Aku PADANG .Sinyalnews.com—Sebuah medali tidak selalu lahir dari perjalanan yang mudah. Ada ketegangan, kejar-mengejar angka, dan keberanian menjaga konsentrasi ketika satu pukulan dapat menentukan nasib pertandingan.
Kisah itu mengiringi langkah pasangan pebiliar Kota Padang Panjang, Alfi dan Habibi, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Bertanding di Hall Biliar Labewa, Padang, keduanya berhasil mempersembahkan medali perunggu nomor bola 15 ganda putra.
Medali tersebut menjadi catatan penting bagi kontingen Padang Panjang. Perunggu Alfi/Habibi merupakan medali pertama yang diperebutkan pada nomor bola 15 ganda putra, sekaligus membuka catatan prestasi cabang olahraga biliar Padang Panjang pada Porprov XVI Sumbar.
Bagi Habibi, podium tersebut memiliki arti lebih dalam. Porprov XVI merupakan penampilan perdananya di ajang Porprov. Belum pernah merasakan atmosfer pertandingan Porprov sebelumnya, ia justru langsung mampu membawa pulang medali.
Perjalanan menuju podium tidak berlangsung mudah.
Alfi/Habibi terlebih dahulu harus melewati pasangan Kabupaten Padang Pariaman dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan dramatis. Kejar-mengejar angka membuat setiap pukulan menjadi penting. Ketenangan, konsentrasi, serta kemampuan membaca permainan menjadi penentu.
Mereka mampu melewati tekanan tersebut.
Namun, langkah menuju partai puncak akhirnya terhenti setelah Alfi/Habibi berhadapan dengan pasangan Kabupaten Solok, Tommy Kumara/Romi. Dalam pertandingan yang kembali berlangsung ketat, pasangan Padang Panjang harus mengakui keunggulan lawan.
Hasil itu menempatkan Alfi/Habibi di posisi ketiga dan memastikan medali perunggu untuk kontingen Kota Padang Panjang.
Penyerahan hadiah berlangsung pada Rabu (7/10/2026) malam di Hall Biliar Labewa Padang.
Ketua POBSI Kota Padang Panjang, Dasril, mengapresiasi perjuangan keduanya. Menurut dia, capaian tersebut patut disyukuri, terlebih Habibi baru pertama kali tampil di Porprov.
“Ini hasil yang patut kita apresiasi. Habibi baru pertama mengikuti Porprov dan langsung mampu meraih medali bersama Alfi. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi atlet yang bisa terus dikembangkan,” ujar Dasril.
Dasril mengatakan, medali tersebut tidak semestinya dilihat hanya dari warna perunggunya. Lebih dari itu, capaian Alfi dan Habibi menjadi modal penting bagi POBSI Padang Panjang untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kami berharap ini menjadi awal yang baik. Jangan cepat puas dengan perunggu. Jadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Target kita tentu harus lebih tinggi,” katanya.
Bagi Habibi, malam penyerahan medali itu menjadi penanda sebuah awal. Debut yang semula membawa harapan untuk tampil maksimal, berakhir dengan podium.
Perunggu mungkin bukan warna medali tertinggi. Namun bagi seorang debutan, podium pertama selalu memiliki cerita tersendiri.
Habibi datang ke Porprov XVI tanpa pengalaman Porprov sebelumnya. Ia pulang membawa medali—bersama Alfi, sekaligus meninggalkan pesan bahwa prestasi tidak selalu menunggu seseorang menjadi berpengalaman.
Kadang, pengalaman justru lahir setelah seseorang berani masuk ke pertandingan.
Dan di atas meja biliar Labewa Padang, Alfi dan Habibi telah memulai cerita itu untuk Padang Panjang.(Paulhendri)














