Foto: Rumah warga tertimbun material lumpur akibat galodo yang menerjang wilayah Kabupaten Solok.
SOLOK, Sinyalnews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Senin malam (21/9/2026).
Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga melanda kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi bencana pada Selasa (22/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi memastikan penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pendataan kerusakan sebagai dasar proses pemulihan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana.
Pendataan Kerusakan Dipercepat
Mahyeldi juga meminta proses pendataan dan validasi kerusakan dilakukan secepat mungkin. Data tersebut diperlukan sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap rumah warga maupun fasilitas pemerintahan yang terdampak.
“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Galodo membawa material lumpur dari kawasan perbukitan dan menerjang sejumlah permukiman serta fasilitas pelayanan pemerintahan.
Sebanyak 12 kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Dampak bencana juga mengganggu aktivitas pemerintahan di kawasan pusat Kabupaten Solok yang berada di wilayah terdampak.
Tanggap Darurat 14 Hari
Untuk memastikan penanganan berlangsung secara terkoordinasi, Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon Firman Pandu.
Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko evakuasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memastikan kebutuhan pangan serta logistik masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Alat Berat Disiagakan Antisipasi Banjir Susulan
Selain penanganan warga terdampak, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan.
Alat berat disiagakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait. Peralatan tersebut akan digunakan untuk melakukan pengerukan sedimen sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap kemungkinan banjir susulan.
Langkah tersebut dilakukan seiring adanya peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.
Mahyeldi meminta seluruh unsur pemerintah dan tim gabungan terus bergerak cepat dan terkoordinasi selama masa tanggap darurat.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, disertai pemenuhan kebutuhan dasar serta percepatan penanganan dampak bencana.
(devi)













