Padang Panjang,Sinyalnews.co.-Asap pekat masih menggantung di udara Koto Katik, Sabtu malam kemarin. Di antara puing-puing kayu yang menghitam, terlihat petugas pemadam kebakaran bersama warga berupaya menyingkirkan sisa-sisa material yang hangus. Dua rumah sederhana milik Murni (67) dan Yasmi (64) sudah tak bisa lagi diselamatkan, rata dengan tanah usai dilalap si jago merah.
Kebakaran yang terjadi di RT 04, Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur itu membuat suasana mencekam. Warga berlarian menyelamatkan diri, sementara jeritan panik bercampur dengan suara sirine mobil damkar yang datang tak lama setelah laporan masuk pukul 21.49 WIB. Hanya satu menit berselang, armada pemadam langsung meluncur ke lokasi.
“Alhamdulillah, meski dua rumah habis, empat rumah lain yang berdekatan masih bisa kita selamatkan. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin kerugiannya jauh lebih besar,” ungkap salah seorang petugas damkar di sela-sela pendinginan api.
Sebanyak empat unit mobil damkar, termasuk satu dari Kabupaten Tanah Datar, serta 40 personel diturunkan. Mereka dibantu Satpol PP, BPBD, FSC 119, dan masyarakat sekitar. Butuh waktu sekitar satu jam hingga api benar-benar dapat dipadamkan pukul 22.50 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Meski tak ada korban jiwa, musibah ini meninggalkan duka mendalam. Dua keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menumpang sementara di rumah kerabat. “Kami tidak bisa lagi menyelamatkan apa-apa, semuanya sudah habis,” kata salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Namun di balik musibah, kepedulian pun segera mengalir, salah satunya ditunjukkan Partai Amanat Nasional (PAN) Padang Panjang. Ketua DPD PAN, Mardiansyah, S.Kom, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD, turun langsung menyerahkan bantuan berupa sembako dan beras untuk keluarga terdampak.
“Sebagai sesama warga, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir di saat-saat sulit seperti ini. Jangan sampai ada keluarga yang merasa sendirian menghadapi musibah. Bantuan ini memang tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban korban,” ujar Mardiansyah.
Kehadiran Mardiansyah beserta rombongan disambut hangat oleh korban. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur masih ada yang peduli. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi kami untuk bertahan di hari-hari awal setelah kehilangan rumah,” ungkap Murni lirih, sambil sesekali menyeka air mata.mardiansyah
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak berwenang. Sementara itu, suasana di Koto Katik mulai tenang. Hanya sisa bau asap dan puing hitam yang masih menjadi saksi bisu betapa api telah menguji ketabahan dua keluarga di malam itu.(Paulhendrii)














