Home / BERITA / DAERAH / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 30 June 2026 - 07:47 WIB

Bukan Sekadar Mencegah Stunting, TP PKK Padang Panjang Sedang Menyelamatkan Masa Depan Generasi

Di balik angka prevalensi stunting, ada mimpi anak-anak yang dipertaruhkan. TP PKK Kota Padang Panjang memilih bergerak dari rumah ke rumah, menguatkan para kader sebagai garda terdepan untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang utuh.

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Stunting bukan hanya soal tubuh anak yang gagal tumbuh sesuai usianya. Lebih dari itu, stunting adalah ancaman yang dapat merampas potensi kecerdasan, produktivitas, bahkan masa depan sebuah generasi. Kesadaran itulah yang menjadi ruh gerakan Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang dalam memperkuat peran kader hingga ke tingkat keluarga.

Komitmen tersebut mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peranan PKK dalam Penanganan dan Pencegahan Stunting di Aula Kelurahan Koto Katik, Senin (29/6/2026).

Di hadapan kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga para ibu yang memiliki balita, Maria menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan. Pertarungan itu dimulai dari ruang paling sederhana: rumah, meja makan keluarga, dan pelukan seorang ibu kepada anaknya.

“Peran ibu dalam keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh kader PKK dapat menjadi agen perubahan yang terus mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penegas bahwa kader PKK bukan sekadar pelengkap program pemerintah. Mereka adalah wajah pertama yang ditemui masyarakat ketika membutuhkan edukasi, pendampingan, sekaligus motivasi untuk membangun keluarga yang sehat.

Baca Juga :  Fokus Tekan Stunting di Mentawai, Gubernur Mahyeldi : Kesehatan Anak Adalah Investasi Tak Ternilai bagi Bangsa

Di tingkat Dasawisma, para kader hadir bukan hanya mencatat data atau menggelar kegiatan Posyandu. Mereka menjadi penggerak perubahan perilaku, memastikan setiap ibu memahami pentingnya gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan balita, hingga menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.

Bagi TP PKK, investasi terbesar bukanlah pembangunan fisik semata, melainkan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan tumbuh optimal hanya karena kurangnya pengetahuan, perhatian, atau akses terhadap layanan kesehatan.

Karena itu, sosialisasi tersebut juga diwarnai diskusi interaktif yang membahas langkah-langkah konkret mencegah stunting di lingkungan keluarga. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pemantauan tumbuh kembang balita, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan gerakan sosial yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, Posyandu, dan masyarakat.

Di tengah tantangan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, TP PKK Kota Padang Panjang memilih memulai perubahan dari fondasi yang paling mendasar: keluarga.

Sebab, setiap balita yang tumbuh sehat hari ini adalah investasi bagi Indonesia di masa depan. Setiap kader yang mengetuk pintu rumah warga membawa pesan tentang gizi dan kesehatan sejatinya sedang menjaga mimpi-mimpi anak agar tidak terhenti sebelum sempat berkembang.

Baca Juga :  Lama Ditunggu, SPBU Pertamina Maos Diresmikan

Gerakan inilah yang ingin terus diperkuat TP PKK Kota Padang Panjang. Bukan sekadar mengejar turunnya angka stunting, tetapi memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan siap menjadi penopang masa depan bangsa.

Ketua PWI Kota Padang Panjang, Supriyanto, menilai langkah yang dilakukan TP PKK Kota Padang Panjang merupakan bentuk kepedulian nyata yang menyentuh akar persoalan stunting. Menurutnya, upaya membangun generasi unggul tidak bisa dimulai ketika anak sudah tumbuh besar, tetapi harus sejak awal kehidupan.

“Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas masa depan daerah. Ketika TP PKK turun langsung mengedukasi para ibu, menguatkan kader PKK dan Posyandu hingga ke tingkat Dasawisma, sesungguhnya mereka sedang menjaga harapan sebuah generasi. Gerakan seperti ini layak mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat, karena tidak ada investasi yang lebih berharga daripada menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, media memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengangkat berbagai gerakan yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting.

“Kami di PWI memandang gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah ikhtiar kemanusiaan. Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan, gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, maka semakin besar pula peluang Padang Panjang melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Perang melawan stunting adalah perang menjaga peradaban,” tutupnya.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Pastikan Berjalan Dan Sesuai Target, Kasdim 1710/Mimika Tinjau Pengerjaan Sasaran Fisik Pra TMMD Ke-124

ARTIKEL

Polsek Padang Selatan Polresta Padang Gelar Jumat Curhat

BERITA

Walikota Deri Asta Tinjau Kesiapan Lapangan Pacu Kuda Hadapi Final Kejurnas Pordasi Piala Presiden

ARTIKEL

Momen Satgas TMMD Ikut Meriahkan Kegiatan Arak-Arakan Bunda Maria, Bukti Keharmonisan TNI dan Warga

ARTIKEL

Jaga Keutuhan NKRI, TNI Tindak Tegas Kelompok Egianus Kogoya di Papua Pegunungan, 2 Anggota OPM Tewas

BERITA

Di Rusunawa Sungai Andok, Kemerdekaan Tumbuh dari Tawa Anak-Anak

BERITA

Ciptakan Kondusifitas Kamtibmas, Puluhan Botol Minuman Keras Disita dalam Razia yang Digelar Polsek Sragi 

ARTIKEL

Kepedulian Marinir Habema Baksos Disambut Gembira Warga Sokamu