Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / OLAH RAGA / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 12 January 2026 - 11:39 WIB

“Satu Pukulan Dua Belas Juta” Kincai dan Final yang Mengguncang Padang Panjang

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Malam Padang Panjang tak pernah benar-benar sunyi, tetapi Minggu, 11 Januari 2026, kota ini berdetak berbeda. Dari dalam arena Milleniq Billiards, bunyi bola beradu memantul ke dinding-dinding, menyatu dengan napas penonton yang tertahan. Di meja hijau itu, bukan sekadar trofi yang diperebutkan, harga diri, keberanian, dan takdir sedang diuji.

Empat nama tiba di gerbang akhir, Arif Milleniq, Gilang TTM, Fauzi TTM, dan Kincai Hooget. Semifinal menjadi panggung pemanasan tragedi. Arif tumbang di tangan Gilang. Fauzi sempat menguasai segalanya,unggul 4–1, percaya diri, seolah final sudah di depan mata. Tapi biliar, seperti hidup, tak pernah memberi jaminan.

Sebuah time out lima menit menjadi jeda sunyi yang mengubah arah cerita. Kincai, tertinggal jauh, bangkit perlahan. Satu kesalahan Fauzi, bola putih yang ikut masuk, menjadi celah pertama. Dari sana, Kincai berjalan tanpa suara, tanpa selebrasi, menutup semifinal dengan skor 5–4. Ia tak berteriak. Ia hanya menarik napas. Final menunggunya.

Di partai puncak, Gilang TTM berdiri sebagai tembok terakhir. Dua gim pertama milik Gilang. Skor 0–2. Penonton mulai membaca arah. Namun Kincai kembali melakukan apa yang sudah ia pelajari malam itu: bertahan, menunggu, lalu menyerang. Skor disamakan. Gilang unggul, disusul Kincai. 3–3. 5–4. Tak ada yang benar-benar memegang kendali.

Baca Juga :  FIK UNP sambut hanggat Rombongan SMA N 5 Bengkulu Selatan sekalian kerjasama

Saat skor 5–5, waktu seakan melambat. Gilang melakukan break penentuan. Tiga bola tersisa—7, 8, dan 9, seperti tiga bab terakhir sebuah kisah yang menolak selesai. Gilang punya peluang. Namun tekanan adalah lawan yang tak terlihat. Bola 9 bergetar dibibir lobang dan naik sedikit keatas ,pukulan Gagal.

Kincai berdiri. Mengelap stik dengan handuk kecil. Menatap meja seolah sedang membaca garis nasibnya sendiri. Pukulan itu yang oleh penonton disebut “pukulan dua belas juta” , bukan sekadar teknik. Ia adalah keputusan. Risiko. Keberanian. Bola 9 meluncur, masuk sempurna ke lubang bawah. Bola putih selamat. Sunyi sepersekian detik. Lalu, ledakan sorak sorai penuhi ruang milleniq ,kegembiraan tim Hooget .

Lagu We Are The Champions mengalun. Pelukan, tepuk tangan, mata yang basah oleh lega. Final itu bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu bertahan ketika segalanya hampir runtuh.

Ditempat yang sama ,Ketua POBSI Padang Panjang, Dasril, melihat lebih jauh dari sekadar skor. “ Turnamen ini bukan hanya membangkitkan semangat olahraga biliar, tapi juga menggerakkan ekonomi warga. Kuliner ramai, penginapan penuh. Ini dampak nyata,” katanya.

Baca Juga :  Catat! Dinas Pendidikan Sumbar Larang Sekolah Gelar Study Tour

Di sudut lain arena, Ilhamdi, owner Milleniq Billiards, tertawa lepas. Di hari ulang tahunnya yang ke-35, ia sempat dibuat tegang, jantungan sampai peluh dingin keluar di setiap  pori pori kulitnya , dia kena prank Istrinya yang berkoloborasi dengan panitia tentang tas hilang berisi uang dan perhiasan milik salah satu istri pemain  yang hadir . Ketegangan itu berubah jadi tawa, seperti malam itu sendiri.

Bagi Kincai, kemenangan ini adalah jawaban dari ketekunan.”Saya hanya fokus satu bola ke satu bola,” ucapnya singkat.

Sementara Nando, owner TTM, sebagai sponsor tunggal TTM menyebut laga ini sebagai wajah biliar sejati: keras, jujur, dan penuh emosi. Malam itu, Padang Panjang tak hanya menyaksikan sebuah turnamen. Ia menyimpan sebuah kisah tentang satu pukulan yang menentukan segalanya, dan tentang keberanian yang akhirnya menemukan jalannya sendiri.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

MU’ALIMIN MART DI PONDOK PESANTREN MU’ALIMIN TAMIANG UJUNG GADING

ARTIKEL

Wakapolda Riau Tegaskan Diktukba Polri gelombang II TA 2024 adalah Bagian Pembentukan Karakter

BERITA

Marak Perang Sarung, Polres Kebumen Gencarkan Patroli ‘KRYD’

ARTIKEL

Kadis Pendidikan Barlius Buka FLS2N dan O2SN SMK tingkat Sumbar tahun 2024

ARTIKEL

Jalan Pagi dan Mangopi di Lapau, Tradisi Silaturahmi Jemaah Kampung Baru Gunung Sarik

BERITA

Derita Pikun Sejak 5 Tahun, Warga Desa Rowocacing Ditemukan Meninggal Di Sawah

ARTIKEL

Pengawalan Serta Pengamanan Giat Pawai Obor Peringati Tahun Baru Hijriah 1447 H

ARTIKEL

Bupati Hamsuardi Beri Wejangan Kepada Santri Pondok Tahfidz Istiqomah Paraman Ampalu