PadangPanjang.Sinyalnews.com-Usai salat Isya, malam di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang tidak berjalan seperti biasanya. Di balik tembok tinggi dan lorong-lorong sempit rutan, langkah tegas para petugas mulai menyisir setiap sudut kamar hunian warga binaan.
Malam itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, turun langsung memimpin penggeledahan. Ia didampingi Kabid Patnal Kanwil Ditjenpas Sumbar, Irfan, serta Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, bersama jajaran petugas pengamanan.
Satu demi satu kamar diperiksa. Lemari dibuka. Tumpukan pakaian diangkat. Barang-barang warga binaan dicek dengan teliti. Tidak ada ruang bagi kelengahan.
Suasana malam terasa tegang, namun tetap berjalan humanis. Para warga binaan berdiri tenang menyaksikan kamar mereka diperiksa secara detail oleh petugas.
Bagi Kunrat Kasmiri, penggeledahan bukan hanya rutinitas pengamanan semata. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata hadirnya negara menjaga marwah pemasyarakatan tetap bersih, tertib, dan berintegritas.
“Kita ingin memastikan tidak ada barang-barang terlarang maupun potensi gangguan keamanan di dalam rutan. Pemasyarakatan harus tetap berjalan dalam koridor disiplin, pengawasan, dan kemanusiaan,” tegas Kunrat Kasmiri di sela kegiatan.
Di bawah kepemimpinan Novri Abbas, Rutan Padang Panjang memang terus menjadi sorotan positif. Belum genap lama memimpin, berbagai langkah pembenahan, penguatan disiplin petugas, hingga pendekatan humanis kepada warga binaan terus dilakukan secara aktif.
Tak hanya di dalam rutan, Novri Abbas juga dikenal aktif membangun silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh daerah, hingga insan pers.
Ketua PWI Padang Panjang yang turut hadir dan menyaksikan langsung penggeledahan malam itu pun memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kakanwil dan jajaran Rutan Padang Panjang.
“Kami melihat langsung bagaimana keseriusan Kakanwil Sumbar bersama Karutan Novri Abbas menjaga marwah pemasyarakatan. Ini bukan sekadar penggeledahan biasa, tapi bentuk komitmen menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga menilai Novri Abbas merupakan sosok pimpinan yang aktif membangun komunikasi, baik di lingkungan internal rutan maupun dengan masyarakat di luar.
“Pak Novri Abbas termasuk kepala rutan yang aktif. Tidak hanya membenahi ke dalam, tapi juga rajin menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat serta insan pers. Ini energi positif yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Malam semakin larut. Namun langkah para petugas belum berhenti.
Di balik dinginnya jeruji dan tembok kusam rutan, operasi malam itu menjadi pesan kuat bahwa pemasyarakatan tidak boleh lengah. Sebab di tempat seperti inilah, negara diuji: menjaga keamanan tanpa kehilangan hati nurani.(Paulhendri)














