyarakat sangat berharap Semen Padang kembali memproduksi Semen, menghidupkan kembali pabrik-pabrik sehinga bisa menyerap tenaga kerja lagi dan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat.

“Ingat perjajian penyerahan tanah 412 hektar dulunya. Salah satua pointnya PT Semen Padang tidak boleh menyerahkan atau mengalihkan kepada pihak kedua, artinya jangan bangunkan Masyarakat Lubuk Kilangan dengan poin-poin perjanjian lainnya, jangan sakiti kami,” ujar Verry Mulyadi Tokoh Masyarakat yang Juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Barat ini

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

SMA 3 Padang Terima Penghargaan Dari Gubernur Sumbar

ARTIKEL

Tradisi Kurban Adat Suku Guci di Lubuk Lintah, Pererat Silaturahmi Kaum

ARTIKEL

Desrio Putra : DPD RI Sarana Perjuangan Saya Bagi Kepentingan Sumbar

BERITA

Tagana Kota Padang Berduka

BERITA

Ketua Sekber Relawan ANIES Sumbar Optimis Anies Baswedan Maju Sebagai Capres dan Menang

BADAN NEGARA

Kadisperindag Sumbar Terima Kunjungan Kerja Observasi Komisi II DPRD Prov Riau

ARTIKEL

Penandatanganan Kerjasama MoA FIK Universitas Negeri Padang FKIP Universitas Negeri Jambi dengan : Momen Kolaborasi dan Sinergi Akademik

ARTIKEL

BI Tegal Siapkan Rp4,5 T Karena Begini Sebabnya