Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 28 September 2026 - 07:20 WIB

FKKA9N Titip Agenda Besar ke LKAAM Kota Padang, Datuk Rajo di Guci: Jangan Biarkan Konflik Sako-Pusako Berlarut

PADANG, Sinyalnews.com — Kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 diharapkan tidak sekadar melanjutkan rutinitas organisasi, tetapi mampu menghadirkan langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan adat yang berkembang di tengah masyarakat.

Harapan itu mengemuka dalam pertemuan Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari Kota Padang (FKKA9N) bersama Ketua LKAAM Kota Padang terpilih, Irwan Basir Dt Rajo Alam, SH., Minggu (27/9/2026).

Pertemuan yang dihadiri tokoh adat dan ninik mamak KAN 9 nagari se-Kota Padang tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyampaian berbagai masukan untuk arah perjalanan LKAAM Kota Padang lima tahun ke depan.

Tidak hanya membicarakan program organisasi, forum juga menyoroti pentingnya membangun pola hubungan yang konstruktif antara LKAAM dan KAN dalam menjaga marwah adat, melestarikan budaya Minangkabau serta menyelesaikan berbagai persoalan adat di tengah masyarakat.

Ketua FKKA9N, H. Syofyan Dt Bijo, menegaskan kesiapan KAN 9 nagari se-Kota Padang untuk mendukung program-program LKAAM di bawah kepemimpinan Irwan Basir Dt Rajo Alam.

“Kami dari KAN 9 nagari siap menyokong setiap program LKAAM yang tujuannya memperkuat adat dan budaya. Yang kita pikirkan sekarang bukan lagi dinamika sebelumnya, tetapi bagaimana ke depan adat di Kota Padang semakin kuat dan marwahnya tetap terjaga,” ungkapnya.

Datuk Rajo di Guci Soroti Konflik Sako dan Pusako

Salah satu masukan penting disampaikan Ketua KAN Pauh IX, Musdafirman Datuk Rajo di Guci, S.Si.

Ia menilai salah satu pekerjaan besar yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana menghadapi persoalan dan konflik yang berkaitan dengan Sako dan Pusako di berbagai nagari.

Menurut Datuk Rajo di Guci, persoalan tersebut tidak semestinya baru mendapat perhatian ketika konflik telah membesar. Diperlukan langkah antisipatif, pembinaan dan penyamaan pemahaman mengenai adat agar persoalan Sako dan Pusako dapat disikapi secara arif sesuai tatanan adat yang berlaku.

“Jangan sampai persoalan Sako dan Pusako dibiarkan berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Yang kita butuhkan adalah langkah strategis, penyamaan pemahaman dan komunikasi yang baik antara semua pihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, LKAAM dan KAN perlu memiliki kesamaan visi dalam melihat masa depan adat dan budaya Minangkabau di Kota Padang.

Perbedaan fungsi dan posisi organisasi, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dengan memahami peran masing-masing, LKAAM dan KAN dapat saling menguatkan.

“Visi besarnya harus sama, yakni bagaimana adat dan budaya tetap hidup, terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. LKAAM dan KAN bisa berjalan berdampingan untuk tujuan itu,” ujarnya.

Irwan Basir: Ini Informasi Berharga di Awal Saya Bertugas

Mendapat berbagai masukan dari ninik mamak dan tokoh adat yang tergabung dalam FKKA9N, Irwan Basir Dt Rajo Alam menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Gedung Baru Perpustakaan Kota Ramah Difabel

Ia mengaku berbagai informasi, pandangan dan masukan yang disampaikan menjadi bahan berharga, terutama di awal dirinya menerima amanah memimpin LKAAM Kota Padang periode 2026–2031.

“Saya sangat berterima kasih kepada FKKA9N dan para ninik mamak yang hari ini memberikan begitu banyak informasi dan masukan. Bagi saya, ini sangat berharga, apalagi di awal-awal saya menjalankan amanah sebagai Ketua LKAAM Kota Padang,” ujar Irwan.

Menurutnya, masukan langsung dari para pemangku adat di 9 nagari menjadi bekal penting untuk memahami persoalan adat yang terjadi di lapangan.

“Saya mendapatkan banyak informasi yang mungkin selama ini belum saya ketahui secara utuh. Ini menjadi bekal bagi saya untuk menyusun langkah dan program LKAAM ke depan. Karena itu, saya berharap komunikasi seperti ini tidak berhenti sampai di sini,” lanjutnya.

Irwan juga membuka ruang bagi KAN dan ninik mamak untuk terus menyampaikan masukan kepada LKAAM.

