PadangPanjang.Sinyalnews.com— Malam di Kota Padang Panjang semestinya sunyi dan menenangkan. Udara dingin dari kaki Gunung Marapi biasanya hanya ditemani lampu jalan yang temaram dan kendaraan yang melintas sesekali. Namun belakangan, ketenangan itu kerap pecah oleh deru knalpot motor dan kerumunan remaja yang menjadikan jalan raya sebagai tempat berkumpul hingga larut malam.
Keluhan warga mulai bermunculan. Ada yang resah dengan aksi balap liar, ada pula yang merasa terganggu oleh tongkrongan remaja di badan jalan yang dinilai mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Merespons laporan masyarakat itu, Pemerintah Kota Padang Panjang bergerak cepat. Sabtu malam, puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, serta para lurah berdiri tegap dalam barisan rapi. Mereka mengikuti apel siaga malam yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra.
Di bawah cahaya lampu jalan, suasana apel terasa serius. Bagi pemerintah kota, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata respons terhadap keresahan warga yang mulai terasa di sejumlah titik kota.
“Beberapa waktu terakhir kita menerima cukup banyak laporan masyarakat. Ada balap liar dan juga kelompok remaja yang berkumpul di jalan hingga larut malam. Ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan,” tegas Allex di hadapan peserta apel.
Ia menegaskan, kota kecil seperti Padang Panjang tidak boleh kehilangan rasa aman yang selama ini menjadi identitasnya. Karena itu, aparat diminta meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di titik-titik yang sering dijadikan arena kebut-kebutan oleh para remaja.
Fenomena balap liar memang bukan hal baru di berbagai kota. Jalan yang relatif lengang pada malam hari kerap berubah menjadi lintasan tidak resmi bagi anak-anak muda yang mencari sensasi adrenalin. Namun bagi warga sekitar, aktivitas itu justru menghadirkan rasa was-was.
Edi, warga Kelurahan Bukit Surungan (Busur), mengaku aktivitas tersebut sudah beberapa kali mengganggu ketenangan masyarakat.
“Kadang suara motor mereka sangat bising, apalagi kalau sudah lewat tengah malam. Kami yang tinggal di sekitar sini tentu merasa terganggu, bahkan khawatir kalau sampai terjadi kecelakaan di jalan,” ujar Edi.
Meski begitu, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah kota yang merespons laporan warga dengan menggelar apel siaga dan patroli malam.
“Sebagai warga tentu kami senang pemerintah cepat tanggap. Harapan kami patroli seperti ini terus dilakukan supaya anak-anak itu tidak lagi menjadikan jalan raya sebagai tempat balap atau berkumpul sampai larut malam,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Leon, warga yang tinggal tidak jauh dari salah satu ruas jalan yang kerap dijadikan tempat tongkrongan remaja.
Menurutnya, suasana malam di kawasan tersebut belakangan tidak lagi setenang dulu.
“Kadang mereka berkumpul ramai di pinggir jalan, ada yang memainkan motor dengan suara keras. Kami yang mau istirahat jadi terganggu. Apalagi kalau sudah ada yang mencoba balap-balapan, itu sangat berbahaya,” ujar Leon.
Meski demikian, Leon mengaku lega setelah melihat pemerintah kota bergerak cepat turun tangan.
“Kami bersyukur pemerintah langsung merespons keluhan warga. Mudah-mudahan dengan adanya patroli dan pengawasan seperti ini, anak-anak muda bisa lebih tertib dan kota kita kembali tenang seperti dulu,” katanya.
Bagi Pemerintah Kota Padang Panjang, penertiban ini bukan semata soal penindakan. Allex Saputra Wakil Wali Kota menegaskan bahwa para remaja tersebut tetap harus dipandang sebagai generasi muda yang perlu diarahkan.
“Anak-anak muda ini masa depan kota. Tapi mereka juga harus diarahkan agar tidak melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Allex.
Usai apel, aparat langsung bersiap melakukan patroli malam ke sejumlah titik yang selama ini dilaporkan warga. Targetnya jelas: memastikan jalan raya kembali menjadi ruang publik yang aman.
Bagi warga Padang Panjang, langkah itu setidaknya memberi satu pesan penting,pemerintah mendengar, dan malam kota tidak akan dibiarkan jatuh dalam kegelisahan terlalu lama (paulhendri)














