Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / OLAH RAGA / SEPAK BOLA / SUMBAR

Wednesday, 15 July 2026 - 17:50 WIB

Ratusan Warga Padang Panjang dan Daerah Sekitar Padati Nobar Piala Dunia, Pulang Membawa Kenangan dan Hadiah

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Jarum jam telah lama melewati tengah malam. Udara dingin Kota Padang Panjang menusuk hingga ke tulang. Kabut tipis mulai turun menyelimuti kawasan Pasar Pusat. Namun, dinginnya malam ternyata tak mampu mengalahkan hangatnya antusiasme masyarakat.

Di depan Gedung Pasar Pusat Padang Panjang, Rabu (15/7/2026) dini hari, ratusan warga tampak duduk bersila di atas aspal, menatap layar raksasa yang menyiarkan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol.

Malam itu, tidak hanya warga Kota Padang Panjang yang hadir. Sejumlah masyarakat dari daerah hinterland seperti Batipuh, X Koto, dan wilayah sekitar juga ikut memadati lokasi. Mereka rela menempuh perjalanan malam demi merasakan atmosfer pesta sepak bola dunia bersama-sama.

Tak ada yang menghiraukan udara dingin. Anak-anak muda, orang tua, hingga keluarga tampak larut dalam suasana. Sorak sorai pecah setiap kali bola mendekati gawang.

Sepak bola, sekali lagi, membuktikan dirinya bukan sekadar olahraga.
Ia menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan banyak orang.

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kota Padang Panjang bekerja sama dengan TVRI Sumbar itu berlangsung meriah, aman, dan penuh keakraban. Kehadiran Wali Kota Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, para kepala OPD, camat, lurah, hingga unsur Forkopimda lainnya semakin menambah semarak suasana.

Di tengah kerumunan, tampak wajah-wajah penuh semangat yang sesekali diselimuti rasa tegang ketika pertandingan berlangsung sengit.

Baca Juga :  Wujudkan Swasembada Pangan Di Wilayah, Dandim 1710/Mimika Tinjau Lahan Kosong  Untuk Rencana Dibuka Menjadi Lahan Persawahan Agar Menjadi Produktif

Salah satunya adalah Rizki (23), pemuda asal X Koto yang datang bersama rekan-rekannya.

“Kami berangkat sejak sebelum tengah malam. Udara memang dingin, tetapi suasana seperti ini sangat menyenangkan. Rasanya seperti menonton langsung di stadion. Semua orang bersorak bersama tanpa mengenal siapa dan dari mana asalnya,” ujarnya.

Keberuntungan ternyata berpihak kepada Rizki. Saat pengundian doorprize yang disiapkan Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra, namanya dipanggil sebagai salah satu pemenang.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Datang hanya ingin menonton pertandingan, ternyata pulang membawa hadiah. Ini menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” katanya dengan wajah sumringah.

Malam itu, kebahagiaan memang tidak hanya datang dari jalannya pertandingan, tetapi juga dari kebersamaan yang tercipta.

Ketika Spanyol unggul melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal setelah Lamine Yamal dilanggar di kotak terlarang, riuh rendah penonton langsung menggema. Suasana kembali bergemuruh ketika Pedro Porro menggandakan keunggulan La Furia Roja di babak kedua.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Spanyol dan memastikan langkah mereka menuju partai final Piala Dunia 2026.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat yang hadir, siapa yang menang dan kalah seolah bukan lagi menjadi hal utama.
Yang lebih berkesan adalah momen kebersamaan itu sendiri.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan, kegiatan nobar merupakan salah satu upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Lantik Pejabat Esselon II di Lingkungan Pemprov Sumbar

“Kami ingin masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati momen besar dunia bersama-sama. Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kegiatan berlangsung aman, tertib, serta penuh keakraban,” ujar Hendri.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi bersama TVRI Sumbar yang telah menghadirkan hiburan bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak ruang kebersamaan yang dapat dinikmati warga dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat semakin erat,” katanya.

Di tengah berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan, dini hari itu Pasar Pusat Padang Panjang menjelma menjadi ruang kebahagiaan sederhana.

Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal duduk berdampingan di atas aspal yang dingin, tertawa, bersorak, dan berbagi cerita.

Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan status sosial.
Yang ada hanyalah semangat yang sama: merayakan sepak bola dan menikmati hangatnya kebersamaan.

Ketika pertandingan usai dan masyarakat mulai beranjak pulang menjelang subuh, mereka mungkin tidak akan mengingat setiap statistik pertandingan.

Namun mereka akan selalu mengingat satu hal:

Bahwa pada sebuah dini hari yang dingin di Kota Padang Panjang, mereka pernah berkumpul sebagai satu keluarga besar, membuktikan bahwa terkadang kebahagiaan paling sederhana lahir dari layar besar, secangkir kopi hangat, dan sorak bersama untuk sebuah pertandingan sepak bola.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Sambangi Beberapa Cafe, Polisi Sita Puluhan Miras

BERITA

Danramil 02/Sungai Limau Menghadiri Baralek Batagak Kudo-kudo Mushalla Al-Mukminin di Nagari Malai V Suku Kec. Batang Gasan  

BERITA

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di kantor Demokrat

BERITA

Menilik Spiritual Calon DPR RI Sumbar

BADAN NEGARA

Launching Wara Wiri Feskraf Bersama Gilang Ramadhan

BERITA

LKAAM PADANG SILATURAHMI MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADAN

ARTIKEL

Wujudkan Ketahanan Pangan Wilayah, Koptu Kumiyu Terus Memberi Motivasi Para Petani Binaan Dalam Setiap Kegiatan Komsosnya

ARTIKEL

Gratis ! Mesjid Jabal Nur VBGP Sungai Sapih Gratiskan Biaya Pesantren Ramadhan tahun 2025