Baginya, LKAAM tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga dan melestarikan adat Minangkabau di Kota Padang.

“Kalau ada persoalan adat, mari kita bicarakan. Kalau ada program yang perlu kita lakukan bersama, mari kita dudukkan bersama. Saya sangat membutuhkan masukan dari ninik mamak dan KAN agar langkah LKAAM ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat,” katanya.

Jangan Habiskan Energi untuk Persoalan Internal

Datuk Rajo di Guci juga mengingatkan agar energi para tokoh adat ke depan lebih banyak diarahkan untuk menghadapi tantangan kehidupan masyarakat dan generasi muda.

Menurutnya, dinamika organisasi merupakan bagian dari proses. Namun, setelah kepengurusan baru terbentuk, seluruh elemen adat perlu kembali duduk bersama membangun konsolidasi.

“Jangan sampai energi kita habis untuk persoalan internal. Setelah kepengurusan terbentuk, saatnya kita berbicara tentang program, pembinaan adat, generasi muda, pelestarian budaya dan bagaimana persoalan-persoalan adat di nagari bisa kita hadapi bersama,” katanya.

Ia berharap LKAAM Kota Padang di bawah kepemimpinan Irwan Basir Dt Rajo Alam dapat menyusun program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan nyata masyarakat adat.

Baca Juga :  Kunjungi Satgas Indobatt, Komandan Sektor Timur Apresiasi Profesionalisme Prajurit Garuda

Di antaranya penguatan kapasitas ninik mamak, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, penguatan kehidupan bernagari serta upaya membangun mekanisme yang lebih baik dalam menghadapi persoalan Sako dan Pusako.

LKAAM-KAN Didorong Bangun Kemitraan

Pertemuan FKKA9N juga menegaskan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara LKAAM dan KAN.

Kedua lembaga diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara proporsional, dengan semangat kemitraan dan saling menghargai.

KAN yang berada di tengah kehidupan adat nagari memiliki pengalaman langsung menghadapi persoalan masyarakat adat. Sementara LKAAM memiliki ruang untuk memperkuat komunikasi dan pembinaan adat dalam lingkup Kota Padang.

Karena itu, menurut Datuk Rajo di Guci, yang diperlukan bukan mempertentangkan keberadaan kedua lembaga, tetapi mencari titik temu agar keduanya dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi kehidupan adat.

“Kalau visi kita sama, banyak hal yang bisa dilakukan bersama. LKAAM dan KAN jangan diposisikan sebagai dua pihak yang berhadapan, tetapi sebagai bagian dari kekuatan adat yang bersama-sama menjaga marwah adat dan budaya Minangkabau,” katanya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh masukan konstruktif. Berbagai usulan dari KAN 9 nagari menjadi bahan penting bagi kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 dalam menyusun agenda ke depan.

Bagi Irwan Basir Dt Rajo Alam, pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang berarti dalam menjalankan amanahnya. Bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi juga ruang untuk mendengar langsung suara ninik mamak dan memahami persoalan adat dari berbagai nagari.

Momentum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi pascapemilihan LKAAM Kota Padang, dengan perhatian diarahkan pada penguatan kelembagaan adat, penyelesaian persoalan Sako dan Pusako, pembinaan generasi muda serta upaya menjaga keberlanjutan adat Minangkabau di Kota Padang.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

PNS UIN Imam Bonjol Mengalami Kecelakaan di jalan Padang Painan

BERITA

Wamenhan Menghadiri Apel Gelar Pasukan PAM VVIP Operasi Pengamanan VVIP KTT Asean ke-43 Tahun 2023

ARTIKEL

Gotong Royong Bersama Mahasiswa KKN MIT 18 Posko 118 UIN Walisongo Semarang: Bersih-Bersih Halaman PAUD “BUNGA TANJUNG” di desa Tanjungmojo

BERITA

Peningkatan Kompetensi Neonatus Bagi Perawat dan Bidan

BERITA

Patroli Polsek Kesesi Amankan Belasan Petasan Siap Ledak

ARTIKEL

Pemeriksaan Kendaraan Prajurit dan PNS TNI Korem 032/Wbr Oleh Denpom 1/4 Padang

ARTIKEL

Presiden Jokowi dan PM Anwar Selesaikan Isu Perbatasan hingga Kolaborasi Lawan Diskriminasi Sawit

BUDAYA

Tablig Akbar Maulid NABI MUHAMMAD SAW Bersama Ustadz Jelita Donal di jorong brastagi ujung gading.