PADANG — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mulai mematangkan penyusunan instrumen asesmen bagi peserta didik kelas 6 SD dan kelas 9 SMP melalui kegiatan Penulisan Soal Tahun 2026. Sebanyak 76 guru dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat terlibat dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, di Aula BBPMP Provinsi Sumatera Barat, Senin (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan soal asesmen yang berkualitas, terukur, dan sesuai dengan kaidah penyusunan soal. Prosesnya juga mendapat pendampingan langsung dari Fasnas Pusat Pusat Asesmen Pendidikan serta Fasnas Provinsi Sumatera Barat.
Dalam laporannya, Hardison menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 76 orang penulis soal yang berasal dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan empat orang guru terbaik untuk mengikuti kegiatan penulisan soal.
“Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari ke depan,” ujar Hardison dalam laporannya.
Menurut Hardison, proses penulisan soal juga melibatkan fasilitator nasional (Fasnas) Provinsi Sumatera Barat serta pendampingan langsung dari Fasnas Pusat yang berasal dari Pusat Asesmen Pendidikan.
“Selain diikuti oleh Fasnas Provinsi Sumatera Barat, kegiatan ini juga didampingi secara langsung oleh Fasnas Pusat dari Pusat Asesmen Pendidikan. Hal ini tentunya menjadi bagian penting untuk memastikan proses penulisan soal berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Bagian Penting dari Proses Evaluasi Pendidikan
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi menegaskan bahwa penyusunan soal merupakan bagian penting dari rangkaian proses pendidikan, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran.
Menurutnya, setelah proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan, diperlukan evaluasi untuk melihat sejauh mana proses tersebut memberikan hasil terhadap perkembangan dan capaian peserta didik.
“Kalau di dalam sistem manajemen, ini merupakan bagian dari proses evaluasi. Kita sudah melaksanakan perencanaan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran selama enam tahun untuk SD dan tiga tahun untuk SMP. Tentu kita perlu melihat sejauh mana hasil dari proses tersebut terhadap peserta didik,” ujar Habibul Fuadi.
Ia menjelaskan, hasil pendidikan tidak cukup hanya dinilai berdasarkan anggapan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik. Keberhasilan proses tersebut perlu dibuktikan melalui hasil yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, kualitas instrumen asesmen menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian. Penyusunan soal harus dilakukan secara cermat agar mampu mengukur kemampuan peserta didik secara objektif dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
Hardison menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses penulisan soal bukanlah pekerjaan yang sederhana. Diperlukan kompetensi, ketelitian, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip penyusunan soal yang berkualitas.
Diharapkan Menghasilkan Soal Berkualitas
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan instrumen asesmen yang berkualitas dan mampu memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan serta capaian peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir soal-soal yang berkualitas, sesuai dengan kaidah penulisan soal, serta mampu memberikan gambaran yang objektif tentang capaian peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Habibul Fuadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan, khususnya BBPMP Provinsi Sumatera Barat yang telah memfasilitasi tempat kegiatan, Fasnas Pusat, Fasnas Provinsi, para peserta penulis soal, serta seluruh panitia yang telah bekerja maksimal.
Kegiatan penulisan soal tersebut selanjutnya akan berlangsung selama lima hari dengan pendampingan dari fasilitator yang telah ditugaskan, sehingga diharapkan seluruh proses dapat berjalan sesuai standar dan menghasilkan soal yang dapat mendukung pelaksanaan asesmen bagi peserta didik kelas 6 SD dan kelas 9 SMP di Sumatera Barat.
Oleh: Dave














